Sebagai wujud keseriusan Pemda Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bidang penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan (P2K); maka di awal Desember 2015 lalu diadakan kunjungan penyuluh ke Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut dalam rangka Kajian Pengembangan Penyuluhan P2K Sultra. Kabupaten magelang adalah salah satu kabupaten terbaik di Indonesia dalam pembinaan dan penyelenggaraan penyuluhan. Salah satu indikatornya adalah selama 2 tahun berturut-turut, Balai Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan (BPPK) mendapat penghargaan sebagai Balai Penyuluhan Terbaik di Indonesia, yaitu tahun 2014 diraih oleh BPPK Kecamatang Grabag dan Tahun 2015 diraih BPPK Kecamatan Tegalrejo. Dalam kunjungan tersebut, 12 orang penyuluh Sultra, melakukan diskusi dan tukar pikiran dengan penyuluh di BP2K Kabupaten Magelang dan mengunjungi BPPK Kecamatan Tegalrejo. Hal yang menjadi fokus utama adalah bagaimana konsep penataan lingkungan kantor balai penyuluhan yang akan berfungsi sebagai posko pembangunan P2K. Pemanfaatan lahan balai juga digunakan sebagai kebun contoh bagi penyuluh dalam penerapan teknologi rekomendasi P2K. Diskusi juga berkembang tentang bagaimana konsep manajemen pengelolaan balai penyuluhan yang dilakukan di Kecamatan Tegalrejo sehingga efektif menggerakkan seluruh penyuluhnya untuk mampu berperan sebagai fasilitator bagi petani dan kelompoknya. Penyuluh sultra juga menggali informasi mengenai bagaimana pola dukungan pembiayaan anggaran APBD II, I dan pusat dalam operasionalisasi kegiatan balai penyuluhan. Pembiayaan yang diberikan ke balai penyuluhan kecamatan diharapkan akan mampu efektif menjadi sumber anggaran operasional balai. Hasil akhir kunjungan ini selanjutnya dirumuskan dalam bentuk kajian yang akan disusun sebagai model pembinaan balai penyuluhan kecamatan di Sultra, sehingga di tahun mendatang mampu optimal menggerakkan seluruh kegiatan pembangunan P2K di kecamatan. Selain itu, akan dikembangkan pula model pengembangan balai penyuluhan sebagai sumber informasi, semacam "puskesmas" bagi petani di Sultra. (Penulis : Ida Fauzia - penyuluh Sekretariat Bakorluh Sultra)