Loading...

PENYULUH SULTRA DAMPINGI MASYARAKAT MISKIN OPTIMALKAN PEKARANGAN

PENYULUH SULTRA DAMPINGI MASYARAKAT MISKIN  OPTIMALKAN PEKARANGAN
Berlokasi di 3 kabupaten/kota, 3 kecamatan dan 3 desa, pada bulan November - Desember 2015 dilaksanakan demplot pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya ikan terintegrasi dengan tanaman hortikultura. Pembiayaan kegiatan ini didukung penuh oleh APBD I Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra).Kemiskinan memang masih menjadi permasalahan dalam pemberdayaan masyarakat di Sultra. Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Sultra pada bulan Maret 2015 adalah 321,88 ribu orang (12,90 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan September 2014 yang berjumlah 314,09 ribu orang (12,77 persen), berarti jumlah penduduk miskin naik 7,8 ribu orang (BPS Sultra, 2015). Penyuluh sebagai aparat yang senantiasa berada dekat dengan masyarakat dirasa memiliki kewajiban untuk mampu mentrasfer pengetahuan, ketrampilan dan sikap (PKS) untuk meningkatkan taraf hidup penduduk miskin tersebut. Oleh karena itu, Bakorluh Sultra mencoba untuk menyusun paket kegiatan demplot pemanfaatan lahan pekarangan.Demplot dilaksanakan di Kabupaten Konawe (Desa Abeli sawah), Konawe Selatan (Desa Abeko) dan Kota Kendari (Kelurahan Kadia). Demonstrasi merupakan suatu metode penyuluhan di lapangan untuk memperlihatkan / membuktikan secara nyata tentang cara dan atau hasil penerapan teknologi pertanian yang telah terbukti menguntungkan bagi petani.Paket teknologi yang direkomendasikan adalah budidaya ikan lele kolam terpal, budidaya sayuran organik dan penataan lahan pekarangan. Penyuluh selain menjadi pendamping dan fasilitator kegiatan juga mencoba membangun kemitraan saprodi dan pemasaran hasil demplot.Kemitraan saprodi dititik beratkan pada usaha pemenuhan pakan ikan lele secara mandiri oleh anggota kelompok dengan memanfaatkan limbah usus ayam. Penyuluh menjadi fasilitator kemitraan antara pengusaha ayam potong dengan kelompok tani pelaksana demplot. Sedangkan kemitraan pemasaran dilakukan dengan memfasilitasi pemasaran ikan lele ke beberapa warung makan di sekitar lokasi demplot dan penjualan sayuran ke pasar tradisional dan masyarakat sekitar.Lahan pekarangan yang semula adalah lahan yang hanya digunakan untuk lantai jemur, kini telah mampu menjadi salah satu penyedia gizi dan sumber pendapatan bagi keluarga. Di Desa Abeli sawah (Kab. Konawe), kebun demplot bahkan telah menjadi kebun bibit yang mensuplai kebutuhan benih bagi anggota kelompok yang lain. (Penulis : Ida Fauzia, Penyuluh Sekretariat Bakorluh).