Pelibatan petani sebagai pendukung dan pelaku langsung dalam kegiatan penyuluhan telah berlangsung cukup lama dengan berbagai pendekatan. Di Indonesia, hal ini dimulai dari pelibatan kontak tani pada era Bimas sampai Supra Insus, lalu pendekatan “penyuluhan dari petani ke petani” (farmer to farmer extension) di P4S, serta pengangkatan penyuluh swakarsa (tahun 2004), dan terakhir penyuluh swadaya (sejak tahun 2008). Keberadaan penyuluh swadaya diakui secara resmi semenjak diundangkannya UU No. 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Namun, meskipun sudah berjalan hampir 10 tahun, perkembangan peran penyuluh swadaya belum optimal. Untuk itulah peran penyuluh swadaya mulai dioptimalkan melalui bimbingan penyuluh pertanian organik dan THL-TBPP, penyuluh swadaya pun mulai mengambil peran strategis dalam menbina petani dipedesaan. Guna menyiapkan kebutuhan pertanaman untuk tahun 2021 mendatang terutama mengenai pupuk, Penyuluh pertanian swadaya BPP Patimpeng, Kab. Bone, Musdalifah, S.Kel membantu melakukan verifikasi data seluruh kelompok tani (Poktan) se-Desa Patimpeng dalam rangka penyusunan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi. Dengan data tersebut, diharapkan pada musim tanam 2021 mendatang kebutuhan pupuk subsidi di Kabupaten Bone dapat terpenuhi serta dapat memaksimalkan hasil panen para petani nantinya. “Syarat mendapatkan pupuk subsidi inikan harus ada RDKK yang disusun dari kelompok tani. Untuk itu kita harapkan mulai jauh-jauh hari kelompok dapat mempersiapkan RDKK sehingga saat musim tanam tidak ada lagi keluhan tentang pupuk ini, apalagi RDKK sudah berbasis elektronik, dan telah diterapkan” jelas Musdalifah disela-sela perekaman data online di kantor BPP Patimpeng (Jum`at, 4/7/2020). Musdalifah bersama Penyuluh pertanian BPP Patimpeng, Andi Elya Azis, SPt juga melakukan sosialisasi asuransi pertanian yaitu AUTP (Asusransi Usaha Tani Padi). Dirinya berharap agar para petani dapat mengikuti program ini karena asuransi ini bisa menjadi jaminan usaha petani tatkala sawahnya terkena bencana terkena bencana banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Andi Elya Azis