Loading...

Penyuluhan Di Saat Pandemik Covid-19

Penyuluhan Di Saat Pandemik Covid-19
Penyuluhan Pertanian adalah Proses Pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar,pemodalan,tekologi dan sumber daya lainnya sebagai upaya meningkatkan produktifitas ,pendapatan dan kesejahteraanya. Sektor Pertanian adalah sektor penyangga stabilitas Negara yang tidak boleh berhenti walaupun di tengah kondisi covid-19.Ketersediaan Pangan menjadi hal sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar tubuh tetap sehat dan imunitas tetap terjaga. Covid-19 adalah virus yang mengubah sendi-sendi kehidupan manusia dalam waktu singkat. Menghadapi kondisi ini seorang penyuluh harus memiliki kemampuan menyesuaikan diri dan kreatif serta melek Teknologi Informasi agar kegiatan penyuluhan tetap dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sesuai arahan Mentan Bapak DR.Ir. Sahrul Yasin Limpo SH,MH, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan pengolahan tanah, tanam hingga panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah Pandemi global Covid-19. Bupati Luwu Utara Hj.Indah Putri Indriani,SIP,Msi menegaskan bahwa tugas Penyuluh pertanian di saat pandemi harus lebih giat lagi dan tetap produktif. Dimana para penyuluh tetap harus aktif dalam mendampingi petani agar proses budidaya di lahan usaha tani sampai panen berjalan dengan baik, jangan sampai ada lahan yang tidak ditanami atau dipanen. Ditambahkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir.Alauddin Sukri,Msi, disaat kondisi sulit seperti ini, peny uluh pertanian tidak boleh melupakan tugas pokok dan fungsi sebagai penyuluh lapangan. Pelaksanaan kunjungan dan penyuluhan ke petani tetap dilaksanakan. Dalam melakukan kunjungan/anjangsana ke petani,penyuluh harus selalu memperhatikan dan melaksanakan protocol kesehatan : cuci tangan tiap 30 menit,physical distancing jaga jarak 1-2 m,selalu menggunakan masker, tidak mengadakan pertemuan lebih dari 5 orang dlm satu tempat. Tidak kalah pentingnya adalah selalu mengajari petani untuk memanfaatkan teknologi informasi melalui media internet.Komunikasi antara petani dengan penyuluh dapat dilakukan melalui; telepon,sms,whatapps,facebook,instagram dan media social lainnya.Penyuluhan tidak boleh terganggu apalagi berhenti.Keberhasilan di bidang pertanian tak lepas dari dukungan para penyuluh pertanian. Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dalam pembangunan dan pengembangan pertanian untuk mencapai kedaulatan pangan. BPP Tanalili bersama Penyuluhnya sebagai salah satu garda terdepan dalam pembangunan pertanian di Luwu Utara telah melaksanakan beberapa kegiatan yakni; pedampingan percepatan tanam Padi di desa Patila,Sidomakmur,Sidobinangun,Sumberdadi dan Rampoang,Pendampingan Panen Padi dan Jagung di desa Bungapati,Bungadidi,Poreang dan Karondang serta Pendampingan Program Gerakan Tanam Sayur di lahan Pekarangan ( ProGetar Dilan ) melalui KWT dalam menyediakan bibit sayuran siap tanam.Di samping itu secara berkala dan terjadwal PPL juga mengambil bagian dalam kegiatan pencegahan Virus Covid -19 dengan menjadi relawan Gugus Covid-19 Kecamatan Tanalili yang bertugas mengedukasi masyarakat umum serta menyemprot kan disenfektan pada kendaraan yang lewat.Semoga wabah Pandemi Covid -19 segera berakhir dan kondisi kembali normal seperti sediakala.Amin. Made Sudana,SP