Loading...

PENYULUHAN TENTANG PENANGANAN DAN PENCEGAHAN VIRUS FLU BURUNG PADA UNGGAS

PENYULUHAN TENTANG PENANGANAN DAN PENCEGAHAN VIRUS FLU BURUNG PADA UNGGAS
Flu burung atau Avian influenza (AI) adalah suatu penyakit menular disebabkan oleh virus H5N1. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian unggas secara mendadak dan menyebar dengan cepat Akibat adanya ketidak tahuan akan gejala ayam yang terkena penyakit flu burung, isu penyakit flu burung ini membuat masyarakat pedesaan yang terbiasa memelihara ayam kampung sebagai sumber penghasilan tambahan menjadi merasa takut untuk memelihara ayam kampung. Virus flu burung dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi dan dapat bertahan hidup pada suhu yang dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan pun dapat menyimpan virus.Gejala Flu Burung Pada AyamGejala klinis yang sering ditemukan pada ayam atau unggas yang terjangkit flu burung, antara lain : • Jengger dan pial membengkak dengan warna kebiruan.• Perdarahan merata pada kaki yang berupa bintik-bintik merah (ptekhi) atau ada disering disebut juga "kaki kerokan".• Adanya cairan pada mata dan hidung (gangguan pernapasan).• Keluar cairan eksudat jernih hingga kental dari rongga mulut.• Diare.• Haus berlebihan.• Kerabang telur lembek.• Tingkat kematian sangat tinggi mendekati 100% (kematian dalam waktu 2 hari, maksimal 1 minggu). • Media penyebaran dan penularan dapat melalui kotoran unggas, sarana transportasi ternak, peralatan kandang yang tercemar, pakan dan minum unggas yang tercemar, pekerja di peternakan, burung. Penyebab, pencegahan dan pengobatan Flu BurungPenyebab penyakit ini adalah virus H5N1, yang dapat ditemukan dalam lendir, dan kotoran ayam. Prinsip dasar yang diterapkan dalam pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan Avian influenza atau flu burung ini, adalah : Mencegah kontak antara hewan peka dengan virus AI, Menghentikan produksi virus AI oleh unggas tertular (menghilangkan virus AI dengan dekontaminasi/disinfeksi), Meningkatkan resistensi (pengebalan) dengan vaksinasi, Menghilangkan sumber penularan virus, dan Peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness). Dalam pelaksanaannya, dapat dilakukan melalui 9 tindakan yang merupakan satu kesatuan satu sama lainnya yang tidak dapat dipisahkan, yaitu : • Peningkatan biosekuriti• Vaksinasi,• Depopulasi,• Pemusnahan terbatas atau selektif) di daerah tertular• Pengendalian lalulintas keluar masuk unggas• Surveillans dan penelusuran (tracking back)• Pengisian kandang kembali (restocking)• Stamping out (pemusnahan menyeluruh) di daerah tertular baru• Peningkatan kesadaran masyarakat (public awereness)• Monitoring dan evaluasi• Jagalah agar ternak unggas dalam kondisi baik, antara lain, mempunyai akses ke air bersih dan makanan yang memadai, kandang yang memadai, menerima produk-produk yang bebas cacing dan sudah divaksinasi,• Jagalah ternak agar selalu berada di lingkungan yang terlindung,• Periksalah barang-barang yang masuk ke dalam peternakan.