Loading...

PEPAYA UNGGUL AGRI SOLINDA

PEPAYA UNGGUL AGRI SOLINDA
Varietas unggul papaya Agri Solinda dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika yang berada di Solok, Sumatera Barat. Kegiatan perakitan varietas dimulai dengan karakterisasi, dilanjutkan dengan seleksi, penggaluran, dan memproduksi beberapa hibrida. Dari hasil karakterisasi, seleksi dan hibridisasi tersebut diperoleh beberapa kandidat pepaya unggul, salah satunya memiliki daging buah tebalyang berwarna kuning cerah, yang diberi nama Agri Solinda. Keunggulan pepaya AGRI SOLINDA yaitu mempunyai karakter ukuran buah sedang, daging buah tebal, rasa manis (TSS : 12-13°Brix), warna daging buah kuning cerah, tekstur agak kenyal,aroma daging buah harum, jumlah buah per tanaman banyak dan produksi per tanaman sangat tinggi mencapai 80 ton/ha. Berdasarkan uji adaptasi pada beberapa kondisi lahan marginal maka dapat dilihat bahwa pepaya Agri Solinda memiliki adaptasi yang baik terhadap cekaman kekeringan, tektur tanah yang keras dan curah hujan yang tinggi. Penciri khusus pepaya Agri Solinda yaitu mempunyai warna daging kuning cerah, rongga buah berbentuk bintang lima, kulit buah muda berwarna hijau mengkilat dan warna daun hijau tua. Penciri khusus ini dapat dipergunakan untuk membedakan pepaya Agri Solinda dengan varietas pepaya lainnya Pepaya Agri Solinda dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu sampai 600 m di atas permukaan laut. Secara umum tanaman pepaya dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Namun demikian, tanah yang kaya bahan organik, drainase dan aerasinya baik, serta mempunyai pH 6,5 – 7 merupakan tanah yang ideal untuk penanaman pepaya. Pepaya tergolong tanaman yang memerlukan cahaya penuh. Tanaman pepaya yang mendapat sinar matahari dalam jumlah banyak akan lebih cepat berbunga dan berbuah, mempercepat proses pemasakan buah dan meningkatkan kemanisan buahnya. Curah hujan yang sesuai dengan tanaman pepaya adalah berkisar antara 1.500-2.000 mm per tahun. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman pepaya berkisar antara 22-26o C, suhu minimum 15o C dan suhu maksimum 43o C. Penemuan varietas unggul baru diharapkan dapat memacu pengembangan dan produksi buah dan benih pepaya nasional. Tingkat konsumsi masyarakat akan buah pepaya meningkat apabila tersedia pepaya dengan kualitas yang memenuhi persyaratan konsumen baik dari konsistensi ukuran, bentuk, warna, tekstur, rasa dan aroma. Apabila ketersediaan buah pepaya yang berkualitas tercukupi maka daya beli masyarakat di dalam dan di luar negeri terhadap buah pepaya tersebut akan meningkat dan meningkatkan pendapatan negara. Varietas pepaya yang mempunyai warna daging kuning belum banyak berkembang di Indonesia karena mempunyai tekstur lunak, beraroma tidak harum dan tidak manis. Varietas pepaya berdaging kuning yang biasanya ditemukan di Indonesia antara lain pepaya lokal dengan tektur lunak dan rasa tidak manis sehingga konsumen kurang menyukainya. Pepaya Sari Gading mempunyai warna daging kuning dan tekstur keras tetapi tidak manis sehingga tidak cocok untuk konsumsi segar. Sumber : 1. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Volume 36 Nomor 3 Tahun 2014; Badan Litbang Pertanian 2. http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/114-inovasi-teknologi/618-pepaya-agri-solinda-daging-kuning-harum-dan-manis 3. http://pustaka.litbang.pertanian.go.id/berita.php?newsID=br20150421#.VYoNt1IwCx0 Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id