Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan mempunyai efek yang tidak baik terhadap struktur tanah, sehingga menyebabkan struktur tanah menjadi keras. Untuk memperbaiki strktur tanah bisa dilakukan dengan penggunaan pupuk organic. petani menggunakan pupuk kimia untuk mengolah sawahnya karena secara ekonomi, pupuk kimia lebih terjangkau dibandingkan dengan pupuk organik. Selain itu, pupuk organik dibutuhkan lebih banyak dan waktu yang dibutuhkan tanaman untuk menyerap nutrisi dari pupuk organik lebih lama karena tanaman menyerap nutrisi dalam bentuk ion. Pada pupuk kimia, nutrisi yang disediakan sudah berbentuk ion sedangkan pada pupuk organik, perlu adanya dekomposisi sampai terbentuk ion dan dapat diserap oleh tanaman. Selain itu, kurangnya pemakaian pupuk organik di kalangan petani adalah karena minimnya informasi tentang pembuatan pupuk organik padahal pupuk organik sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah dan dapat dibuat dengan memanfaatkan kotoran ternak seperti sapi, daripada dibuang begitu saja sebagai limbah dan mengotori lingkungan. Bahan yang dibutuhkan adalah kotoran sapi, jerami padi (cacah), EM4, dan terpal atau bahan lain untuk penutup. Berikut ini adalah bagaimana cara mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Buat perbandingan antara kotoran sapi dengan jerami padi, idealnya 60: Jadi, jika kotoran sapi yang digunakan adalah 60 kg, maka dibutuhkan jerami sebanyak 40 kg. Sebelumnya, aktifkan EM4 terlebih dahulu dengan larutan gula (3-4 sendok gula untuk 1,5 liter air) lalu tambahkan 2-3 sendok EM4, kocok dan biarkan semalaman. Campurkan kotoran sapi dengan jerami cacah dan aduk sampai merata, kemudian hamparkan campuran tersebut dan sirami secara perlahan dengan larutan EM4. Setelah itu, tutup campuran bahan tersebut dengan terpal dan beri beban di sekitar terpal agar tidak mudah terbuka. Proses pengomposan membutuhkan waktu sekitar 30 hari yang ditandai dengan suhu panas di permukaan bakal kompos. Selama waktu ini, Anda dapat mengaduk-aduk bahannya 3 hari sekali untuk membantu proses aerasi. Tanda pengomposan sudah selesai adalah saat suhunya tidak tinggi lagi. Pupuk organik padat dari kotoran sapi siap untuk digunakan! Sumber: myveganexperiment.com, ilmubudidaya.com