Pertanian merupakan ujung tombak dalam peningkatan kualitas bangsa. Tidak dapat dipungkiri bahwa hasil di bidang pertanian adalah sumber pemenuhan kebutuhan dari gizi masyarakat. Mulai dari sandang, pangan dan bahkan papan. Pertanian yang dimaksudkan disini adalah pertanian secara umum dimana di dalamnya termasuk perkebunan, peternakan, hortikultura dan tanaman pangan. Dari hasil pertanian inilah semua kebutuhan gizi masyarakat dapat dipenuhi. Untuk itu kita semua berharap semua pihak dapat ikut serta berperan dalam pengembangan pertanian tersebut. Hal inilah yang telah dibuktikan oleh pemerintahan Nagari Balai Gurah Kecamatan Ampek Angkek yang berkomitmen dalam mendukung pengembangan pertanian di nagari ini. Bapak Andrino SH adalah Walingari Balai Gurah yang telah aktif dalam dunia pertanian. Nyiak Wali, begitulah sapaan akrab dari setiap orang yang ingin memanggil beliau. Nyiak Wali Andrino, SH yang dilantik menjadi walinagari tahun 2017 lalu merupakan walinagari di Kecamatan Ampek Angkek yang telah menganggarkan dana untuk kegiatan pengembangan pertanian di nagari yang beliau pimpin. Melalui Dana Desa yang beliau terima, bersama dengan perangkat nagari dan Bamus serta pihak lainnya berupaya memasukkan kegiatan pengembangan pertanian ini dalam rencana kegiatan nagari. Dana yang beliau anggarkan berupa pekerjaan fisik baik jaringan irigasi dan lainnya yang berhubungan dengan pertanian. Selain itu, peningkatan SDM petani juga beliau pikirkan dengan menggarkan dana untuk kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani. Kegiatan pelatihan ini sudah diadakan sejak tahun 2018 yang lalu, dimana pada tahun lalu tema yang dibahas adalah mengenai ‘Manajemen Kelompok Tani dan Pengelolaan UPJA serta Budidaya Padi Salibu’. Melalui kesepakatan dengan petani selaku peserta pelatihan tahun lalu, untuk tahun 2019 ini mengangkat tema ‘ Pembuatan Pupuk Kompos’. Tema ini sengaja dibahas karena kondisi lahan yang mulai kritis akibat pemakaian bahan kimia yang berlebihan oleh para petani. Di samping mengadakan pelatihan, walinagari juga membagikan bantuan berupa alat-alat pertanian di setiap kegiatan pelatihan. Untuk tahun ini alat pertanian yang dibagikan adalah pembuat kompos cair yaitu ‘komposter’. Komposter yang dibagikan oleh nagari ini merupakan hasil karya dari PPS (Penyuluh Pertanian Swadaya) Kecamatan Ampek Angkek. Kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 Desember 2019 bertempat di aula kantor Nagari Balai Gurah dengan menghadirkan peserta pelatihan yang berasal dari perwakilan seluruh kelompok tani yang ada di Nagari Balai Gurah yang berjumlah 16 (enam belas) kelompok tani. Dalam pelatihan ini mengundang narasumber dari BPP Kecamatan Ampek Angkek, POPT dan Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Bukittinggi serta PPS Kecamatan Ampek Angkek. Berikut adalah susunan materi yang telah diberikan oleh narasumber pelatihan : Pembuatan Kompos Jerami Materi pembuatan kompos jerami ini disampaikan oleh PPL dari BPP Kecamatan Ampek Angkek. Dalam materi ini dibahas mulai dari bahan dan cara pembuatan kompos serta manfaat dari kompos ini. Selain penjelasan teori keilmuan, peserta pelatihan juga diajak mempraktekkan cara pembuatan kompos jerami ini. PGPR Dalam penyampaian materi PGPR (Plant Growh Promoting Rhizobakteri) ini telah dijelaskan asal penemuan dari PGPR ini serta manfaatnya bagi tanaman. Berbeda dengan kompos yang sudah pernah dibuat oleh sebagian petani, kalau PGPR adalah informasi baru yang didapat petani. Sehingga dalam penyampaian materi ini para peserta cukup antusias dalam berdiskusi. Trichoderma Masih berhubungan dengan kompos yaitu salah satu dekomposer dalam pembuatan kompos jerami adalah trichoderma. Penyampaian materi trichoderma disampaikan oleh POPT dan praktek pembuatan trichoderma didampingi oleh kepala Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman. Teknis Pemakaian Komposter Pelatihan ini juga melibatkan PPS yang berada di Kecamatan Ampek Angkek. Pada kesempatan ini PPS menyampaikan cara pemakaian komposter yang merupakan hasil karya sendiri. Pada acara penutupan kegiatan pelatihan ini, Walinagari menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan peserta pelatihan satu buah komposter yang disaksikan oleh semua peserta dan narasumber. Dalam penutupan acara ini, Walinagari berpesan supaya komposter ini dapat dimanfaatkan oleh petani dan dapat dipelihara sehingga bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. Dan kita semua berharap semoga kegiatan pelatihan ini bisa tetap dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya sehingga transfer ilmu dan teknologi pertanian dapat disampaikan secara merata kepada seluruh petani yang tergabung dalam kelompok tani. Selaku PPL kami mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada nagari yang turut berperan aktif dalam kegiatan pertanian. (Wira Nofalia, STP. Penyuluh Pertanian Nagari Balai Gurah Kec. Ampek Angkek Kabupaten Agam)