Loading...

Peran Dan Fungsi Bpp Lasalepa

Peran  Dan Fungsi Bpp Lasalepa
Menurut Hariadi (2015) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) merupakan center of extension memegang peranan penting dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian karena menjadi pusat kegiatan baik bagi penyuluh pertanian, swadaya maupun swasta. Fungsi dan peran BPP dikembangkan untuk mencapai harapan yang diinginkan, yaitu swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Peran dan fungsi BPP adalah penyusunan program penyuluhan, menyediakan dan menyebarluaskan informasi dan teknologi, memfasilitasi pengembangan kelembagaan petani, memfasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh dan petani, melaksanakan proses pembelajaran melalui percontohan dan pengembangan model usaha tani bagi pelaku utama dan usaha untuk mendukung program swasembada pangan serta sebagai tempat pertemuan para penyuluh, pelaku utama dan usaha. BPP Lasalepa sebagai salah satu BPP di Kabupaten Muna Merupakan pusat simpul koordinasi pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian di wilayah kecamatan Lasalepa. BPP Lasalepa juga mengemban tugas dalam rangka menyelenggarakan danemfasilitasi kegiatan penyuluhan. BPP Lasalepa juga berfungsi untuk memfasilitasi percontohan, BPP sebagai tempat pertemuan dan sebagai tempat pengembangan kelembagaan petani. BPP Lasalepa berperan untuk memfasilitasi percontohan terbukti dengan diadakannya penanaman jagung kuning di lahan percontohan BPP Lasalepa. Di lahan ini pada musim tanam Oktober- Maret 2019 lalu, tepatnya pada bulan November dilakukan penanaman jagung kuning varietas bisi 2 dengan melakukan 2 kali pemupukan yaitu pada usia 12 hst dengan urea + Sp 36 juga dilakukan pemupukan susulan pada usia 35 hst dengan menggunakan pupuk urea, pengairan yang cukup tanpa adanya serangan hama dan penyakit yang berarti, telah berhasil panen pada pertengahan bulan Maret dengan kisaran 6 ton/ ha. Selanjutnya pada periode tanam April-September 2019 baru-baru ini, BPP Lasalepa melakukan percontohan di lahan BPP dengan menanam jagung kuning varietas bisi 228. Tepatnya awal penanaman dilakukan pada pertengahan bulan Mei dengan perlakuan yang sama dengan varietas bisi 2 didapatkan hasil panen sebesar 4 ton/ha.Terdapat perbedaan hasil panen yang signifikan dari ke-2 varietas ini. Jagung kuning varietas bisi 2 menghasilkan biji jagung yang lebih padat berisi dibandingkan jagung kuning varietas bisi 228. Dengan dilakukannya percontohan di lahan BPP Lasalepa diharapkan masyarakat petani di Kecamatan Lasalepa dapat melihat langsung dan belajar cara pembudidayaan jagung kuning sehingga dapat memotivasi dan meningkatkan kemauan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan tanaman jagung kuning. Laselepa, Desember 2019 Penyuluh Pertanian Desa Labunti Kecamatan Lasalepa Ummy Kalsum, SP