Loading...

Peran Penyuluh Dalam Optimalisasi Alsintan Di Kelompok Tani

Peran Penyuluh Dalam Optimalisasi Alsintan Di Kelompok Tani
Peran strategis mekanisasi pertanian melalui alsintan adalah proses menjadi lebih cepat, dengan pemanfaatan alsintan lebih menguntungkan karena dapat menghemat waktu pengolahan tanah, menekan biaya produksi dan masa tanamnya bisa lebih cepat, sehingga dalam satu tahun bisa dua atau tiga kali tanam. Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) di lokasi yang sesuai dapat menekan ongkos produksi , mengefektifkan waktu yang digunakan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan yang cukup tinggi. Kelebihan alsintan ini juga perlu menuntut prasyarat kelengkapan dan kesiapan kelembagaan dan sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan itu sendiri. Kelompok tani sebagai penerima manfaat dari alsintan ini haruslah di persiapkan dan dibimbing agar dapat memaksimalkan Alsintan yang diterimanya sehingga dapat meningkatkan daya saing dan perbaikan kesejahteraan petani. Penyuluh pertanian sebagai salah satu petugas fungsional dalam lingkup SDM pertanian merupakan mitra terdepan yang berhubungan langsung dengan petani. Dalam tugasnya penyuluh pertanian diharapkan dapat membantu dan mendampingi pelaku utama meningkatkan produktivitas usahataninya demi mencapai kesejahteraan. Salah satu bentuk pendampingan yang dapat dilakukan penyuluh adalah pengoptimalan alsintan dalam rangka meningkatkan produksi pertanian pada Kelompok Aneka Tani Desa Waefusi Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan yang diketuai oleh Zainal Ringwulo. Peran penyuluh pertanian dalam optimalisasi alsintan pada kelompok tani dimulai dengan pendampingan agar petani melaksanakan percepatan tanam. Alsintan yang ada digunakan dengan tujuan mempercepat pengolahan tanah, dalam rangka efisiensi usaha tani. Dengan pengoptimalan alsintan proses akan lebih efisien karena kebutuhan ongkos akan lebih rendah dibandingkan secara tradisional atau manual. Diposting oleh Norma Wael, S.P