Dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Wilayah kerja UPTPP/BPP Kecamatan Sikur selama ini telah difokuskan pada kegiatan-kegiatan penyuluhan pertanian guna mendukung empat ( 4 ) sukses pembangunan pertanian yaitu meliputi, Pencapaian swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan petani yang diwujudkan dalam berbagai program antara lain : Program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu ( GP-PTT ) Padi, Jagung dan Kedelai; Sekolah Lapang Pengendalian Hama/Penyakit Tanaman ( SLPHT ) padi, kedelai maupun cabe; Pengembangan pupuk organik dan lain-lain.Di Wilayah kerja UPTPP/BPP Kecamatan Sikur, Program – program tersebut di atas telah menunjukkan hasil yang menggembirakan karena adanya beberapa faktor pendukung seperti kesesuaian agro ekosistem, prasarana dan sarana yang cukup memadai ( kios saprodi, pasar, lembaga keuangan, transportasi dll ), pelaku utama yang memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan teknologi yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha taninya, serta kegiatan pendampingan dan penyuluhan. Kegiatan pendampingan dan penyuluhan sangat penting dalam mengembangkan kemampuan petani, karena penyuluhan pertanian adalah merupakan suatu sistem pendidikan di luar sekolah yang tidak sekedar memberikan penerangan atau menjelaskan, tetapi biasanya untuk mengubah perilaku sasarannya agar memiliki pengetahuan yang luas. Disamping itu juga memiliki sifat progressif untuk melakukan perubahan dan inovatif terhadap sesuatu (inovasi baru) serta terampil melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi peningkatan produktifitas, pendapatan atau keuntungan, maupun kesejahteraan keluarga dan masyarakat.Salah satu kegiatan yang mendorong peningkatan produktifitas pajale di kecamatan Sikur adalah kegiatan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT). Dalam GP-PTT ini petani dapat belajar langsung di lapangan melalui pembelajaran dan penghayatan langsung (mengalami), mengungkapkan, menganalisis, menyimpulkan dan menerapkan (melakukan/mengalami kembali), menghadapi dan memecahkan masalah-masalah terutama dalam hal teknik budidaya dengan mengkaji bersama berdasarkan kondisi spesifik lokasi. Melalui penerapan GP-PTT, petani akan mampu mengelola sumberdaya yang tersedia secara terpadu dalam melakukan budidaya di lahan usahataninya yang spesifik lokasi sehingga petani menjadi lebih terampil serta mampu mengembangkan usahataninya dalam rangka peningkatan produktifitas. Melalui GP-PTT diharapkan petani/kelompok tani nantinya akan mampu mengambil keputusan atas dasar pertimbangan teknis dan ekonomis dalam setiap tahapan budidaya usahataninya serta mampu mengaplikasikan teknologi secara benar sehingga meningkatkan produksi dan pendapatannya. Dari data 2 tahun terakhir untuk kecamatan Sikur menunjukan adanya peningkatan produktivitas dimana untuk komoditas padi, dari 61,3 Kwt/Ha menjadi 62,8 Kwt/Ha. laju peningkatan produktivitas mencapai 1,5% per tahun dan luas panen meningkat rata-rata 2,26 % per tahun, hal ini menunjukan arah pencapaian swasembada pangan padi. Begitu pun juga dengan komoditas pangan lainnya. Peningkatan produktifitas ini tidak terlepas dari petani sebagai pelaku utama yang memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan teknologi yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha taninya, termasuk kegiatan pendampingan dan penyuluhan. Peranan penyuluh sangatlah penting dalam melakukan perubahan terhadap perilaku petani lebih-lebih terhadap sesuatu yang baru, serta terampil melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi peningkatan produktifitas, pendapatan atau keuntungan, maupun kesejahteraan petani.Penyuluhan pertanian telah memainkan peranan penting dalam peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Lombok Timur khususnya di kecamatan Sikur. Penyelenggaraan penyuluhan pertanian akan berjalan dengan baik apabila ada persamaan persepsi antara penyuluh dan petani serta pihak -pihak yang berkepentingan. Penyuluhan pertanian yang dilaksanakan secara bersama oleh pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan, harus jelas memiliki keserasian dan persamaan tujuan antar susunan pemerintah tersebut, sehingga akan mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang dihadapi petani selama ini. Karena petani merupakan subjek utama yang menentukan kinerja produktivitas usahatani yang dikelolanya. Secara naluri petani menginginkan usahataninya memberikan manfaat tertinggi dari sumber daya yang dikelola. Produktivitas sumber daya usahatani sangat tergantung pada teknologi yang diterapkan, sehingga kemampuan dan kemauan petani dalam menggunakan teknologi yang didorong oleh aspek sosial dan ekonomi merupakan syarat mutlak tercapainya usaha pengembangan pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas di suatu daerah.Proses penyelenggaraan penyuluhan pertanian dapat berjalan dengan baik dan benar apabila didukung dengan tenaga penyuluh yang profesional, kelembagaan penyuluh yang handal, materi penyuluhan yang terus-menerus mengalir, sistem penyelenggaraan penyuluhan yang benar serta metode penyuluhan yang tepat dan manajemen penyuluhan yang polivalen. Dengan demikian penyuluhan pertanian sangat penting artinya dalam memberikan modal bagi petani dan keluargannya, sehingga memiliki kemampuan menolong dirinya sendiri untuk mencapai tujuan dalam memperbaiki kesejahteraan hidup petani dan keluarganya.Kedepan arah pembangunan menuju pada industrialisasi di bidang pertanian melalui pengembangan agribisnis yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Hal ini akan bisa diwujudkan dengan lebih dahulu menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas, terutama masyarakat pertanian, sehingga kesinambungan dan ketangguhan petani dalam pembangunan pertanian bukan saja diukur dari kemampuan petani dalam memanage usahanya sendiri, tetapi juga ketangguhan dan kemampuan petani dalam mengelola sumberdaya alam secara rasional dan efisien, berpengetahuan, terampil, cakap dalam membaca peluang pasar dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan dunia khususnya perubahan dalam pembangunan pertanian. Di sinilah pentingnya penyuluhan pertanian untuk membangun dan menghasilkan SDM yang berkualitas.Keberhasilan penyuluhan pertanian dapat dilihat dengan indikator banyaknya petani, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian yang mampu mengelola dan menggerakkan usahanya secara mandiri, ketahanan pangan yang tangguh, tumbuhnya usaha pertanian skala rumah tangga sampai menengah berbasis komoditi unggulan di desa. Selanjutnya usaha tersebut diharapkan dapat berkembang mencapai skala ekonomis. Semua itu berkorelasi pada keberhasilan perbaikan ekonomi masyarakat, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, lebih dari itu akan bermuara pada peningkatan pendapatan daerah.Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan penulis dalam tulisan ilmiah ini maka dapat disimpulkan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran pemberi motivasi dan fasilitas dalam upaya menggerakkan usaha petani dengan memberikan penyuluhan kepada petani akan pentingnya berusaha tani dengan memperhatikan kelestarian dari sumber daya alam. Peranan penyuluhan pertanian adalah membantu petani membentuk pendapat dan membuat keputusan yang baik dengan cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Penyuluh pertanian dituntut menyampaikan pesan yang bersifat inovatif yang mampu mengubah dan mendorong perubahan perilaku petani sehingga terwujud perbaikan mutu hidup. Dengan demikian peran penyuluhan pertanian sangat penting dalam memberikan informasi dan inovasi yang dapat menggerakkan motivasi petani sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan keluarga petani.