Banturung terletak di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Daerah ini merupakan salah satu penghasil sayur sayuran dan buah – buahan berkwalitas cukup baik. Pemasaran hasilnya sampai keluar kota, seperti Kasongan, Bukit Rawi dan Pulang Pisau, bahkan masih bisa bersaing dengan provinsi tetangga.Namun ada kalanya kwalitas dari komoditi-komoditi yang dipasarkan kurang baik sehingga harganya jatuh, salah satu penyebabnya adalah gangguan hama lalat buah seperti yang menyerang buah belimbing di salah satu kebun belimbing kelompok tani di Banturung. Belimbing-belimbing yang berukuran besar ini sangat manis dan harum membangkitkan selera, namun sayang kadang di temukan ada ulat atau larva di dalamnya.Hal ini sangat mengusik Petugas Penyuluh Pertanian setempat dan tergugah untuk melakukan pangamatan tentang lalat buah ini, karena yang di serang tidak hanya buah buahan tapi juga sayuran, jadi bagai mana caranya mengendalikan populasi lalat buah ini secara alami dan tidak merusak lingkungan. Maka di pilih cara yang paling aman dengan menggunakan bahan- bahan sederhana yang mudah ditemukan disekitar kita, yaitu :- Botol plastik bekas minuman ringan ukuran 1,5 liter, berwarna hijau dan transparan.- Larutan Antraktan Petrogenol 800 L, sebagai pengendali lalat buah. Dapat di beli di toko Pertanian atau toko SAPRODI.- Selotip- Tali rapia- Kawat kecil. Cara Membuat nya : Botol plastik yang bagian lehernya berbentuk kerucut dipotong kemudian dipasang kembali secara terbalik, bagian mulut botol menghadap ke dalam botol. Sebelum bagian sambungan di plester dengan selotip, tetesi dulu kapas yang sudah dipilin sebesar ibu jari dan sudah di ikat pada kawat kecil dengan larutan Antraktan Petrogenol 800 L sebanyak 0,25 ml sampai basah namun jangan sampai menetes, setelah sambungan botol sudah di plester perangkap lalat buah sudah bisa dipasang.Contoh cara penggunaan perangkap dan uji cobanya : Penyuluh memakai tiga komoditi dan tiga lokasi berbeda yang akan di pasangi perangkap yaitu di pohon belimbing, pohon karsen dan tanaman bawang merah masing masing 2 perangkap yaitu warna hijau dan transparan, jarak pemasangan perangkap bervariasi, tanaman bawang merah dengan pohon karsen sekitar 100 meter, jarak tanaman bawang dan pohon belimbing sekitar 200 meter begitu pula dengan ketinggian tempat pemasangan perangkap, untuk perangkap di pohon belimbing dan pohon karsen sekitar 2 meter dan di tanaman bawang merah sekitar 1 meter. Setiap 3 hari sekali selama 9 hari perangkap ini di buka untuk di hitung jumlah lalat buah yang terperangkap di didalamnya. Tiap kali selesai dihitung baik yang sudah mati atau yang masih hidup, lalat-lalat buah ini harus dibuang dikubur dalam tanah.Mengendalikan populasi lalat buah (Bactrocera sp) menggunakan perangkap Atraktan pada berbagai komoditas ternyata sangat efektif, terbukti :Di hari ketiga saja setelah pemasangan sudah banyak sekali jumlah lalat buah yang masuk perangkap, totalnya di perangkap warna hijau berjumlah : 86 ekor dan di perangkap transparan berjumlah : 134 ekor.Di hari ke enam setelah pemasangan, adalah puncaknya karena lebih banayak lagi lalat buah yang masuk perangkap, totalnya di perangkap warna hijau berjumlah : 110 ekor dan di perangkap transparan berjumlah : 179 ekor.Di hari ke sembilan setelah pemasangan, masih banyak yang terperangkap tapi agak berkurang dibanding dengan di hari ke enam, yaitu : di perangkap warna hijau berjumlah : 64 ekor dan di perangkap transparan berjumlah : 155 ekor. Kalau di lihat dari banyaknya jumlah lalat buah yang masuk perangkap selama 9 hari pemasangan, lebih banyak memilih masuk ke perangkap yang transparan di bandingkan yang berwarna hijau. Dengan mempergunakan perangkap Antraktan untuk pengendalian populasi hama lalat buah, di komoditas mana saja perangkap itu di pasang, bahkan di kebun bawang merah sekalipun yang tidak ada beraroma manis manisan seperti buah buahan dan sayuran, tetap saja perangkap perangkap itu di datangi oleh lalat buah karena lalat-lalat sebagian lebih tertarik kepada bau hormon lalat betina yang di gunakan di dalam perangkap Antraktan. Penulis : Wiwik Rahayu, SP (Penyuluh Pertanian Kota Palangka Raya ).Sumber Informasi : 1. Anonim, 2006a . Pedoman pengelolaan Hama Lalat Buah. Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura, Jakarta 49 h.2. Balitro, 2003 . Perangkap Lalat Buah. Warta Litbang. 25(3): 6-7.3. Hasyim, A.A. Boy, dan Y. Hilman. 2010. Respon Hama Lalat Buah Jantan terhadap Beberapa Jenis Antraktan dan Warna Perangkap di kebun petani. J.Hort. 20(2):164-170.