Loading...

PERANGKAP HAMA WERENG DAN WALANG SANGIT

PERANGKAP HAMA WERENG DAN WALANG SANGIT
Wereng dan walang sangit merupakan hama utama tanaman padi yang cukup berbahaya. Di wilayah Kota Probolinggo pada Musim Tanam I tahun 2017 terjadi serangan hama wereng yang menyebabkan penurunan produksi bahkan ada petani yang gagal panen. Hal ini cukup meresahkan para petani, karena hama ini sudah cukup lama tidak menyerang sejak ditemukannya varietas padi yang tahan wereng. Lain halnya dengan hama walang sangit, hama ini sudah sering ditemui oleh petani saat ujung umur tanaman padi. Dikarenakan hama ini sering menyerang, maka petani sudah hafal dan tidak kaget lagi dengan kekacauan yang dibuatnya. Berbagai penggunaan pestisida baik yang kimia maupun nabati, sudah diaplikasikan oleh petani untuk mengendalikan hama yang baunya tidak sedap tersebut. Hama wereng maupun walang sangit sangat menyukai bau-bauan yang tidak sedap. Sehingga kita bisa memanfaatkan keong mas atau kepiting untuk dijadikan umpan agar hama wereng dan walang sangit bisa ditangkap atau dikendalikan. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat alat perangkap hama tersebut cukup mudah didapat seperti botol bekas air miral, kawat, bambu serta umpan yaitu daging keong mas atau kepiting. cara pembuatan alat perangkap tersebut adalah sebagai berikut: Sediakan bahan-bahan seperti: daging keong mas atau kepiting, botol bekas air mineral ukuran 0,8 atau 1 liter, kawat, bambu dan deterjen. Buat lubang memanjang dengan ukuran 5-10 cm dengan lebar 3-5 cm pada dua sisi yang berlawanan bagian leher botol. Dalam membuat lubang, dipotong dari bawah ke atas setinggi 7-10 cm dari dasar botol dan jangan sampai putus dibagian atasnya. Bekas sayatan dilengkungkan keluar mengarah ke atas agar tidak terkena air hujan Pada tutup botol diberi lubang untuk memasukkan kawat sebagai tempat menggantungkan daging keong mas atau kepiting (umpan). Daging keong mas atau kepiting ditusukkan ke kawat seperti menusuk sate sebanyak 3-5 buah keong mas atau kepiting. Agar hama yang terperangkap cepat mati, maka di dasar botol diberi air sabun setinggi 5-7 cm. Gantungkan botol perangkap hama tadi pada bambu yang telah di pasang di lahan. Perangkap hama tersebut di pasang ketika tanaman padi mulai bunting sebanyak minimal 30 botol/ha dengan cara diikat pada tiang bambu dengan jarak 3-5 m. Semakin banyak botol yang dipasang, semakin banyak kemungkinan hama terperangkap. (Sofyan widodo/Penyuluh Pertanian Pelaksana Pemula).