Pemeliharaan sapi pada masa laktasi memerlukan kehati-hatian baik dari pakan, kesehatan dan kandang. Sapi yang sedang produksi sangat sensitif terhadap keadaan lingkungan sekelilingnya dan oleh sesuatu keadaan yang berubah ubah. Oleh sebab itu, untuk menjaga kelangsungan produksi susu tetap stabil, maka kegiatan pemeliharaan yang teratur dan menjadi kebutuhan sapi harus dilakukan secara pasti.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan Sapi masa laktasi, antara lain dalam hal : A. PEMBERIAN PAKAN Pemberian pakan sapi laktasi harus diperhitungkan dan disesuaikan dengan kebutuhan yang didasarkan atas hidup pokok, pertumbuhan dan produksi. Pemberian pakan secara individu pada Sapi laktasi di kandang atau milking parlor berubah mengarah ke sistem pemberian pakan yang baru. Meskipun metode yang lebih baru tidak seefektif pemberian secara individual, sistem ini lebih ekonomis daripada semua Sapi diberi sejumlah konsentrat yang sama tanpa memperhatikan produksi susu. B. PEMBERIAN AIR MINUMSebagian besar kebutuhan air bagi ternak ruminansia dipenuhi dari air dan selebihnya berasal dari ransum dan dari proses metabolisme yang terjadi pada tubuh ternak. Jumlah air yang diminum tergantung pada ukuran tubuh, temperature lingkungan, kelembaban udara dan jumlah air yang ada pada pakan. Air yang diperlukan seekor sapi sekitar 37-45 liter/hari. Sapi laktasi diberikan air minum secara ad-libitum yang diletakkan dalam bak air minum di samping bak pakan. Jumlah air minum dibutuhkan untuk menghasilkan 1 liter susu adalah 4 liter . Air minum yang dikonsumsi rata-rata per ekor adalah 47-50 liter. Air minum tersebut diperoleh dari sumur yang terdapat di dalam area peternakan. Air dari sumur dipompa dengan mesin pompa air dan disalurkan kedalam bak penampung air dengan menggunakan peralon. Dari bak penampungan air dialirkan ketiap-tiap kandang dengan peralon yang didesain pada tiap kandang. C. MANAJEMEN PERKAWINANSebaiknya sapi dikawinkan kembali 2-3 bulan setelah melahirkan untuk memberikan kesempatan pada tubuh untuk recovery tubuhnya. D. SANITASISanitasi kandang dilakukan dengan cara membersihkan tempat pakan dan tempat minum, feses serta sisa pakan yang tercecer pada lantai kandang. Lingkungan kandang yang bersih dimaksudkan agar Sapi tidak terserang penyakit dan susu yang dihasilkan tidak terkontaminasi oleh kotoran. Pemeliharaan kuku perlu mendapat perhatian. Pemotongan kuku dilakukan setiap enam bulan sekali. Pemotongan dilakukan agar posisi kedudukan sapi saat berdiri serasi. Kuku dipotong pada bagian lapisan tanduk pada telapak kaki sampai rata sehingga bobot sapi terbagi rata pada keempat kakinya. E. PERKANDANGANBangunan kandang sebaiknya diusahakan supaya sinar matahari pagi bisa masuk ke dalam kandang. Sebab sinar matahari pagi tidak begitu panas dan banyak mengandung ultraviolet yang berfungsi sebagai disinfektan dan membantu pembentukan vitamin D. Ukuran kandang induk laktasi yaitu lebar 1,75 m dan panjang 1,25 m serta dilengkapi tempat pakan dan minum, masing-masing dengan ukuran 80 x 50 cm dan 50 x 40 cm. Kandang yang baik mempunyai persyaratan, seperti lantai yang kuat dan tidak licin, dengan kemiringan 2-5º dan kemiringan atap 30º serta disesuaikan dengan suhu dan kelembaban lingkungan sehingga ternak akan merasa nyaman berada di dalam kandang serta letak selokan dibuat pada gang tepat di belakang jajaran Sapi. (AGUSTYA WIJAYANTO, SPt ----- PPL BPP Margoyoso) Sumber :Anonimus.1995. Petunjuk Beternak Sapi Potong dan Kerja. Kanisius.Yogyakarta.