Perawatan sayuran organik dalam pot atau polibag lebih mudah karena kesehatan pertanaman lebih mudah dan lebih terkontrol serta penularan penyakit lewat akar relatif tidak ada. Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan yaitu;1. Setiap hari tanaman diperiksa, jangan sampai ada hama atau penyakit. Bila dijumpai ada hama (misalnya ulat, kutu), hama tersebut diambil dan dimatikan dengan dipijit. Apabila ada tanaman yang terserang penyakit layu, sebaiknya tanaman segera dicabut dan medianya dibuang. Wadah penanaman dapat digunakan lagi dengan media dan tanaman yang baru dan sehat;2. Bila masih kelihatan kurang subur, tanaman dapat dipupuk dengan pupuk kandang atau kompos yang lebih matang;3. Bila tanah terlihat kering, tanaman dapat disiram; dan4. Untuk tanaman tomat, cabai, terung, dan tanaman lain yang menghasilkan buah, perlu diberi turus agar tanaman tidak roboh saat berbuah lebat. Perawatan dengan pestisida organikBertanam secara organik sangat erat hubungannya dengan pestisida organik, karena pestisida non organik (kimia) tidak boleh digunakan dalam bertanam sistim organik. Contoh beberapa pestisida organik yang berasal dari berbagai jenis tanaman yang digunakan oleh petani: 1. Pestisida Organik ala Organic Farming Centre No Jenis Tanaman Cara Pembuatan Hama yangdikendalikan1. Srikaya Biji ditumbuk dan dibuat tepung, lalu dicampur dengan air dan disaring, kemudian disemprotkan. Aphid, semut, dll.2. Sirsak Biji ditumbuk dan dibuat tepung, lalu dicampur dengan air dan disaring, kemudian disemprotkan. Aphid, semut, dll.3. Bunga Krisan Bunga kering digiling, lalu dicampur dengan lempung halus dan air. Bebagai jenis serangga4. Tembakau Rendam batang dan tulang daun dalam air selama 7 hari atau didihkan sebentar. Setelah dingin, disaring dan disemprotkan. Bebagai jenis serangga5. Cabai merah Dikeringkan, dijadikan tepung, lalu dicampur dengan air dan disemprotkan. Bebagai jenis serangga6. Daun kenikir Dua genggam daun + 3 bawang bombay direbus dengan air sekitar 15 liter, lalu didinginkan, disaring dan disemprotkan. Bebagai jenis serangga7. Kucai Seduh dengan air panas, lalu didinginkan dan disaring, baru disemprotkan. Mencegah embun tepung8. Sudu, sesudu Getahnya Berbagai jenis serangga 2. Pestisida Organik ala Yosomiharjo Sejak tahun 1994 sampai sekarang, Yosomiharjo menanam sayuran organik di desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Berdasarkan pengalaman, Yosomiharjo membuat pestisida organik sendiri. Pada dasarnya, pestisida organik tersebut dibuat dari ekstrak daun-daunan, terutama yang pahit direndam dalam air, lalu disemprotkan. Cairan tersebut juga dapat berfungsi sebagai pupuk daun. Ada tiga ramuan yang digunakan Yosomiharjo, yaitu;a. Ramuan ABahan-bahan yang digunakan bisa lebih dari satu jenis, seperti daun kumis kucing, daun mangkokan, daun ginseng, daun sirsak, daun bunga matahari, daun ketepeng kebo, daun sampang, daun kelor, daun dan buah mengkudu, daun johar, umbi gadung, daun awar-awar, daun senggugu, daun mindi, buah lerak, daun tuba, buah dan daun mahoni, buah dan daun pepaya, dll (masing-masing sebanyak satu genggam besar). Bahan-bahan tersebut tidak harus ada semua, tetapi semakin banyak bahannya, semakin baik hasilnya. Bahan tersebut direndam dalam drum ukuran 200 liter dengan air kira-kira 100 liter, lalu ditambah garam 0,05 kg, kapur 1 kg, dan pupuk kandang 5 kg. Semua bahan tersebut diaduk merata, lalu dibiarkan selama 2-4 minggu. Bila akan digunakan, ambil 1 liter cairan rendaman tersebut, lalu disaring dan dicampur (diencerkan) dengan 9 liter air. b. Ramuan BKunyit sebanyak 1 kg diparut (diblender), dimasukkan dalam 10 liter air, lalu didiamkan beberapa minggu. Bahan ini kemudian dicampur dengan ramuan A dengan perbandingan 1:2. Bila akan digunakan, campuran tersebut diencerkan dengan perbandingan 1 bagian air bahan: 5 bagian air bersih, kemudian disemprotkan. c. Ramuan CBubur tepung belerang sebanyak 100 g ditambah 100 g bubur kapur, direbus dalam 2 liter air. Kemudian, bahan disaring dan cairannya dicampur dengan 1 liter Ramuan B, 2 liter Ramuan A, dan 5 liter air bersih. Ramuan ini dapat dipergunakan untuk mengahlau tikus, walangsangit, belalang, kumbang kayu, lalat dll. Pisang yang terserang penyakit layu dapat diberi campuran ramuan A, B, dan C serta ditambah tepung belerang (bubur belerang). Pemberiannya lewat bonggol (pangkal) pisang yang telah dilubangi. Dengan pemberian ini, anakan pisang akan sehat, tidak terserang penyakit lagi. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan