Tujuan pemberian air adalah memberikan kecukupan air bagi pertumbuhantanaman jagung manis untuk mengganti air yang hilang akibat penguapan,hanyut, air yang meresap kedalam tanah ( infiltrasi), air aliran permukaan ( run-off) dan lainnya, sehingga pertumbuhan dan proses produksinya optimal. Sedangkan pada musim penghujan dimana air melimpah diperlukan system drainase sehingga akar tanaman tidak tergenang air terlalu lama yang bisa mengakibatkan tanaman mati. Penambahan unsur hara ke dalam tanah apabila kandungan unsur hara dalam tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman jagung secara optimal, tujuan pemberian pupuk organic kedalam tanah yaitu untuk memperbaiki tekstur dan struktur tanah. Pupuk pelengkap cair digunakan untuk mengatasi kekurangan jumlah unsur hara mikro yang diperlukan tanaman.Waktu aplikasi pupuk dilakukan pada awal penanaman dan pemupukan kedua dilakukan pada saat awal keluarnya bunga betina, pupuk ditugalkan/dibenamkan kedalam tanah diantara tanaman jagung kemudian ditutup lagi dengan tanah agar tidak menguap keudara. Pemupukan berimbang dan spesifik lokasi, jenis dan takaran pupuk yang digunakan berdasarkan tingkat kesuburan tanah setempayt dan kebutuhan tanaman.Untuk mengetahui status hara tanah dapat digunakan alat Perangkat Uji Tanah Kering ( PUTK ), sedangkan jumlah kandungan unsur hara dilakukan melalui uji tanah di laboratorium.Penggunaan pupuk, baik takaran maupun waktu pemberian perlu disesuaikan dengan umur dan fase pertumbuhan tanaman. Dosis pupuk tanaman jagung dapat direkomendasikan sebagai berikut ;(1) Urea = 300 Kg/ha diberikan 25% pada waktu tanaman 7-10 hst,50% pada waktu ytanaman berumur antara 28-30 hst dan 25% pada waktu berumur antara 40- 45 hst. (2) SP-36 dengan takaran sebesar 100 kg/ha diberikan seluruhnya saat tanaman berumur 7-10 hst. Dan (3) KCl dengan dosis pemberian 50 kg/ha dengan cara diberikan separuh saat tanaman berumur 7-10 hst sisanya berumur 28- 30 hst. Pupuk ZA hanya diberikan jika dari hasil analisis tanah kekurangan unsur sulfur (S),penyiraman dilakukan saat musim kemarau dimana tanaman kekurangan air dengan menyirami pangkal batang tanaman dengan gayung untuk penghematan air. Pada musim penghujan system pembuangan air (drainase) diatur supaya aliran air berjalan dengan lancer dan tidak merusak perakaran tanaman jagung. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno, MSBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor, 16114Email : ksoehardi@yahoo.comSumber : Bercocok tanam Jagung Manis,2010 Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung,2012