PERBAIKAN TANAH SEBAGAI FONDASI MENUJU PERTANIAN ORGANIK I. Pendahuluan a. Latar belakangTidak dapat dipungkiri bahwa tanah memiliki peranan penting dalam menopang kehidupan umat manusia. Makanan yang kita makan selama kehidupan, rumah yang kita bangun dan tempati, jalan yang kita lalui semua di topang oleh tanah. Dalam dunia pertanian, tanah bahkan sering di ibaratkan sebagai ibu pertiwi. Tanah adalah dasar dari semua pertanian, terlebih bagi pertanian berkelanjutan tanah merupakan hal yang harus diperhatikan. Dalam kesempatan ini kami mencoba menggali permasalahan yang selama ini hampir terabaikan dan bahkan hanya diambil atau dikenyam hasilnya dan tidak pernah terpikirkan untuk memperhatikan. Sebenarnya ini merupakan pilar kehidupan bagi kita yaitu kehidupan mikroorganisme dan hewan – hewan lain yang ada didalam tanah, yang keberadaannya sangat mempengaruhi struktur serta kesuburan tanah itu sendiri, selain itu kita juga akan membicarakan kandungan bahan organic dalam tanah yang mendukung kehidupan para penghuni tanah tersebut.Lahan pertanian kini makin terancam. Sistem budidaya pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan cenderung mengeksploitasi tanah sangat berlebihan akibat penggunaan pupuk kimia. Pemanfaatan tanah untuk berbagai usaha Agribisnis mengakibatkan setiap jengkal lahan yang diusahakan selalu terjadi perpindahan sejumlah material dalam jumlah yang tidak sedikit. Demikian pula, budidaya pertanian. Hasil panen yang diangkut dari lahan budidaya mengakibatkan material terbawa keluar dari area tersebut. Pada pertanaman padi (biii-bijian) terjadi pemindahan material keluar dari lahan tersebut dalam bentuk gabah (GKG) paling tidak 4.6 ton. Apabila luasan pertanaman padi 11.8 juta hektar sekarang, maka akan mengakibatkan perpindahan material sebesar 54.6 juta ton setiap panen. Jika satu truk dapat memuat l0 ton, maka material yang hilang setara dengan 5.6 juta truk. Apabila kesadaran atas tanah sebagai sumber kehidupan ini tertanam di setiap orang, diyakini segala bentuk usaha pemanenan hasil-hasil tanah sudah diimbangi dengan pengembalian material yang terbawa. Belajar dari kenyataan, rendahnya tingkat kepedulian ini, upaya pengembalian material terbawa perlu lebih digalakkan Apabila dalam area pertanian sawah dalam sekali panen menghasilkan 4-6 ton gabah/ hektar, maka pemberian kompos atau pupuk kandang sebanyak 2 ton saia, sudah sangat membantu penyehatan tanah paling tidak 50%.Menggantungkan pupuk pabrikan akan semakin sulit di waktu yang akan datang. Kesulitan subsidi, distribusi, dan berbagai permasalahan industri, sama sekali tidak bijak bertahan mengandalkan pupuk pabrikan.Namun demikian, alternatif lain dapat dilakukan dengan jalan merancang program pembangunan pertanian yang disertai menyelesaikan masalah kualitas lingkungan dapat dilakukan dengan mengolah sampah organik terutama sampah menjadi kompos. b. Tujuan - Memperkenalkan kepada umat manusia arti tanah bagi kehidupannya- Memperkenalkan kepada para petani khususnya akan fungsi tanah dan kehidupan hewan dalam tanah- Mengingatkan umat manusia akan lingkungan yang semakin rusak- Mengingatkan bahwa tanah merupakan titipan Sang Maha Pencipta untuk dipelihara c. Metode/Cara Pengembalian Kondisi Lahan Pertanian• Dengan mengembalikan bahan organic ke lahan pertanian, ini merupakan cara yang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh para petani salah satu contoh jerami jangan keluar dari lahan harus dikembalikan• Pemberian pupuk kandang baik kotoran sapi, kambing, ayam, tapi perlu diingat pupuk tersebut perlu adanya perlakuan menjadi kompos/bukashi sehingga tidak akan menimbulkan resiko pada lahan pertanian. Sudah banyak produk-produk untuk membuat kompos bahkan sekarang sudah banyak dengan penambahan mikroba- mikroba tertentu dalam kompos yang kesemuanya akan berguna bagi kelangsungan lahan pertanian• Pemberian atau penambahan pasukan berbagai bakteri tanah dengan berbagai bakteri tanah yang berfungsi sangat cepat. • Ada beberapa bakteri yang sangat berperan dalam kelangsungan lahan pertanian :Bakteri Berfungsi Actinomycetes Mendominasi tempat sehingga bakteri/ jamur merugikan tidak dapat berkembang Bacillus Membunuh bakteri/ jamur yang merugikan Bacillus ; Actinomycetes Menghasilkan antibotik sehingga melindungi akar dari bakteri/ jamur merugikan Aspergillus ; Azotobacter ; Lactobacillus ; Pseudomonas Membuat tanah menjadi berpori dan berongga sehingga sirkulasi udara lebih baik Saccharomyces ; Yeast Menghancurkan sisa – sisa tanaman sebagai tempat hidup bakteri/ jamur merugikan Melarut unsur P dan K dalam tanah Dan masih banyak bakteri lain yang ada• Pemberian/aplikasi berbagai produk pembenah tanah yang sudah banyak beredar di pasaran yang sekarang ini sudah cukup banyak di jual. Namun petani harus selektif untuk memilihNamun semua itu tidak terlepas dari masyarakat petani itu sendiri akan kesadarannya untuk memelihara lahan pertanian yang dimiliki Praktik pertanian terakit pertanian organik yang bisa menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan adalah sebagai berikut :a. Mengurangi pemakaian kimia (pupuk kimia, pestisida, herbisida, insektisida)b. Memulihkan lahan yang terlanjur rusakc. Menanam tanaman yang membantu proses fiksasi Nd. Pemberian pupuk kandang atau kompose. Penerapan rotasi tanamanf. Penggunaann tananam penutup tanah dan pupuk hijau II. Harus diingat1. Tanah sebagai ibu2. Tanah bukan benda mati3. Tanah merupakan titipan Tuhan YME maka perlu di jaga4. Dan tanah yang baik, tanaman – tanamannya tumbuh subur dengan se izin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman – tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda- tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur (Surat Al A'RAAF ayat 58 )