Kenapa harus melalui seleksi Introduksi (banyak petani yang kurang cocok) yakni usaha sadar mendatangkan tumbuhan baru kedalam lingkungan baru Persilangan (petani belum trampil) Seleksi (mudah dilaksanakan) Memilih tanaman, buah, biji yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan identitas varietas Membuang tanaman, buah, biji yang tidak sehat, cacat dan atau menyimpang dengan identitas varietas 1. Prosedur yang harus dilalui; Memilih tanaman, buah, biji yg sehat dan tidak cacat Benih hasil seleksi dari lapang, ditanam dalam screen dgn teknik budidaya yg optimal Buah/benih hasil seleksi dr rumah kasa, ditanam kembali dalam rumah kasa Penanaman dalam rumah kasa dilakukan 3-4 periode sambil dilakukan seleksi sampai didapatkan hasil buah sesuai dgn identitas varietas (yg dikehendaki petani) Setelah didapatkan hasil yg stabil, benih ditanam di lahan untuk diperbanyak.z Kapan diseleksi KECAMBAH (+ 7 hari setelah dikecambahkan): kecambah yg pertumbuhannya abnormal VEGETATIF (30 - 40 hst): tipe percabangan, tinggi tanaman, bentuk daun, tanaman terserang penyakit BERBUNGA (45 – 60 hst): warna bunga, kedudukan bunga, jumlah bunga per ruas, umur berbunga, tanaman terserang penyakit BERBUAH (70 – 90 hst): warna buah muda, buah matang, kedudukan buah, bentuk buah, tanaman terserang penyakit SAAT PANEN: buah yg besar dan bentuk tidak sesuai dng identitas varietasnya serta terserang hama penyakit SAAT PROSESING: membuang biji kecil, cacat dan terapung saat pencucian. ISOLASI mengatur jarak antar varietas: Jarak : Mengatur jarak antara varietas yg satu dng yg lain, minimal 500 m Waktu Tanam: menghindari waktu berbunga bersamaan antara varietas satu dng yg lain, minimal 75 hari Bunga/Tanaman: menutup bunga terpilih dng kantong kertas minyak atau memberi tanaman dng kurungan yg terbuat dari kasa nyamuk Tempat: setiap varietas ditanam tersendiri di dalam rumah kasa/rumah kaca Barrier Tanaman: setiap varietas, di sekeliling ditanami jagung sebanyak 6 – 12 baris dng jarak tanam 10 x 20 cm. setiap 1000 m2 tanaman diisolasi Panen Buah benih Tingkat kemasakan buah, 70 – 90% berwarna merah Ukuran dan bentuk buah seragam Buah sehat, bentuk normal, tidak cacat maupun terserang hama penyakit Prosesing Benih Memilih buah masak dari tanaman sehat, berbuah lebat, seragam, bebas OPT Potong kedua ujung buah + 2 cm, belah membujur Rendam dalam air selama 3 – 4 hari Biji dicuci, yang terapung dibuang Celupkan biji ke dalam larutan Redomil Biji dikering-anginkan sampai k.a 6 – 9% Biji keriput dan hitam dibuang Mengemas biji kering dalam kantong plastik, disimpan ditempat kering dan bersuhu rendah Pembibitan: Rendam benih dlm air hangat (50oC) semalam atau larutan Previcur N (1 ml/l air) 1 jam Membuang biji mengambang Sebar benih pada media pesemaian (tanah halus dan pupuk kandang 1:1), sudah disterilkan (Furadan 2 sendok makan per 10 kg media campur), ditutup tanah halus Menutup pesemaian dg kasa nyamuk Membuat atap bedengan rumbia/jerami/plastik Atap menghadap ke timur, cukup sinar pagi Menyiram 2 hari sekali Memindahkan kecambah ke polibag kecil, berisi media steril Menyiram 2 hari sekali dan disiang Semprot fungisida dan insektisida 0,1 – 0,2%, 3 hari sekali Umur + 20 hari atau telah berdaun 3 – 4 helai bibit siap tanam. Penanaman Penanaman dilakukan dalam rumah kasa Tanah dicangkul sampai gembur sedalam 30 cm, 10 – 15 hari sebelum tanam Membuat bedengan lebar 100 – 120 cm, parit antar bedengan 40 – 50 cm, tinggi 40 – 50 cm Pengapuran (dolomit) bila pH tanah < 6,5 Penaburan pupuk kandang secara merata pada bedengan sebanyak 20 – 30 t/ha Membuat lubang tanam dengan jarak tanam (50 – 70 cm) x (40 – 60 cm) sedalam + 10 cm Bibit masukkan ke lubang tanam, ditutup tanah Dilakukan penyiraman Pengairan Pengairan saat pertumbuhan vegetatif sebanyak 200 ml tiap 2 hari sekali Pengairan saat pembungaan dan pembuahan sebanyak 400 ml tiap 2 hari sekali Pemasangan Ajir Ajir menggunakan bambu belahan atau ranting kayu Dipasang 10 cm dari pangkal batang, sebelum tanaman umur 1 bulan Batang tanaman diikat pada ajir dengan tali rafia Pengikatan diulang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Pemupukan Urea 150 – 200 kg, ZA 450 kg, TSP 250 kg, KCl 200 kg Pupuk dasar (TSP dan separuh KCl) serta dolomit, sehari sebelum tanam Pupuk Urea, ZA diberikan 3 kali (2, 4 dan 6 minggu) Sisa KCl ,4 minggu Pedoman pupuk anjuran lain 800 – 1000 kg NPK/ha sebagai pupuk dasar 200 – 300 kg NPK/ha sebagai pupuk susulan (secara kocor) Panen Pertama kali umur 90 hari, 1 minggu sekali, + 15 kali panen Menghamparkan hasil panen di tempat teduh + 2 jam (curing) untuk memaksimalkan pembentukan dan kestabilan warna Sortasi (bentuk) dan grading (ukuran). Penulis : Galih Suroko (THL-TB, Kec. Semanding)