Loading...

PERBANYAKAN BAKTERI PAENIBACILLUS POLYMYXA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI PETANI

PERBANYAKAN BAKTERI PAENIBACILLUS POLYMYXA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI PETANI
Salah satu kegiatan penyuluhan yang dilakukan di Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang dalam rangka persiapan awal musim tanam rendeng tahun 2018 adalah dengan melakukan pendekatan penerapan teknologi pertanian pada kelompok tani sebagai dampak iklim yang tidak dapat dipastikan sehingga berbagai macam organism pengganggu tanaman muncul. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan praktek perbanyakan bakteri paenibacillus polymyxa sebagai penanggulangan penyakit, diantaranya hawar daun/kresek dan blast pada tanaman padi. Hal ini dilakukan mengingat Kecamatan tegalwaru merupakan salah satu wilayah yang endemis dengan penyakit kresek dan blast.Sebagian besar petani mengenal penyakit kresek dan blast dengan berbagai istilah lokal setempat, sehingga perlu adanya persamaan persepsi sehingga petani paham dan dapat meningkatkan sumber wawasan sehingga dalam penanggulangannya menggunakan agen pengendali hayati . Praktek perbanyakan bakteri ini sekaligus sebagai media pembelajaran bagi petani untuk meningkatkan wawasan agar tidak terpaku pada kebiasaan masyarakat tani yang bergantung pada pestisida kimia. Dengan diadakannya kegiatan penyuluhan dengan praktek perbanyakan bakteri ini diharapkan petani dapat mengubah paradigma dimana untuk menghasilkan tanaman yang sehat tidak perlu mengeluarkan biaya produksi yang tinggi dengan membeli berbagai produk kimia, karena petani dapat secara mandiri membuat berbagai macam penanganan secara hayati yang ramah lingkungan, minim biaya, dan mudah dibuat karena bahan pembuatan pun dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan sekitar sebagai pestisida hayati.Petani sangat antusias melakukan praktek yang dimulai dengan membuat larutan ekstrak kentang gula (EKG) sebanyak 20 liter. Penyusunan alat perbanyakan pun dilakukan secara bersama-sama antara kelompok tani, penyuluh dan petugas OPT di Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang. Namun demikian, masih diperlukan adanya pengawasan dan pendampingan sehingga perbanyakan dan penggunaan pestisida hayati ini dapat dilakukan dengan tepat. Semoga semakin banyak petani yang menyadari akan pentingnya pengelolaan budidaya tanaman berbasis PHT (Pengendalian Hama Terpadu) sehingga penggunaan pestisida kimia dan penggunaan pupuk berlebih dapat diminimalisir.