Loading...

PERBANYAKAN BAKTERI PEMACU TUMBUH

PERBANYAKAN BAKTERI PEMACU TUMBUH
Masalah kegagalan panen dalam budidaya tanaman adalah adanya gangguan yang disebabkan adanya organisme pengganggu tanaman ( OPT ). Untuk mengatasi gangguan organisme pengganggu tanaman petani masih tergantung dengan penggunaan pestisida kimia yang sebenarnya dapat menimbulkan masalah baru seperti kekebalan hama , residu bahan kimia ,pencemaran lingkungan sampai masalah kesehatan konsumen. Ada cara penanggulangan organisme pengganggu tanaman yang aman dan ramah lingkungan yang dapat dikembangkan petani yaitu dengan memanfaatkan bakteri pemacu tumbuh (Plant Growth Promoting Rhizobacteria / PGPR ) PGPR Merupakan campuran yang mengandung bakteri P Flourescens dan B Playmixa yg dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan mengendalikan penyakit seperti antraknosa cabai,bercak ungu bawang merah, layu & bercak daun kacang panjang. Ramuan bakteri dapat meningkatkan kekebalan tanaman, memacu pembuatan zat pengatur tumbuh dan melarutkan fosfat.-Manfaat PGPR sebagai Biofertilizer (Pupuk Hayati)-Meningkatkan penyerapan /pemanfaat unsur N oleh PGPR pemfiksasi nitrogen (Azospirillum, Rhizobium, Bradyrhizobium, dll)-Meningkatkan kemampuan pengambilan unsur besi (Fe3+) oleh PGPR penghasil siderofor (Pseudomonas kelompok fluoresens)-Meningkatkan kemampuan penyerapan unsur S oleh PGPR pemfiksasi sulfur (Thiobacillus)-Meningkatkan ketersediaan unsur P oleh PGPR pelarut fosfat (Bacillus, Pseudomonas)-Meningkatkan ketersediaan unsur Mn2+ oleh PGPR pereduksi Mangan PGPR dialam sebenarnya sangat mudah terdapat dialam yang tumbuh tanah disekitar perakaran rumpun bambu ,Rumput Gajah, PutriMalu, Seresah daun bambu , sere dan alang alang. dapat diperbanyak / pemurnian di laboratorium. Saat ini Lab.BPTP Jateng telah mengembangkan biang PGPR untuk dikembangkan ke petani. Sehingga marilah kita mulai budidaya tanaman sehat dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan PGPR dalam pencegahan dan penanggulangan organisme pengganggu tanaman.Adapun perbanyakan dapat dilakukan dengan bahan2 sbb: • 2 sdm gula pasir ~ 10 gr• 4 gelas dedak halus ~ 200 gr• Secuil ibujari terasi ~ 10 gr• Seujung sendok air kapur ~ 1 gr• Seujung sendok BIANG PGPR ~ 1 gr (Dapat diperoleh lewat Petugas Pengamat Hama )• Air sumber 10 lt• CARA:• Kecuali biang PGPR; semua bahan direbus, setelah dingin disaring dengan kain. Tampung diember.• Setelah dingin Masukkan seujung sendok biang PGPR ke dalam ember. Jika proses benar,suhu akan naik dan muncul gelembung. Setelah 3 hari, larutan tersebut siap digunakan.CARA PENGGUNAAN:Untuk Pembibitan : • Perendaman benih: campurkan 2 sdm PGPR dengan 1 Lt air, benih direndam selama 6 jam.• Penyiraman bibit/ tanaman umur 20 hari: siramkan pada tanaman dan perakaran.Untuk Pertanaman :• Penyemprotan / dikocor pada lubang tanam saat pengolahan tanah• Apliasi I pada umur 7-10 hari dengan interval 10 hari• Dosis 10 – 20 ml / 10 liter air CARA PENYIMPANAN: Didalam lemari pendingin (tahan 4 bulan) atau di ruangan (tahan 1 bulan)Oleh Dwi Rahayu,STP.Penyuluh Pertanian MadyaBPP Loano DINPPKP Purworejo