Trichoderma adalah genus jamur yang hidup di tanah dan dikenal luas sebagai agen pengendali hayati (biofungisida) dan pemacu pertumbuhan tanaman karena kemampuannya melawan patogen, meningkatkan penyerapan hara, serta meningkatkan daya tahan tanaman, menjadikannya alternatif aman dan ramah lingkungan pengganti pestisida kimia. Jamur ini bekerja dengan cara berkompetisi, memparasit, atau menghasilkan senyawa antimikroba untuk mengendalikan jamur penyebab penyakit tanaman Manfaat utama Trichoderma adalah sebagai agen pengendali hayati (biofungisida) yang melawan jamur patogen penyebab penyakit tanaman (seperti busuk akar/batang) dan sebagai stimulator pertumbuhan tanaman, dengan cara menghambat patogen, menghasilkan enzim/hormon (auksin), serta mengurai bahan organik untuk meningkatkan kesuburan dan penyerapan nutrisi tanah, menjadikannya solusi pertanian berkelanjutan yang mengurangi penggunaan kimia.
Untuk memperbanyak Trichoderma ini sangatlah mudah, asalkan tersedia isolatnya. Isolat dapat diperoleh dengan cara berkoordinasi ke Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) atau mencari ke lembaga yang memperbanyak isolat Trichoderma tersebut baik balai penelitian atau perguruan tinggi yang membidangi ilmu hama penyakit tanaman. Dalam pembelajaran SL Tematik materi ini disampaikan oleh Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan, Heru Siswanto sebagai narasumber pada Kursus Tani pertemuan 3, 11 November 2025. Melalui demonstrasi cara, hal yang dijelaskan adalah sebagai berikut :
Bahan:
Alat:
1. Incase
2. sendok
3. staples/ hekter
4. kompor
5. Dandang untuk mengukus
6. Baskom untuk mengaduk jagung
· Sterilkan tangan dengan menggunakan alkohol 70%
· Masukkan bungkus jagung dan isolat ke dalam incase
· Nyalakan lilin lalu sterilkan sendok di atasnya, jika sudah dingin, masukkan ke dalam incase
· Kemudian buka bungkus jagung yang ada di dalam incase, baru kemudian membuka isolat Trichoderma
· Ambil isolat Trichoderma secukupnya dengan sendok lalu campurkan ke media jagung
· Tutup bungkusan media jagung membentuk segitiga dengan menyisakan udara
· Letakkan media tersebut di kondisi suhu ruang yang tidak kena sinar matahari langsung dan biarkan selama 7-14 hari hingga Trichoderma tumbuh merata
Selanjutnya, Trichoderma yang sudah jadi dapat digunakan secara langsung atau diperbanyak kembali. Untuk menyimpan Trichoderma ini juga cukup mudah, simpan di dalam lemari es untuk menghambat laju pertumbuhannya sehingga lebih awet, atau diletakkan di tempat sejuk yang tidak terkena sinar matahari langsung.
Trichoderma dapat diaplikasikan dengan beberapa teknik menyesuaikan dengan keperluan, yaitu :
Basahi benih kemudian campurkan dengan Trichoderma aduk hingga merata, perbandingan 5-10 gr Trichoderma / 100 gr benih atau biji, diamkan selama 30 menit kemudian benih siap disemai.
Cukup membenamkan satu sendok Trichoderma ke dalam tanah pada daerah perakaran yang ada tanamannya lalu disiram secukupnya. Penggunaan Trichoderma ini untuk tanaman rentang serangan fungi atau cendawan seperti cabai, tomat, bawang, dan jenis sayuran lainnya.
Atau dapat pula dikocorkan ke sekitar perakaran dengan cara melarutkan Trichoderma kedalam air dengan dosis 300gr trichoderma untuk 1 tangki. Larutan Trichoderma siap diaplikasikan ke tanaman.
Pada tanaman tahunan/tanaman perkebunan dapat diaplikasikan dengan menggunakan dosis 20 gram Trichoderma/tanaman dengan cara ditabur pada daerah perakaran lalu disiram secukupnya atau dapat pula dikocorkan ke sekitar perakaran dengan cara melarutkan Trichoderma kedalam 1 liter air bersih dan dapat juga ditambahkan 2 sendok makan gula merah lalu diamkan selama 1 malam dalam kondisi tertutup. Larutan Trichoderma siap diaplikasikan ke tanaman.