Loading...

Perbanyakan Palem Dengan Biji

Perbanyakan Palem Dengan Biji
Secara umum palem dikembangkan lewat biji. Hanya sedikit saja palem yang diperbanyak dengan anakan. Perbanyakan palem dengan biji banyak terjadi secara alami. Benih palem paling cepat berkecambah setelah satu bulan,bahkan bisa juga setelah beberapa bulan baru berkecambah. Hal ini disebabkan biji palem mempunyai tempurung keras yang harus ditembus oleh embrio yang lemah. Palem yang mudah berbuah antara lain, palem raja, pinang, dan palem putri. Palem –palem yang mudah berbuah inipun biasanya dengan mudah berkecambah. Proses pembibitan palem biasanya melalui tiga tahap, yaitu proses mengecambahkan biji dalam media pasir; proses menumbuhkan tunas dalam media semai; serta proses pembesaran bibit dalam pot tunggal dengan media tanam hingga siap ditanam. Ketiga proses pembibitan palem tersebut, yaitu ;1. Mengecambahkan bijia. Tahap pengecambahan biji sebagai berikut ;1)Petik buah palem yang sudah matang. Tanda buah palem yang sudah matang , yaitu warna kulit buah telah berubah menjadi merah atau coklat.2)Rendam buah palem tersebut dalam air. Setelah itu kulit dan daging buahnya dikupas dengan cara digosok-gosokan. Untuk buah palem yang sudah kering langsung dikelupas.3)Tiriskan biji buah palem yang terkelupas dan jemur hingga kering.4)Sebelum disemai , biji palem yang kering perlu direndam terlebih dahulu dalam air. Terlebih lagi bila biji tersebut sudah disimpan agak lama atau bertahun-tahun. Rendam biji palem selama 1 – 2 hari. Perendaman berfungsi untuk melunakkan tempat bakal keluarnya akar.5)Masukkan biji palem yang basah tadi kedalam kantong plastik atau karung untuk merangsang keluarnya kecambah. Simpan wadah ditempat teduh.6)Biasanya sebulan sesudah perlakuan perangsangan pengecambahan , biji akan mulai mengeluarkan kecambah . Biji yang telah berkecambah tersebut dapat dipindahkan ke wadah baru dengan media pertumbuhan yang cocok. 2. Menumbuhkan tunas dari kecambah Berikut ini langkah-langkah menumbuhkan tunas dari biji yang sudah berkecambah , yaitu ;1)Siapkan media semai yang terdiri dari campuran sekam padi, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.2)Benamkan sepertiga bagian biji berkecambah kedalam media. Biji dapat disemaikan rapat-rapat. Letakkan biji agak miring pada bagian akar supaya akar dapat langsung menembus kedalam media.3)Tutupi wadah penyemaian dengan plastik kedap air berwarna transparan. Dengan cara ini media tidak perlu selalu disiram. Bila wadah terlihat kering,lakukan penyiraman dengan handsprayer. Plastik dibuka pada saat penyiraman dan ditutup kembali setelah penyiraman.4)Letakkan wadah penyiraman ditempat yang tidak terkena hujan atau terik matahari langsung. Amati wadah semai setiap 2-3 hari. Bila kondisi media kurang lembab,lakukan kembali penyiraman.5)Biasanya setelah 1,5 – 3 bulan disemai,biji berkecambah akan memunculkan satu daun seperti jarum. Pada kondisi ini,bibit masih sangat lemah sebaiknya jangan dipindahkan dulu. Bibit dapat dipindahkan ke pot bila sudah berdaun 2-4 lembar.3 Membesarkan bibit di pot tunggal Berikut ini langkah-langkah membesarkan bibit dalam pot tunggal, yaitu : 1) Siapkan pot atau polibag berisi media tanam yang terdiri dari campuran sekam padi,tanah,dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:12) Cabutlah bibit yang daunnya telah mengeras ke pot-pot tunggal . Pencabutan bibit dilakukan dengan tangan yang bersih agar bibit tidak terinfeksi penyakit.3) Setelah dicabut ,akarnya dicelupkan dalam larutan fungisida. Pencelupan ini dimaksudkan agar cendawan dan jamur tidak menyerang akar.4) Tanamlah bibit dalam pot atau polibag yang telah disiapkan. Letakkan wadah tersebut ditempat teduh.5) Setiap 1,5 bulan bibit diberi pupuk NPK atau pupuk kandang. Dosis pupuk NPK tergantung besar kecilnya tanaman dan ukuran pot. Misalnya pot atau polibag berdiameter 15-20 cm diberi pupuk NPK sebanyak 10-15 butir atau setengah sendok teh pupuk perpot. Semakin besar tanaman, jumlah pupuk yang diberikan semakin banyak.6) Siram agar tanaman terjaga kelembapannya. Penyiraman dilakukan tiap hari atau tergantung keadaan,yang terpenting ialah jangan sampai tanaman kekeringan.7) Dalam waktu 6-8 bulan setelah pindah pot,bibit sudah cukup kuat untuk dipindahkan ke lapang. Sumardi Sumber: Berbagai bahan bacaan