Perbanyakan Vegetatif Cabai Jamu Cabe jamu merupakan salah satu tanaman obat yang sudah dimanfaatkan sejak zaman dahulu. Tanaman ini merupakan tumbuhan asli Indonesia, termasuk dalam famili Piperaceae, yang mempunyai sekitar 10 genera dan lebih dari 1.000 species. Nama latin cabe jamu yaitu Piper Retrofractum Vahl. Dalam bahasa Inggris cabe jamu dikenal dengan nama Java long pepper, sedangkan di Indonesia dikenal hampir di semua tempat dengan nama daerah yang berbeda, seperti lada panjang, cabe panjang (Sumatera), cabe jawa (Sunda), cabean, cabe alas, cabe sula, cabe jamu (Jawa), cabe jhamo, cabe ongghu, cabe solah (Madura), cabia, cabian (Sulawesi). Bahan tanaman sangat menentukan terhadap keberhasilan pengembangan budidayanya. Sampai saat ini belum ditemukan varietas unggul tanaman cabe jamu. Penelitian ke arah itu masih terus dilakukan. Saat ini untuk mendapatkan produksi yang tinggi bahan tanaman dipilih dari pohon induk yang dianggap unggul, sehat, dan produktivitasnya tinggi. Kriteria pohon induk unggul tanaman cabe jamu adalah : tanaman harus terlihat sehat, tidak terserang hama dan penyakit, percabangannya rimbun, daunnya segar berwarna hijau mengkilap Pengadaan bahan tanaman cabe jamu bisa dilakukan dengan cara vegetatif maupun cara generatif menggunakan biji. Di tingkat petani umumnya menggunakan cara vegetatif, karena lebih praktis dan tanaman yang dihasilkan akan sama dengan pohon induknya. Perbanyakan dengan biji tidak biasa digunakan, kecuali untuk kepentingan pemuliaan tanaman. Perbanyakan Vegetatif Stek Bahan tanaman yang digunakan petani, umumnya setek panjang yang berasal dari sulur tanah (sulur cacing) sepanjang ± 50 cm atau sulur bertapak sepanjang 50-60 cm (Heyne, 1987). Sulur cacing yaitu sulur yang tumbuh dari batang bawah dan merambat di atas permukaan tanah di sekitar batang. Daun dan batang sulur cacing sangat kecil dan dari setiap bukunya tumbuh akar. Pada sulur cacing tidak bisa tumbuh buah. Sedangkan sulur bertapak yaitu bagian batang yang merambat pada tiang panjat, pada setiap bukunya juga tumbuh akar lekat yang menempel pada tiang panjat (bertapak) serta pada setiap bukunya sudah tumbuh cabang lateral. Pada buku-buku cabang lateral, selain tumbuh daun juga merupakan tempat tumbuh bunga dan buah. Keunggulan penggunaan sulur tanah yaitu cepat tumbuh dan daya tumbuhnya tinggi, namun tanaman baru berproduksi pada umur 2 tahun atau lebih setelah benih ditanam. Sedangkan menggunakan sulur bertapak, tanaman lebih cepat berbuah namun tingkat kematian lebih tinggi. Bahan tanaman biasanya ditanam langsung di kebun pada musim hujan tanpa melalui perlakuan pembibitan terlebih dahulu. Dengan cara tersebut selain tingkat kematian tanaman tinggi, daya tumbuh di bawah 50% juga merupakan pemborosan bahan tanaman. Pembibitan dengan setek pendek 2 buku jauh lebih efisien dalam penggunaan bahan tanaman dan resiko kematian bibit dapat ditekan. Hasil penelitian Djauhariya et al. (1992) pembibitan dalam polibag di rumah kaca dengan menggunakan setek pendek 2 ruas, menghasilkan persentase tumbuh 70-80%. Selanjutnya dikemukakan bahwa untuk meningkatkan daya tumbuh setek, dapat digunakan zat perangsang tumbuh seperti direndam dalam larutan perangsang akar dan dapat pula direndam dalam larutan air kelapa 25% selama 12 jam. Merunduk Merunduk (layering) adalah proses pembiakan vegetative buatan yang dilakukan pada tumbuhan bercabang panjang dengan merundukkannya ke tanah. Jadi, batang tanaman itu ditundukkan ke tanah agar dapat berkembangbiak. Tetapi, kita harus menimbun batang tanaman dengan tanah. Dari ruas-ruas batang tanaman tersebut akan tumbuh akar dan menjadi tanaman yang baru. Selain itu juga bisa menggunakan cara kedua yaitu, kita siapkan beberapa polibag kecil kecil atau gelas aqua dengan Jumlah sebanyak ruas cabai jamu yang akan kita runduk, isi dengan tanah. Kemudian kita tata rapi dekat sulur. Letakkan tiap ruas tepat di tengah tengah polibag atau gelas aqua yang telah diisi dengan tanah. Jepit ruas sulur dengan potongan lidi kita bentuk huruf V dan ditancapkan didalam media. Cangkok Perbanyakan vegetative dengan cangkok bisa dilakukan pada tanaman cabai jamu. Caranya yaitu : Siapkan Gelas Aqua, sobek bagian bawah Siapkan media untuk cangkok Cari sulur yang sehat Masukkan sulur cabai jamu dari bawah gelas aqua dari bawah Ruas yang akan dicangkok tepat posisi tengah Isi gelas aqua dengan media, kemudian siram Penulis : Yuwono Hastiarto, A.Md