Loading...

PERCEPAT TANAM PADI SAAT PANDEMI COVID 19

PERCEPAT TANAM PADI SAAT PANDEMI COVID 19
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam berbagai kesempatan berpesan bahwa Adanya musibah wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor. Demikian halnya yang telah disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yaitu Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa “Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya”. Hal ini sejalan dengan rencana kerja Kementerian Pertanian mengenai peningkatan diversifikasi pangan dan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal. Salah satunya dengan menumbuhkan generasi petani milenial yang maju, modern dan mandiri. Sejalan dengan hal tersebut, Noorchan selaku Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus melakukan tanam padi lebih cepat dari biasanya. Tanam padi tersebut dilakukan meskipun masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri yaitu pada Hari Rabu tanggal 27 Mei 2020 atau 4 Syawal 1441 H. Percepatan tanam tersebut selain karena seruan dari Menteri Pertanian, juga untuk memanfaatkan hujan yang kadang-kadang masih turun membasahi sawah Desa Kedungowo. Turunnya hujan ini menjadi berkah tersendiri karena bisa menghemat biaya pengairan yang diambil dari sungai menggunakan pompa air. Noorchan sebagai ketua kelompok tani selalu memberi contoh kepada anggota kelompoknya mengawali tanam dengan teknologi pertanian yang lebih maju. Dengan menanam padi lebih awal, biasanya harga panen akan lebih baik. Hal ini disebabkan belum banyak petani yang panen, sehingga jumlah gabah masih terbatas. Sehingga harga GKP akan lebih tinggi dibandingkan saat petani lain banyak yang panen. Petani di Desa atau Kecamatan lain biasanya menanam padi di MT3 pada bulan Juni dan Juli, bahkan Agustus. Akibatnya adalah harga panen lebih rendah. Selain itu juga beresiko kekurangan air, akibat musim kemarau yang kadang kala terjadi sampai Bulan Oktober. Didampingi Koordinator PPL Kecamatan Kaliwungu dan Penyuluh Pertanian Kedungdowo, kegiatan tanam padi tersebut diawali para petani dan tenaga tanam terlebih dahulu melaksanakan sarapan bersama dalam gubug pinggir sawah. Setelah tenaga terisi, kemudian turun ke lahan menanam padi. Tanam padi dilakukan dengan jajar legowo 4:1. Sudah terbukti kalau tanam padi jajar legowo akan meningkatkan produksi gabah sampai 20 persen. Selain itu, sebelum proses menanam, Noorchan juga memperbaiki tanah sawahnya dengan nitrobakter yang akan menambah nurtisi tanah. Nitrobakter juga membuat tanah menjadi subur dan gembur. Kondisi fisik, kimia dan biologi tanah kembali seperti semula. Dengan demikian, diharapkan tanam padi yang lebih cepat tersebut, selain harganya lebih baik, juga akan memberikan hasil panen yang lebih banyak. Moh. Ali Hamidy E.A.F., S.Pt., M.Si.Penyuluh Pertanian MadyaKoordinator PPL Kecamatan Kaliwungu Kabupaten KudusPengurus PERHIPTANI DPW Jawa TengahKetua PERHIPTANI DPD Kabupaten Kudus