Percontohan Teras Bangku di Lahan BPP Kec. Messawa Kab. Mamasa
Penguat Tebing (dinding) pada Konstruksi Teras BangkuPembuatan:Teras bangku dibuat dengan jarak vertikal 0.5 sampai 1 m. Pembuatan teras dimulai dari lereng atas dan terus ke lereng bawah untuk menghindarkan kerusakan teras yang sedang dibuat oleh air aliran permukaan bila terjadi hujan. Tanah bagian atas digali dan ditimbun ke bagian lereng bawah sehingga terbentuk bidang olah baru. Tampingan teras dibuat miring; membentuk sudut 200% (63o) dengan bidang horizontal.Kemiringan bidang olah berkisar 0 – 3% mengarah saluran teras. Guludan (bibir teras) dan bidang tampingan teras ditanami dengan tanaman berakar rapat, cepat tumbuh dan menutupi tanah dengan sempurna. Sebagai kelengkapan teras perlu dibuat saluran teras, saluran pengelak, saluran pembuangan air serta terjunan. Ukuran saluran teras: lebar 15-25 cm, dalam 20 15 cm.Untuk mengurangi erosi dan meningkatkan infiltrasi, rorak bisa dibuat di dalam saluran teras atau saluran pengelak. Air aliran permukaan perlu diarahkan pada saluran pembuang air yang aman.Saluran Pembuangan : SPA dan Saluran PembagiSaluran pembagi atau diversion tunnels merupakan selokan di atas bibir teras untuk mengalirkan air ke arah saluran pembuangan. Aliran permukaan dari sebuah bidang teras yang menuju ke arah bawah ditampung didalam selokan ini dan pembuangannya dibagi dua ke arah sisi kanan dan kiri. Ukuran atau penampang melintang saluran ini disesuaikan dengan lebar dan panjang teras serta kemiringannya, umumnya lebar 20 – 40 cm dengan kedalaman 20 – 40 cm. Jika teras permanen, maka bibir teras dan dasar saluran pembagi sebaiknya diperkuat dengan rumput. Pemeliharaan saluran pembagi perlu selalu dilakukan sebelum musim penghujan karena adanya sedimen yang mengendap di dasar saluran dapat mengurangi kapasitas saluran.