Loading...

Peremajaan Tanaman Jeruk dengan “Top Working”

Peremajaan Tanaman Jeruk dengan “Top Working”
Peremajaan dengan Top Working merupakan salah satu teknik penggantian tanaman baru tanpa membongkar tanaman tersebut.Tujuan:- Penggantian tanaman buah yang sudah tua dengan maksud untuk dikerjakan.- Penggantian varietas/kultivar tanaman buah yang tidak unggul yang sudah terlanjur ditanam di kebun dengan kultivar yang dikehendaki/unggul.- Penggantian tanaman yang sudah tidak produktif dengan tanaman baru. Keuntungan:- Mengganti varietas tanaman tanpa membongkar tanaman yang sudah ada.- Sistem perakaran tanaman sudah terbentuk.- Biaya yang dikeluarkan lebih kecil dibandingkan dengan penanaman baru.- Tanaman yang diremajakan dapat dipanen 1-2 tahun lebih cepat dibandingkan dengan penanaman baru. Cara Top Working:- Tanaman yang akan diperlakukan adalah tanaman yang sehat. Pada tanaman mangga direkomendasikan pada tanaman tua di atas 50 tahun;- Tanaman yang sudah ada di kebun sebagai batang bawah akan disambung dengan tanaman baru dengan cara: (1) Secara bertahap sebagian atau beberapa cabang primer dipotong untuk disambung dengan tanaman baru. Apabila penyambungan tanaman baru ini sudah berhasil maka sebagian cabang primer lainnya secara bergantian dipotong untuk disambung dengan tanaman baru.(2) Batang bawah dipotong setinggi satu meter dari permukaan tanah, lalu dibiarkan tumbuh tunas. Tunas-tunas yang terletak berjauhan, disambung dengan tanaman baru.- Luka bekas potongan ditutup dengan parafin untuk mencegah infeksi bakteri dan jamur.- Cara penyambungan batang bawah dengan batang atas/entres kultivar yang dikehendaki/unggul dengan cara-cara penyambungan (sambung celah, sambung sisip, dan grafting). (1) Sambung Celah, batang tanaman yang sudah dipotong/digergaji setinggi satu meter di atas permukaan tanah, kemudian permukaan potongannya diberi parafin, di bagian tengahnya dibuat celah sedalam 5 cm. Entres sebagai batang atas disayat meruncing membentuk huruf V, lalu disisipkan ke dalam celah batang bawah tersebut. Penyisipan harus dilakukan secara cermat agar kambium dari batang bawah dan batang atas saling menempel. Pada setiap batang bawah disisipkan dua entres yang letaknya berjauhan dengan maksud untuk dipilih yang baik pertumbuhannya. Selanjutnya entres disungkup dengan kantong plastik (ukuran 1 kg yang diberi lubang bagian atas kanan dan kirinya) untuk mengurangi penguapan. Setelah entres tumbuh, dipilih tunas yang baik untuk dijadikan batang utama. Batang utama ini dibentuk percabangannya sehingga memiliki tiga cabang tertier dan masing-masing cabang tertier memiliki cabang kwarter (1 – 3 – 9 - 27). (2) Sambung Sisip, batang bawah disayat atau dipisahkan kulit kayu dari kayunya sepanjang 5 cm. Entres disisipkan pada sayatan batang bawah, kemudian batang bawah dan entres disatukan dengan diikat tali rafia. Selanjutnya, cara mempertahankan kelembaban, perlakuan entres yang tumbuh dan cara membentuk percabangan pohon seperti pada cara sambung celah. (3) Grafting, batang bawah dibiarkan tumbuh tunas, lalu 3 tunas yang baik dipertahankan. Setelah berumur 2 – 2,5 bulan dilakukan sambung pucuk dengan entres yang dikehendaki. Ketiga tunas yang telah disambung, diperlakukan sama dengan cara sambung celah dan sambung sisip. Selanjutnya, ketiga cabang yang sudah disambung dilakukan pembentukan cabang, sehingga masing-masing cabang memiliki 3 cabang sekunder dan masing-masing cabang sekunder ditumbuhkan 3 cabang tertier dengan pola percabangan (1 – 3 – 9 - 27). Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kemeterian Pertanian