Loading...

PERESMIAN DIGITALISASI PERTANIAN DI SLIYEG, INDRAMAYU

PERESMIAN  DIGITALISASI PERTANIAN DI SLIYEG, INDRAMAYU
Kabupaten Indramayu merupakan salah satu kabupaten penghasil pangan khususnya padi terbesar di Jawa Barat dan Nasional. Luas areal sawahnya mencapai 118.513 Ha. Rata-rata luas tanam padi musim rendeng selama 10 tahun (2005 – 2015) mencapai 109.859,2 Ha dengan luas panen mencapai 109.203 Ha dan menghasilkan produksi 737.042,49 ton, dengan produktivitas 61,2 Ku/Ha. Sedangkan rata-rata luas tanam musim gadu selama 10 tahun (2005 – 2015) mencapai 87.401,2 Ha dengan luas panen padi mencapai 86.956 Ha dan menghasilkan produksi 488.799,6 ton dengan produktivitas 59,3 Ku/Ha. Pembangunan pertanian di Kabupaten Indramayu sendiri dititikberatkan pada upaya intensifikasi usahatani padi di daaerah-daerah berpengairan teknis dan pengembangan komoditas palawija atau sayuran di daerah-daerah sawah tadah hujan dan daerah non irigasi teknis.Budidaya padi tidak terlepas dari penerapan teknologi, dimana teknologi ini bisa didapat dan diperoleh melalui pembinaan para penyuluh serta dapat diperoleh melalui Informasi Teknologi (IT). Sejalan dengan kemajuan IT, Pemerintah dalam hal ini PT. Telkom Indonesia (Persero) mengembangkan sebuah aplikasi terintegrasi dengan dashboard, yang bakal dipakai untuk program digitalisasi pertanian di sejumlah daerah di Indonesia.Kabupaten Indramayu merupakan salah satu dari sembilan kabupaten di Jawa Barat yang menjadi percontohan digitalisasi pertanian.Kaabupaten lain yang menjadi percontohan digitalisasi pertanian adalah Karawang, Purwakarta, Majalengka, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Sumedang.Pada Pada Tanggal 7 Juni 2018, Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini M. Soemarno meresmikan Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian di Sliyeg Kabupaten Indramayu Jawa Barat, melalui aplikasi Logistik Tani (LOGTAN). Sistem digitalisasi Pertanian ini dikelola Mitra Badan Usaha Milik Desa Bersama (MBB) binaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).Menteri BUMN Rini M Soemarno menjelaskan, sesuai dengan amanat presiden dalam hal korporatisasi pertanian, Kementerian BUMN telah menerjemahkannya dengan mewujudkan Program Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian yang diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan Petani. "Lewat BUMN, pemerintah hadir dalam setiap siklus pertanian mulai dari pratanam, tanam, panen, hingga pascapanen.Selain itu dilaporkan pula potensi petani di kecamatan Sliyeg sebanyak 7.009 orang. Dari jumlah tersebut telah diserahkan kartu Tani kepada 2.993 petani. Sebanyak 1.158 petani diantaranya telah menerima fasilitas kredit usaha rakyat. Dengan pemberian fasilitas ini diharapkan seluruh kebutuhan tanam petani dapat terpenuhi dengan baik berikut jaminan biaya hidup sampai dengan musim panen.Sebelumnya Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga mengatakan, Program ini merupakan pilot project digitalisasi sistem pertanian di Indonesia. Melalui keberadaan program tersebut diharapkan petani yang sebelumnya hanya sebagai penanam yang menghasilkan padi saja, saat ini bisa menjadi wirausaha yang unggul. Digitalisasi sistem pertanian merupakan mesin penggerak guna memaksimalkan produktivitas petani. Ditambahkan pula bahwa digitalisasi pertanian dapat memudahkan monitoring data dan informasi, seperti lokasi kerja petani, luas lahan, serta waktu tanam dan panen. Data ini nantinya dapat digunakan Mitra BUMDES Bersama (MBB) untuk memfasilitasi kebutuhan para petani.Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi juga meninjau proses pengolahan padi hasil panen hingga menjadi beras kemasan yang siap jual di Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) milik MBB Sliyeg. Pemerintah selalu mendorong penerapan pengelolaan pertanian secara korporat untuk membantu peningkatan kesejahteraan bagi para petani. Presiden menegaskan agar masa depan pertanian semakin baik, maka petani harus teroganisir. Tidak hanya terorganisir sebagai Kelompok Petani (PokTan), namun menjadi sebuah organisasi yang lebih besar dengan sistem kerja setingkat korporasi.Kehadran MBB MBB di Sliyeg merupakan salah satu program percontohan dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. MBB merupakan korporasi yang dikelola dengan sistem yang lebih efektif dan menguntungkan dengan menyediakan layanan yang bertujuan mendukung kemajuan petani.Dalam mendukung digitalisasi pertanian Telkom mewujudkannya dalam bentuk platform digital yang terintegrasi bernama LOGTAN (Logistik Tani). Melalui aplikasi LOGTAN, petani dan BUMN terkait dapat mengakses data tunggal yang lengkap mulai dari masa pratanam hingga pascapanen. LOGTAN juga menyediakan informasi terkait profil petani, jenis lahan pertanian, kebutuhan kredit usaha, asuransi hingga mobilisasi hasil panen.Digitasilisasi sistem pertanian diperuntukkan bagi kelompok tani melalui kehadiran BUMN dalam 4 siklus tanam. Pada siklus pratanam, BUMN menyediakan asuransi usaha tani dan kredit usaha rakyat melalui PT Jasindo, PT Askrindo, dan Himbara. Sedangkan pada tahap tanam, BUMN hadir dengan menyediakan benih, distribusi pupuk, dan pendampingan melalui PT Pupuk Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, dan PT PNM.Pada tahap panen, BUMN menyediakan penyimpanan hasil panen dan resi gudang yang diselenggarakan PT Pegadaian. Sedangkan di tahap akhir tahap pascapanen, BUMN membantu distribusi hasil tani melaui Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia Pangan. Keberadaan Belanja.com sebagai platform e-commerce memungkinkan petani menjual secara online.Melalaui program layanan kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian ini diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi petani, seperti usaha skala kecil, daya tawar petani lemah, serta insentif petani yang tidak tepat dan tidak berkelanjutan. Semua pelayanan dilakukan melalui sistem yang terintegrasi dengan kartu tani. Data ini nantinya juga menjadi acuan dari Kementerian Pertanian mengenai pertanian di Indramayu, khususnya di Kecamatan Sliyeg. Program Digitalisasi pertanian ini sudah dicanangkan sejak Maret 2017 diharapkan menjadikan Indramayu sebagai kabupaten di Indonesia yang memiliki data pertanian matang. Kami berharap adanya digitalisasi sistem pertanian bisa mendorong petani untuk memaksimalkan sistem dan mempermudah bisnis pertanian sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani turut meningkat. Penyusun :EDI HARNADIPenyuluh Pertanian MadyaDinas Pertanian Kabupaten Indramayu