Loading...

PERESMIAN RUMAH PINTAR PETANI DI PURWOREJO

PERESMIAN RUMAH PINTAR  PETANI DI PURWOREJO
Dewasa ini strategi pembangunan nasional khususnya disektor pertanian dipusatkan pada upaya mendorong percepatan perubahan struktural diantaranya : perubahan dari sistem pertanian tradisional ke syistem pertanian yang maju dan modern, dari sistem pertanian sub sistem ke pertanian yang berorientasi pasar,dari kedudukan ketergantungan kepada kedudukan kemandirian.Membangun pertanian adalah sebuah proses berkelanjutan dalam mengelola sumber daya manusia dan sumber daya alam secara sinergis,petani dan kelompok tani merupakan embrio agroindustri sebagai pondasi potensial agribisnis secara corporasi adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah petani menuju kesejahteraan petani.rata rata luas kepemilikan lahan kurang dari 0,5 ha,sementara di daerah sentra padi,kedele dan jagung terjadi alih fungsi lahan.Untuk mengatasi hal-hal tersebut terobosan yang dilakukan adalah melalui Rumah Pintar Petani. Tepatnya pada tanggal 15 Oktober 2014 ,Direktur Pasca Panen Kementerian Pertanian beserta Wakil Gubernur Jawa Tengah telah meresmikan Rumah Pintar Petani ,di Gapoktan Mekar Tani Desa Megulung Lor Kecamatan Pituruh yang dipusatkan di Balai Penyuluhan Kecamatan Pituruh.Setelah melakukan peresmian Rumah Pintar Petani ,Direktur Pasca Panen beserta Wakil Gubernur Jateng melakukan Gerakan Panen dan Pasca Panen Kedele .Direktur pasca panen dalam sambutanya bahwa potensi pengembangan kedele Purworejo masih terbuka lebar,tahun depan Jawa Tengah teralokasikan 39.000 ha .Karena kebutuhan kedele di Indonesia sebesar 2,3 juta ton sedangkan produksi baru mencapai 900.000 ton sisanya masih import.Kita harus mengapresiasi kerja keras petani,karena tanpa ada kerja para petani hasilnya tidak akan baik,hanya saja yang menjadi keprihatinan adalah semangat petani ternyata belum diimbangi dengan perhatian panen dan pasca panen.Dengan adanya Rumah Pintar Petani harapannya adalah petani menjadi pintar,petani untuk rembug/musyawaarah ada di tempat tersebut,didalam RPP ada manager yang akan menentukan arah kebijakannnya,sehingga semua petani dapat terlayani. Potensi kedele kita masih tinggi kita upayakan agar kehilangan kedelai saat pasca panen bisa di tekan karena kehilangan kedelai saat panen dan pacsa panen bisa mencapai 15 % ini menunjukan masih ada potensi untuk memperoleh produksi dari kehilangan kedelai tersebut dengan menggunakan alat perontok kedele yang sederhana dan multi guna,sehingga bisa dihasilkan kualitas biji kedelai yang baik.Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubaernur Jateng berkesempatan mencicipi makanan yang berasal dari nasi JAIPONG yang bahan bakunya berasal dari campuran jagung,padi dan singkong,diharapkan diversifikasi olahan ini dapat sebagai terobosan untuk kita bisa memanfaatkan makanan lokal. Menurut Direktur Panen dan Pasca Panen Kementrian Pertanian bahwa kedelai Indonesia jauh lebih baik bila dibandingkan dengan kedele import, dimana kedele Indonesia kandungan proteinnya lebih tinggi,kemudian apabila dibuat olahan pangan maka hasilnyapun akan lebih banyak kedele kita misal untuk buat tahu.Dalam acara tersebut ditampilkan juga unjuk produk beberapa olahan makanan lokal yang diproduksi oleh Kelompok Wanita Tani di Purworejo,baik yang berasal dari tanaman pangan berupa tepung ubi kayu, jagung serta dari hortikultura yang berupa serbuk kulit manggis, teh rosila dan sebagainya.Harapannya luasan areal serta produksi kedele dapat tercapai dan tidak lagi import kedele,karena kesempatan areal masih terbuka lebar. Oleh :Turoso,STP. Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan Kab.Purworejo Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;}