Senin, 05 Oktober 2020 bertempat di Desa Masingai II Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah Peringatan Hari Tani Nasional 2020. Melalui kegiatan Farmers Field Day (FFD) atau biasa disebut hari temu lapang petani Kaji Terap danpemberian penghargaan insan pertanian tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut bertempat Hamparan Sawah Bilulang Kelompok Tani Rukun tani Sentosa Desa Masingai II Kecamatan Upau. Hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Ir. Syamsir Rahman, MS (Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan) beserta pejabat lingkup Dinas tersebut), drh. Saswoko (Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong) beserta jajarannya, dan Ir. Yanuar Pribadi, MS (Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan). Kegiatan diawali dengan mengunjungi lokasi kaji terap Padi sawah bersama Hotim, SP, MP selaku Penyuluh Pendamping kegiatan tersebut ditemani Tarsono selaku Petani Pelaksana menjelaskan secara detail mengenai aplikasi apa saja yang sudah diterapkan pada kegiatan kaji terap serta manfaat dan keuntungan sistem tanam jajar legowo 2 : 1 dibandingkan sistem tanam lainnya seperti tegel dan sistem tanam jajar legowo lainnya (4: 1, dan seterusnya) dan pemberian pupuk NPK secara berimbang. Kegiatan tersebut disaksikan oleh para petani dan tamu undangan yang berhadir, mengkahiri kegiatan FFD tersebut dilakukan simbolis panen padi yang dilakukan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan beserta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong ditemai oleh para Penyuluh Pertanian dan perwakilan para Petani yang berhadir. Acara dilanjutkan kepondok pertemuan Kelompok Tani Rukun Tani Sentosa dengan agenda sambutan, diskusi/tanya jawab serta pemberian penghargaan insan pertanian tingkat provinsi Kalimantan Selatan. Penyampaian sambutan pertama disampaikan oleh Heri Lestiyawan, SP selaku Koordinator BPP Kembang Kuning memberikan ulasan kembali FFD Kaji Terap yang telah dilakukan, dimana pentingnya menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo beserta aplikasi Pupuk NPK, serta nantinya akan didapatkan hasil ubinan. Disisi lain, Penyuluh Pertanian setempat beserta petani melakukan sedang melakukan ubinan padi. Dalam sambutan berikutnya, drh. Saswoko mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong mengapresiasi kegiatan Kaji Terap, dimana kegiatan tersebut merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memilih paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan sebelum didemonstrasikan dan atau dianjurkan kepetani lainnya. Diakhir sambutan beliau juga mendorong kepada para insan pertanian agar kedepan menerapkan pertanian terpadu, dimana tidak hanya satu subsektor atau monokultur akan tetapi bisa berkombinasi atau berkolaborasi antar subsektor. Tujuannya agar apabila harga satu komoditi berfluktuatif komoditi lainnya bisa membantu. Selanjutnya Ir. Syamsir Rahman, MS, dalam penyampaiannya beliau juga sangat mengapresiasi tuan rumah yakni Kabupaten Tabalong karena dalam 4 (empat) Kategori penerima penghargaan disemua Kategori ada bahkan 3 Kategori menjadi yang Nomor 1. Tiga Kategori ada diwilayah BPP Kembang Kuning : Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), petani dan Penyuluh PNS. Dalam kegiatan kaji terap yang berlangsung beliau juga mengapresiasi, dimana produktivitas padi melalui hasil ubinan sudah sangat melewati target atau diatas potensi hasil yang mana varietas Mekongga potensinya hanya 6 ton/ha GKP sedangkan hasil kaji terap melalui ubinan bisa memperoleh hasil 10,60 ton/ha GKP. Beliau berharap semoga teknologi kaji terap bisa ditularkan kepada petani lain, sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani ditengah pandemi Covid 19. Diakhir sambutan beliau berpesan : Jadilah petani yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Hotim, SP, MP selaku Penyuluh Pertanian setempat berkesempatan menyampaikan hasil kaji terap. Dalam pemaparannya hal yang penting dilakukan oleh para petani selain menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo ialah pemupukan secara berimbang. Dengan adanya pemupukan berimbang maka efisiensi dan efektivitas dalam pemupukan dapat diterapkan. Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk kedalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan. Selaku pembimbing Kaji Terap dari BPTP Kalimantan Selatan Ir Yanuar Pribadi, MS juga mengapresiasi sekaligus memberikan saran seandainya 50 % saja petani menerapkan Kaji Terap tersebut (Sistem Tanam Jajar Legowo 2 :1 ) maka akan ada tambahan sekitar 250 ton GKP per hektar. Beliau juga mengaris bawahi mengenai pemupukan, dimana pemupukan kuncinya Pemupukan Berimbang bukan semakin banyak memberikan pupuk. Diakhir acara dilakukan pemberian penghargan kepada para Insan Pertanian Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2020 (Penyuluh Pertanian PNS, Petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)), berikut daftar pemberian penghargaan tersebut : Kategori Penyuluh PNS Eddy Suprahwono, SST-Hulu Sungai Tengah (HST) Hotim, SP, MP-Tabalong Rachman Fitrianoor, SP-Hulu Sungai Utara (HSU) Kategori Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) BPP Tanjung-Tabalong BPP Campaka-Banjarbaru BPP Labuan Amas Utara-Hulu Sungai Tengah (HST) Kategori Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gapoktan Usaha Bersama-Tabalong Gapoktan Pancar Usaha-Hulu Sungai Tengah (HST) Gapoktan Bina Bersama-Banjarmasin Kategori Petani Muhammad Rafi’i Hamdi-Tabalong Baidarus-Hulu Sungai tengah (HST) Suraji-Banjarbaru Penghargaan Tambahan Dedikasi Teknologi Kaji Terap Budidaya Cabai Besar (BPP Banua Lawas-Tabalong) Penulis : Rezki Setiadi Ramadhani, S.ST (Penyuluh Pertanian WKPP Mahe Pasar Kecamatan Haruai)