Loading...

PERKAWINAN KALKUN

PERKAWINAN KALKUN
Kalkun adalah hewan unggas (sejenis burung), asli Amerika Utara, yang sebenarnya telah dikonsumsi sehari-hari suku indian. Dalam klasifikasinya kalkun termasuk dalam Filum Chordata, Sub Filum Vertebrata, kelas Aves, Ordo Galliformes, Family Phasianidae, Sub Family Miliagris, Genus Meleagris, Spesies MeleagrisGallopavo, MeleagrisSilvestri, dan MeleagrisOcellata. Indonesia memiliki beberapa varietas kalkun yang dikembangkan yaitu jenis Broad Breasted Bronze, White Holland,dan kalkun cokelat. Kalkun hingga saat inimasih ada dan dipelihara secara turun temurun oleh penduduk Indonesia sekitar empat abad ini, dapat beradaptasi baik dengan iklim hampir di seluruh nusantara. Sexing/menentukan jenis kelaminSexing pada kalkun dilakukan agar kita gampang mengelompokkan menurut jenis. Jika pada unggas lain sexing dilakukan dengan mengamati kloaka, maka pada kalkun lain lagi. Pada kalkun jantan ada semacam benjolan di leher. Para peternak biasa menamai benjolan ini dengan nama puser atau pusar. Pusar ini berupa tonjolan yang kelak akan ditumbuhi rambut. Jika terdapat tonjolan, dapat dipastikan kalkun tersebut adalah kalkun jantan.Pada kalkun jantan, gelambir bagian bawah lebih lebar dan terdapat benjolan yang lebih besar-besar. Yang terakhir, tonjolan pial diatas paruh pada kalkun jantan usia tiga bulan lebih panjang dan bisa ditarik.Di pasaran, beberapa pedagang nakal sering memotong pial bagian atas agar terlihat seperti kalkun betina.Cara-cara ini jelas tidak dianjurkan.Untuk itu kita harus berhati-hati.Sebisa mungkin jangan membeli kalkun di pasar jika kita belum berpengalaman.Kalkun dari pasar juga tidak jelas asal-usul dan kesehatannya.Bisa saja kalkun yang kita beli membawa bibit penyakit sesampainya dirumah. Setelah dilakukan sexing, kita harus mengatur perbandingan jantan dan betina.Perlu diketahui bahwa kalkun bisa bertelur walaupun tidak dikawini oleh pejantan. Telur yang fertile ini jika menetas akan menghasilkan anak kalkun yang kurang sehat dan biasanya berjenis kelamin jantan. Untuk itu kita harus menyediakan pejantan dalam jumlah yang cukup. Idealnya, untuk empat atau lima ekor betina, kita gunakan satu pejantan. PerkawinanSaat berusia enam bulan, kalkun sudah cukup umur dan siap untuk dikawinkan.Kalkun bisa melakukan perkawinan secara alami maupun dibantu. Kalkun jantan yang siap kawin ditandai dengan ciri-ciri selalu mengejar-ngejar betina dan kerap bertarung dengan pejantan lain. Kalkun yang terlalu galak dan kerap bertarung perlu dipisah dalam kandang tersendiri.Pada pasangan kalkun yang besarnya sama, perkawinan tidak sulit dilakukan. Walaupun begitu, saat perkawinan kita harus turut mengamati apakah terjadi ketidak-wajaran.Jika sudah selesai, kalkun betina dapat kita beri tanda pita di kakinya.Demikian seterusnya sampai semua betina sudah dikawini oleh pejantan.Dengan tanda pita tersebut kita bisa tahu jika kalkun bertelur, maka telurnya adalah telur yang bisa menetas.Lain dengan telur yang dihasilkan tanpa perkawinan.Kadang-kadang, kita mempunyai pejantan bertubuh besar yang ingin kita kawinkan dengan betina muda.Perbedaan tubuh ini merupakan masalah dalam perkawinan. Kalkun jantan bertubuh besar akan menindih sambil mencengkeram betina dengan jari-jarinya yang tajam. Jika ini terjadi, biasanya betina akan kewalahan dan bulu-bulunya rusak. Untuk itu, perkawinan harus dibantu secara manual.Caranya, kita memegangi betina dan mengamankan tubuhnya dari cengkeraman cakar pejantan.Setelah selesai, pejantan bertubuh besar ini kita pisahkan agar tidak berkelahi atau kawin diluar pengawasan kita. Pengeraman.Untuk pengeraman, kalkun dibuatkan kandang khusus yang berbentuk boks. Jika kalkun yang mengeram banyak, maka kandang dibuat berderet-deret untuk memudahkan pengawasan dan menghemat tempat. Kandang ini bisa dibuat dari kayu, bambu ataupun tripleks.Sebagai alasnya, kita bisa memberikan kain-kain bekas atau merang kering.Kalkun ini mempunyai masa mengeram selama 28 hari.Untuk memacu produksi, telur kalkun ini bisa kita ambil dan ditetaskan dalam mesin.Setelah beristirahat selama dua minggu setelah bertelur, kalkun bisa kembali dikawinkan.Sebelum kembali kawin, kalkun betina harus kita karantina dalam kandang tersendiri selama 2 minggu. Kalkun yang telurnya selalu diambil untuk ditetaskan, akan kehilangan naluri mengeram. Jika sudah demikian, selama hidupnya kalkun tidak akan pernah mengeram. Di satu sisi, hal ini bagus untuk produktivitas.Tapi banyak peternak yang merasa kasihan dengan kalkun seperti ini.Untuk pencegahannya, kalkun juga harus diberi kesempatan mengeram.Jika dalam dua atau tiga periode bertelur pengeramannya dilakukan dengan mesin, maka selanjutnya diselingi dengan satu kali mengeram. Perawatan anakan kalkun.Bentuk DOT (Day Old Turkey) tak berbeda jauh dengan DOC. Perawatannya pun juga sama saja. Setelah menetas, kalkun kecil perlu dipisah dalam kandang tersendiri.Di kandang tersebut kita sediakan penghangat berupa lampu dan juga plastik penutup saat malam hari.Suhu kandang untuk kalkun anakan ini sekitar 30-38 derajat celcius.Kalkun kecil membutuhkan makanan khusus untuk pencernaannya yang belum kuat.Makanan yang paling baik adalah konsentrat BR1 yang dicampur dan diremas bersama tahu putih dengan perbandingan 1:1. Selain makanan tersebut, kalkun jangan diberi makanan lain. Sampai umur dua bulan, makanan tersebut tidak perlu diganti atau ditambah dengan makanan lain.Biasanya masalah kematian pada DOT ini berkaitan dengan makanan, air dan penghangat.Jika anakan kalkun diberi makanan yang salah, maka mereka bisa mati.Kematian juga disebabkan anak kalkun basah terkena air minum sehingga kedinginan. Kandang yang kurang hangat juga menyebabkan anakan kalkun mati. Ir. Amirudin Aidin Beng, MMSumber : 1. Dahsyatnya Binis Ayam Kalkun : paulus nugrahayati2. Pusat Informasi Kalkun dan Turkey Farm. Tata Laksana Pemeliharaan Kalkun.. (http://pusatkalkunku1.blogspot.com/, diakses 16 Desember 2014)