Usaha ternak kambing dan domba bukan lagi sekedar usaha sampingan untuk tabungan atau kesenangan , tetapi merupakan usaha pokok yang diandalkan sebagai sumber pendapatan keluarga. Sejalan meningkatnya jumlah penduduk yang pendapatan meningkat, maka kebutuhan daging kambing dan domba juga makin meningkat. Peluang tersebut dapat ditangkap, apabila petani membekali dirinya dengan teknologi serta kemampuan mengelola usaha ternaknya.Beternak kambing dan domba untuk pemeliharaan yang bertujuan ekonomis, satu keluarga tani sebaiknya memelihara 1 ekor pejantan dan 8 ekor induk betina. Tempatkan kambing/domba tersebut dalam satu kandang. Jika tidak mampu memenuhi skala usaha tersebut, peternak sebaiknya bergabung dalam satu kelompok.Cara perkawinan ini tidak perlu mendapat bantuan manusia, karena secara alami betina yang sedang birahi mau dikawini. Dengan teknologi ini diharapkan petani bisa menjual kambing 1 ekor setiap bulan sehingga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga petani. Dalam jangka 2 tahun induk dapat melahirkan anak sebanyak 3 ekor.Perkawinan kambing dan domba skala 1:8 dilakukan sebagai berikut; induk-induk dan pejantan dikumpulkan dalam kandang khusus selama dua periode siklus birahi. Pengamatan birahi dan perkawinan dilakukan setiap hari. Jika induk sudah kawin dan bunting, pisahkan induk tersebut dari pejantannya. Pemisahan dan penyekatan ini dilakukan sampai semua induk bunting. Selanjutnya, tempatkan pejantan dalam ruang tersendiri agar tidak mengganggu induk-induk.Waktu yang tepat untuk perkawinan kambing dan domba : 1) Waktu yang tepat untuk kawin adalah 12 – 18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi; 2) Agar masa birahi tidak terlewat, sebaiknya betina yang birahi dicampur dengan pejantan dalam satu kandang; 3) Apabila perkawinan gagal (ternak tidak bunting) maka ternak akan memperlihatkan tanda-tanda birahi kembali (± 19 hari), maka ternak tersebut harus dikawinkan; 4) Hindari perkawinan sedarah. Contoh ; perkawinan antara anak dan bapak, anak dan induk atau anak dan anak; 5) Tingkat kebuntingan system ini mencapai 95-100%; 6) Catat tanggal lahir anak kambing/domba; sedang perkawinan berikutnya dijadwalkan 2-3 bulan setelah melahirkan.Tanda-tanda ternak bunting. 1)Tidak terlihat tanda –tanda birahi kembali; 2) Perut sebelah kanan membesar; 3) Ambing/buah susu membesar dan menurun; 4) Induk terlihat lebih tenang; 5) Lama kebuntingan 145 – 155 hari atau ± 5 bulan; 6) Tempatkan induk bunting dalam kandang khusus.Tanda-tanda ternak akan melahirkan : 1) Pinggul mengendur, perut bagian kanan besar dan mulai turun; 2) Ambing/buah susu membesar dan putting susu membengkak; 3) Alat kelamin membengkak kemerah-merahan; 4) Gelisah, menggaruk-garuk lantai kandang; 5) Nafsu makan menurun.Penyapihan. 1) Penyapihan bertujuan untuk mengatur jarak beranak (calving interval); 2) Anak kambing dan domba disapih dari induknya pada umur ± 3 bulan; 3) Setelah disapih, tempatkan anak dalam kandang khsus dan kumpulkan induk dengan pejantan kembali. (Penulis :Suwarna) Sumber : Bambang Setiadi dan Subandriyo.2007. Pemuliaan dan Reproduksi Kambing dan Domba Puslitbangnak Bogor.