Loading...

PERKEMBANGAN KEGIATAN PUMP DI BPP KECAMATAN ANJATAN KABUPATEN INDRAMAYU

PERKEMBANGAN KEGIATAN PUMP DI BPP KECAMATAN ANJATAN KABUPATEN INDRAMAYU
Kecamatan Anjatan Merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Indramayu yang memperoleh kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) pada Tahun 2016. Dari 13 gapoktan yang memperoleh kegiatan PUMP, dua gapoktan diantaranya tersebar di 2 desa yaitu Desa Mangun Jaya, Gapoktan Jaya Tani dan Desa Kopyah Gapoktan Tani Sejahtera.Kegiatan PUPM ini dilatarbelakangi harga komoditas pangan khususnya padi yang selalu berfluktuasi dan merugikan petani sebagai produsen, pengolah pangan, pedagang hingga konsumen dan berpotensi menimbulkan keresahan sosial. Fluktuasi pasokan dan harga pangan yang tidak menentu, tidak hanya akan menimbulkan keresahan sosial, tetapi juga akan mempengaruhi pengendalian inflasi. Sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga bahan pangan digolongkan sebagai komponen inflasi bergejolak (volatile foods), karena sifatnya yang mudah dipengaruhi oleh masa panen, gangguan alam, harga komoditas bahan pangan domestik dan internasional. Oleh karena itu, hampir semua negara melakukan intervensi kebijakan untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok dan strategis. Harga dan pasokan pangan merupakan indikator-indikator strategis yang saling terkait dan sering digunakan untuk mengetahui: (a) status distribusi pangan, (b) permasalahan yang disebabkan oleh rantai distribusi pangan pokok yang tidak efisien mulai dari tingkat produsen sampai konsumen, dan (c) ketidakcukupan pasokan pangan di suatu wilayah. Adapun tujuan kegiatan ini antara lain : menyerap produk pertanian nasional dengan harga yang layak dan menguntungkan petani khususnya bahan pangan pokok dan strategis; mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok dan strategis; dan memberikan kemudahan akses konsumen/masyarakat terhadap bahan pangan pokok dan strategis, dengan harga yang terjangkau dan wajar.Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melalui dana APBN memberikan bantuan keuangan kepada Gapoktan untuk membeli gabah petani dan menjual kembali berasnya kepada konsumen melalui toko tani dengan harga yang terjangkau. Stimulan yang diberikan kepada Gapoktan sebesar Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) yang terdiri dari Rp. 140.000.000,- untuk pembelian gabah dan sisanya sebesar Rp. 60.000.000,- untuk operasional.Prinsip toko tani ini adalah menjamin harga pembelian dengan mempertimbangkan keuntungan petani yang wajar dan harga eceran terjangkau di masyarakat. Toko tani merupakan bagian dari upaya membenahi struktur dan rantai pasokan pangan. Melalui pendekatan tersebut, rantai pasokan pangan dipangkas hanya menjadi tiga tahap sehingga diharapkan akan mampu membentuk struktur pasar baru.Toko tani menampung hasil panen petani dan menyalurkannya langsungt kepada masyarakat. Prinsip penjualannya sedikit tapi banyak, untungnya sedikit tapi banyak pembeli dan terus menerus. Harapan ke depan petani memperoleh keuntungan, pedagang memperoleh marjin keuntungan yang wajar. Demikian pula aksesibilitas masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan dapat memperoleh harga yang murah dan terjangkau serta berkualitas. Perkembangan PUPM di Kecamatan Anjatan Gapoktan Jaya Tani telah mampu membeli gabah petani sebanyak 77.946 kg gabah dan gabah yang digiling sebanyak 77.946 kg. Dari gabah yang diling tersebut menghasilkan beras sebanyak 44.644 kg dengan rendemen 57,20 %, beras tersebut dikirimke Toko Tani yang ada di wilayah desa. Sampai akhir Tahun 2016 masih terdapat stock gabah sebanyak 15.450 kg. Sedangkan di Gapoktan Tani Sejahtera dalam Tahun 2016 telah membeli bagah sebanyak 87.667 kg dan gabah yang diling sebanyak 87.663 kg.Pasokan beras yang dikirim ke Toko Tani sebanyak 42.293 kg dengan rendemen 61,86 %. Stock gabah akhir tahun mencapai 20.014 kg. Variasi harga gabah yang dibeli oleh pengurus gapoktan mlai dari Rp.4.00,-/kg sampai Rp. 4.800.,-/kg. Dari dua gapoktan tersebut kegiatan PUMP di Kecamatan Anjatan telah membeli gabah sebanyak 165.613 kg dengan jumlah beras yang dikirimke Toko Tani sebanyak 86.937 kg. Harga jual gapoktan pada toko tani sebesar Rp. 7.300,-/kg beras dan toko tani menjual ke konsumen sebesar Rp. 7.500,-/kg.Menurut Ketua Gapoktan Jaya Tani dan Ketua Gapoktan Tani Sejahtera dengan nilai jual beras Rp. 7.300,-/kg, belum ada keuntungan bila harga gabahnya diatas Rp. 3.700,-/kg nya dan rendemen sekitar 55. Hal yang sama ditambahkan oleh Sekretaris Gapoktan Jaya Tani bahwa 1 kuintal gabah dengan harga Rp. 3.700,- /kg ditambah ongkos angkut dan bongkar Rp. 10.000,-, biaya giling Rp. 20.000,- dan kemasan Rp. 1.000,-., maka total pengeluaran untuk 1 kuintal gabah mencapai Rp. 401.500,-. Penerimaan dari jual beras sebesar Rp. 401.500,- (55 kg @ Rp. 3.700,-). Sedangkan bila diatas harga tersebut gapoktan akan mengalami kerugian. Hal ini karena pada umumnya Gapoktan belum memiliki penggilingan (RMU) sendiri dan masih bekerja sama dengan penggilingan anggota. Oleh karena itu agar gapoktan tetap dapat menyediakan beras dengan harga yang terjangkau bagi konsumen dan gapoktan memperoleh keuntungan, maka diharapkan pemerintah membantu kembali masalah penggilingannya (RMU). Adanya RMU ini bila gapoktan belum untung dari nilai jual beras, mereka mendapat keuntungan dari sekam dan dari menirnya. Kegiatan pengolahan gabah ini masih tetap dilakukan karena gapoktan masih mempunyai dan operasional untuk kegiatan PUPM.Dari segi konsumen, mereka merasa sangat terbantu dengan adanya toko tani ini. Harga beras yang dibelinya lebih murah dari harga beras dengan kualitas yang sama. Seperti dituturkan oleh Ibu Darti dan Ibu Nunung dari Desa Kopyah Kecamatan Anjatan yang merasa sangat terbantu dapat membeli beras seharga Rp. 7.500,-/kg dengan kualitas yang bagus. Padahal dengan kualitas yang sama harga di pasaran berkisar antara Rp. 8.000,- sampai Rp. 8.500,-. Harapan mereka agar ketersediaan beras di toko tani selalu ada.Keberadaan toko tani ini sangat tergantung dengan lokasi masyarakat. Menurut sekretaris Gapoktan Jaya Tani, bila di sekitar lokasi toko tani merupakan masyarakat yang berkecukupan, maka penjualan beras di toko tani memakan waktu yang lama. Walaupun ketua gapoktan pada saat ini belum memperoleh keuntungan dan masih bersifat sosial (tanpa pamrih) itu hal biasa, karena membangun usaha tentunya tidak langsung memperoleh untung yang besar. Tapi dengan berjalannya waktu dan pengalaman mudah-mudahan keuntungan yang diharapkan mereka dapat terwujud. Semoga para ketua gapoktan dan para Pendamping Lapangan tetap semangat, karena upaya kita adalah untuk membahagiakan mereka yang kurang mampu dan semoga dengan hati yang tulus dalam bekerja membangun ketahanan pangan kita mendapat ganjaran amal yang lebih. Penyusun :KHASAN, SP – Penyuluh Pertanian MadyaBPP Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu