Loading...

PERKIRAKAN PRODUKSTIVIS PADI MELALUI UBINAN

PERKIRAKAN PRODUKSTIVIS PADI MELALUI UBINAN
Para petani pun biasanya selalu merasa penasaran ingin mengetahui jumlah hasil yang akan didapat dari budidaya tanaman padinya tersebut, namun para petani akan mengetahui jumlah hasil yang didapat setelah seluruh petakan sawahnya selesai dipanen, bagaimana cara untuk mengetahui jumlah perkiraan hasil panen yang didapat tanpa harus memanen petakan sawah seluruhnya? salah satu metode untuk mengetahui perkiraan hasil tersebut adalah dengan cara metode ubinan. Metode Ubinan adalah salah satu metode dalam dunia pertanian untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen. Ubinan dapat diterapkan pada budidaya tanaman padi dengan cara sederhana, kitu cukup mengukur beberapa meter untuk dijadikannya tolak ukur atau perwakilan dari jumlah hasil perpetak sawah yang ingin kita ketahui hasilnya. Senin 30 Maret 2020 penyuluh WKPP Desa Paliat ( Noryani,SP) bersama rekan-rekan di BPP Kelua yaitu Koordinator BPP Kelua (Akhmad Jumairi,SP),Mantri tani Kec.Kelua (Erliana,A.Md) dan PPS Desa Paliat (Nasib) melakukan ubinan di lahan Pa Nasib sendiri. Data yang didapat saat melakukan ubinan antara lain: Verietas : Mikongga Jumlah anakan produktif : 18-23 Anakan Jumlah biji/malai : 98 biji Jumlah rumpun/luasan 2,5x 2,5 m : 136 Rumpun Dari dua petakan yang di ambil dengan ukuran 2,5 m x 2,5 m ,masing- masing mendapatkan hasil: Petak I = 2,7 kg Petak II = 4,7 kg Hasil rata-rata = 3,7 kg Rumus: Hasil Rata-Rata ubinan x luasan perhektar = Hasil/Ha Jumlah Luasan ubinan Rumus: 3,7 Kg X 10.000= 5.920 kg atau 5,92 ton / Ha 6,26 M3 Dari pernyataan pa Nasib selaku pemilik lahan hasil ini sudah lumayan bagus di karenakan pada saat vase vegetatif tanaman sempat mengalami kebanjiran dan hanya sempat 1 kali melakukan pemupukan sehingga mengakibatkan anakan kurang banyak. Pada saat pengubinan kami sempat mengamati di lahan yang sukup subur anakan produktif mencapai 28 -30 anakan. Ini artinya jika pemupukan dapat dilakukan sesuai anjutran maka produksi akan meningkat. Pa Nasib sendiri juga telah melakukan sistem tanam jajar legowo, namun sistem tanam nya juga belum sesuai anjuran,beliau masih menggukan sistem jajar 5 :1, sedangkan yang saat ini di anjurkan adalah sistem jajar legowo 4: 1, 3 : 1, dan 2 : 1,untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Kedepan nya beliau mengatakan akan mencoba sistem tanam yang di anjurkan,agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Penulis : Noryani,SP Sumber : Kegiatan penyuluh di WKPP Paliat