Perkembangan kelapa sawit ke depan akan semakin berkembang, hal ini disebabkan karena kelapa sawit sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia yaitu selain sebagai produk pangan, industri juga sebagai bio fuel. Tanaman kelapa sawit (Elaeis guenensis) masuk keluarga palem-paleman (Palmae), yang mempunyai sifat arah pertumbuhan hanya satu arah (monopodial) dan hanyamemiliki satu titik tumbuh, Bila titik tumbuhnya ditebang, maka tanaman akan mati. Untuk mendapatkan produksi yang maksimal, sebelum panen kelapa sawit perlu mendapat perlakuan kastrasi dan sanitasi sebelum dipanen. KatrasiKastrasi merupakan kegiatan membuang bunga jantan dan betina muda saat tanaman belum menghasilkan (TBM) . Dengan tindakan ini akan terjadi perpindahan nutrisi dari buah-buah yang pertumbuhannya bernilai ekonomi rendah ke pertumbuhan vegetatif tanaman. Tanaman sawit muda yang mendapat tindakan kastrasi, akan mengalami pertumbuhan yang lebih baik dengan pertumbuhan vegetatif kearah vertikal dan horizontal normal, pertumbuhan akar lebih baik dan merata, janjangan yang akan dihasilkan lebih sehat dan berukuran seragam. Pada saat panen pertama produksi tinggi meskipun pada tahun kedua produksi akan menurun. Setelah dilakukan kastrasi pekebun dianjurkan untuk melakukan pemangkasan. Didalam perlakuan ini,dipakai dodos untuk membuang janjangan busuk dan pelepah-pelepah yang tidak diperlukan. Perlakuan dilakukan 1 kali pada saat tanaman sawit berumur 18-24 bulan. Perlakuan ini akan mempermudah pekerjaan bagi para pekerja di sekitar pohon. Kegiatan kastrasi merupakan kegiatan membuang semua bunga jantan dan betina yang muncul, hingga sampai batas ketinggian 30 cm dari atas tanah. Namun pelepah daun kelapa sawit jangan sampai ikut terpotong. Bunga-bunga yang masih berukuran kecil cukup dipatahkan dengan mata pengait, sedang untuk bunga yang berukuran besar dibuang dengan menggunakan dodos. Kastrasi dapat dilakukan pada saat tanaman sawit berumur 12 bulan dengan syarat perkembangan bunga normal. Namun jika perkembangan tanaman sawit mengalami gangguan, kastrasi dapat dilakukan hingga tanaman berumur lebih dari 24 bulan. Keuntungan dan kerugian kastrasiKeuntungan dilakukannya kastrasi antara lain: 1) tandan buah yang berukuran kecil dan tidak ekonomis bisa terbuang; 2) pertumbuhan vegetatif tanaman menjadi lebih dominan dan pertumbuhan dan perkembangan pohon sawit yang seragam; 3) dapat menambah bobot tandan buah segar dan dengan ukuran buah seragam; 4) mempermudah perwatan dan pemeliharaan tanaman; 5) proses pengolahan tandan menjadi lebih mudah karena matang optimal, berukuran besar dan seragam;6) mempercepat pertumbuhan vegetatif lebihawal sehingga pertumbuhan tajuk lebih cepat dan pengaturannya lebih mudah; dan 7) untuk daerah yang sedang dibangun pabrik kelapa sawit, dapat mengatur penundaan waktu panennya. Kerugian perlakuan kastrasi antara lain: 1) menambah biaya operasional untuk membayar tenaga kerja terampil; 2) tanaman yang berusia muda rentan terserang hama dan jamur; 3) menunda peningkatan populasi serangga penyerbuk kelapa sawit, terutama spesies Elaedobius kamerunicus; 4) menunda panen panen perdana sehingga mengurangi pendapatan. SanitasiTujuan dilakukannya sanitasi adalah untuk mempermudah kegiatan panen dan mendapatkan kondisi buah yang baik. Sanitasi dilakukanpada saat 3 atau 4 bulan sebelum panen perdana kelapa sawit. Kegiatan sanitasi meliputi: 1) membuang tandan yang tumbuhnya kurang bagus dan busuk terutama tandan buah yang terserang hama penyakit; 2) membuang pelepah yang kering; dan 3) membersihkan sampah disekitar pohon untuk mempermudah pemanenan dan pemungutan brondolan.Untuk mempermudah pemanenan, pemotongan pelepah daun yang menyangga tandan buah dipotong lebih dahulu, dengan garis potong sedekat mungkin dengan pangkal tandan buah dengan jarak 2 cm. Tandan buah yang telah dipotong, diletakkan secara teratur di piringan. Brondolan yang jatuh, dikumpulkan terpisah dari tandannya. Tandan buah segar dan brondolan yang terkumpul, kemudian diangkut ke tempat pengumpulan hasil (TPH). Tandan buah segar harus segera diangkut ke pabrik kelapa sawit. Di pabrik kelapa sawit, tandan buah segar akan mengalami proses pengolahan. Lama pengangkutan tandan buah segar ke pabrik berpengaruh pada kadar asam lemak bebasnya, makin tandan buah segar lama ditunda untuk diolah, kadar asam lemak bebas semakin meningkat. Sebaiknya lama pengangkutan ke pabrik maksimal 8 jam. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1).Yusnu ImanNurhakim,Perkebunan Kelapa Sawit, 2014,Cepat Panendan 2) Dihimpun dari beberapa sumber