Loading...

PERLUNYA EVALUASI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN (LUKMANUL CHAKIM)

PERLUNYA EVALUASI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN (LUKMANUL CHAKIM)
Beberapa hari ini dan beberapa minggu ini saya sedang disibukkan dengan kegiatan kegiatan pengawalan dan pendampingan pertanian dilapangan, baik itu yang berupa pengawalan dan pendampingan program maupun pengawalan dan pendampingan penumbuhan kelembagaan petani, baik itu pembenahan kelompok tani, pembentukan Kelompok tani baru, Gabungan Kelompok tani maupun Kelembagaan Ekonomi Petani. saya merasa apakah kegiatan saya ini sudah sesuai dengan koridor peraturan perundang - undangan yang sudah berlaku seperti UU NO.16 TAHUN 2006, PERMENTAN ataupun aturan yang lainnya, sehinnga saya merasa adanya kontrol terhadap pekerjaan saya selaku peyuluh pertanian melalui kegiatan Evaluasi. dari latar belakang inilah BPSDMP Kementerian Pertanian Perlu melaksanakan suatu sistem kontrol yang dinamakan Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian. Evaluasi penyuluhan pertanian dapat digunakan untuk memperbaiki perencanaan kegiatan/program penyuluhan, dan kinerjapenyuluhan, mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilaksanakan, membandingkan antara kegiatan yang dicapai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Sebenarnya evaluasi harus dilihat dari segi manfaatnya sebagai upaya memperbaiki dan penyempurnaan program/kegiatan penyuluhan pertanian sehingga lebih efektif, efisien dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkanManfaat dari hasil evaluasi penyuluhan antara lain: menentukan tingkat perubahan perilaku petani, untuk perbaikan program, sarana, prosedur, pengorganisasian dan pelaksanaan penyuluhan pertanian dan untuk penyempurnaan kebijakan penyuluhanpertanian. Pelaporan hasil kegiatan penyuluhan pertanian sangat penting sebagai penyampaian informasi, sebagai bahan pengambilan keputusan/kebijakan olehpimpinan/penanggung jawab kegiatan, pertanggungjawaban, pengawasan danperbaikan perencanaan berikutnya.Seorang Penyuluh Pertanian Ahli untukdapat melakukan kegiatan tersebut dengan benar harus merencanakan/menyusun instrumen dan melaksanakannya dengan metoda ilmiah, untuk itu, maka tahapan-tahapan yang dilakukan harus jelas, sistematis dan mengikuti kaidah berfikir ilmiah. Derajat jenjang keilmiahan/kebenaran dari evaluasi dimulai dari evaluasi sehari-hari, mawas diri, mengevaluasi sendiri, kajian khusus dan penelitian ilmiah, sedangkan pendekatan yang dapat dilakukan dalam evaluasi adalah pendekatan informasi kunci, pendekatan forummasyarakat, pendekatan indikator dan pendekatan survei/sensus.(LUKMANUL CHAKIM/ PP.MUDA BARTIM KALTENG / lukman23son@gmail.com)