Loading...

PERMASALAHAN DAN PERBANYAKAN BENIH PADI OLEH PETANI

PERMASALAHAN DAN PERBANYAKAN BENIH PADI OLEH PETANI
Benih merupakan salah satu faktor produksi yang sangat menentukan tingkat capaian produktivitas, sementara penerapan tehnologi benih secara tepat untuk tanaman padi, dibanding air dan pupuk relatif lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat. Kenyataan dilapangan untuk dapat menyiapkan benih secara tepat, relatif sulit dilaksanakan, mungkinkah petani dapat menyiapkan kebutuhan benihya sendiri ?.1. Permasalahan Penyiapan Benih Padi.Permasalahan penyediaan benih padi dilapangan cukup banyak antara lain: (1). Sering tidak tepat waktu, dan bahkan tidak tersedia pada saat waktu tanam, karena untuk menghasilkan benih diperlukan waktu dan perencanaan yang tepat sesuai waktu tanam; (2).Penyiapan benih padi secara terpusat misalnya benih bersubsidi, dalam waktu singkat sesuai waktu tanam dan jumlah besar yang mencapai 98.500.000 kg untuk luasan 3.940.000 ha (Ditjen Tanaman Pangan 2015), sangat sulit dilaksanakan secara tepat; (3). Varitas yang digunakan petani relatif terbatas dan sudah diusahakan beberapa kali, yang menyebabkan tingkat produktivitas turun, dan biasanya daya tahan terhadap hama penyakit dan tingkat produktivitas menurun; (4). Kurang murni atau bercampur dengan varitas lain, yang ditandai dengan ketidak seragaman dilapangan, termasuk kematangan yang tidak seragam; (5). Dibandingkan benih Jagung hibrida, mengusahakan benih padi secara komersial murni, kurang menguntungkan, sehingga keterlibatan swasta relatif kecil. Inilah alasan kenapa campur tangan Pemerintah, khususnya dalam bentuk subsidi benih penting dan mendesak untuk dilaksanakan secara tepat, dan kalau mungkin melibatkan petani secara mandiri. (6).Sulit menyiapkan dan mendistribusikan bahan benih secara tepat berupa benih padi klas Breder Seed dan atau Parent Seed, yang akan diperbanyak menjadi Stock Seed dan Extention Seed atau benih sebar. Ironisnya petani tidak pernah tidak menanam padi karena benih tidak tersedia, karena dengan cara apapun petani pasti berusaha untuk mendapatkan benih sekalipun tidak ada jaminan kwalitasnya. Keadaan inilah yang menyebabkan salah satu penurunan capaian tingkat produktivitas yang didapatkan oleh petani, yang berdampak terhadap produksi padi secara Nasional. 2. Cara Mudah Memperbanyak Benih.Secara sederhana untuk ukuran kebutuhan benih petani dilapangan secara mandiri tanpa harus diperjual belikan, tahapan berikut dapat dijadikan salah satu standart tehnis sbb: (1). Pastikan benih sumber yang akan diusahakan memenuhi syarat dengan spesifikasi yang jelas, dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya; (2). Budidanya haruslah sesuai kaedah perbanyakan benih, mulai dari pengolahan lahan, sistim pertanaman, pemakaian saprodi pupuk, pestisida, pengairan, isolasi waktu dan atau jarak, termasuk seleksi pertanaman. Biasanya tehnis pelaksanaan telah dikeluarkan oleh Balai Pengujian dan Sertifikasi Benih (BPSB) setempat. (3).Panen saat matang fisiologis (lebih cepat dari matang panen 1-2 minggu); (4). Keringkan gabah calon benih hingga mencapai kadar air tehnis tertentu, dan simpan dikaleng, drum plastic kedap udara, ditutup rapat, setelah dianginkan; (5). Pada saat pemakaian atau hendak menyemai, seleksi benih bernas dilakukan dengan cara: menyediakan air, garam, telur, wadah (ember) dan calon benih, dengan tahapan perlakuan sbb: 5.1.Siapkan wadah, seperti ember atau wadah yang akan diisi air, garam, telur dan calon benih padi yang siap diseleksi; 5.2 Masukkan air kedalam wadah. Tes awal masukkan sebutir telur ke air dan telur akan tenggelam kedasar air, ini terjadi karena berat jenis telur lebih besar dari berat jenis air. 5.3.Masukkan garam ke dalam air (ini bertujuan agar berat jenis air garam menjadi meningkat). Masukkan garam disertai dengan diaduk-aduk biar lebih cepat larut, dan tambahkan garam hingga telur bila dimasukkan menjadi terapung kepermukaan air; 5.4 Masukkan telur kedalam air. Apakah mengapung?. Bila belum maka tambahkan lagi garam, dan bila sudah mengapung maka pemberian garam diberhentikan. (umumnya telur mengapung pada perbandingan 20 gram garam setiap 1 liter air). 5.5. Keluarkan telur yang sudah dalam keadaan mengapung. 5.6. Masukkan benih kedalam larutan air garam. Benih yang bernas akan tenggelam, benih yang hampa dan retak akan mengapung; 5.7.Buang benih yang mengapung; 5.8. Pilih benih yang tenggelam sempurna, 5.9.Cuci bersih dan tiriskan benih yang tenggelam tadi; 5.10. Selanjutnya pelaksanaan persemaian sesuai tehnis, yang dimulai dari perendaman diair tawar dst. Kegiatan ini tampaknya sangat dimungkinkan untuk dilaksanakan karena kesadaran petani untuk mengusahakan benih yang sesuai dengan keadaan setempat sangat tinggi. Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : Ali.bosarharahap@yahoo.co.idSumber : http://bila-pertanian.blogspot.com/2010/10/cara-mudah- menyeleksi-benih-padi.htmSumber Gambar : http://www.legacyintl.org/liwp/wp- , content/uploads/2009/12/Indonesia-fields2.jpg