Suka ria panen padi musim tanam MK I akan segera berlangsung. Pada MK I ini, biasanya petani dibikin pusing tujuh keliling diantaranya pertumbuhan padi yang tidak normal karena tanah asem-asemen dan setelah pemupukan pertama atau biasanya umur tanaman 15 – 20 HST bukannya subur hijau royo – royo setelah dipupuk, malah daun padi menjadi kuning kecoklatan/karatan, pertumbuhan tanaman seperti berjalan ditempat anakan pun ngadat dan akhirnya ambles satu demi satu. Peristiwa diatas sering kita jumpai pada MK I disekitar kita dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, modal yang membengkak dan hasil panen yang tidak maksimal. Secara singkat peristiwa asem – aseman terjadi karena beberapa faktor di antaranya : (1) tunggul/ jerami bekas panen yang tidak terdekomposisi secara baik akibat proses tanam yang singkat tanpa faktor jeda, (2) sistem drainase yang buruk sehingga lapisan pirit yamg timbul tidak tercuci, (3) mikroba tanah perombak bahan organik yang jauh menurun akibat perlakuan pupuk kimia yang over dosis, fungisida yang berlebihan dan minimnya bahan organik yang masuk. Cara untuk mengatasi asem –aseman antara lain : (1) Membiarkan tanah tidak segera ditanami (bero) untuk memperbaiki aerasi tanah, (2) pemakaian bahan organik,seperti menggunakan mikroba perombak/decomposer yang mampu merombak jeram, mikroba seperti Streptomices, Trichoderma (3) pemakaian kapur pertanian (jika pH belum netral), (4) penyemprotan ZnSO4 ke tanaman. Selain asem-aseman yang biasa menjadi permasalahan petani di musim MK I adalah hama penggerek batang padi (PBP). Penggerek batang padi adalah hama yang tergolong pengganggu utama. Hama ini menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman mulai dari persemaian hingga menjelang panen. Pada tanaman padi fase vegetative, larva memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu, kering mati dan gejalanya disebut sundep. Gejala serangan pada fase generative berupa malai muncul putih dan hampa yang biasa disebut beluk. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hama penggerek batang ini : (1) jika melihar penerbangan imago/ngengat penggerek batang pada sore hari, lakukan penangkapan dengan lampu perangkap pada malam harinya (lampu petromak/lampu lain), (2) pengumpulan kelompok telur di pesemaian, (3) menggunakan musuh alami (Trichogramma) mulai pesemaian, (4) pembuatan pesemaian berkelompok, (5) Penggunaan insektisida bahan aktif karbofuran, bensultap, bisultap, karbosulfan, dimehipo, amitraz, atau fipronil setelah penerbangan imago sebelum telurnya menetas dengan jarak > 5 hari dari penerbangan (6) menanam varitas yang mempunyai anakan banyak.(Admin_ponorogo @iruldany.plg)