Loading...

PERONTOKAN KEDELAI SECARA MANUAL

PERONTOKAN KEDELAI SECARA MANUAL
Perontokkan biji kedelai yang tidak tepat dapat menyebabkan kehilangan hasil yang tinggi. Perontokan yang dilakukan pada tingkat kadar air masih tinggi menyebabkan banyaknya biji yang rusak atau pecah. Sedangkan keterlambatan perontokan dapat menyebabkan polong menjadi basah kembali sehingga menyulitkan pembijian atau pengupasan. Perontokan biji kedelai dari polongnya dapat dilakukan secara tradisional, dengan pedal theser, dan dengan mesin.Perontokan secara tradisionalKadar air biji kedelai untuk dirontokkan secara tradisional adalah 12-13 %Perontokkan dengan cara tradisional dilakukan dengan cara memukul- mukul tumpukan brangkasan, dengan menggunakan gebuk yang terbuat dari kayu atau pelepah kelapa sampai batang kedelai dan kulit polong hancur.Kelemahan perontokan secara tradisional adalah, antara lain, kehilangan hasil tinggi, mutu fisik biji menjadi rendah, banyak biji yang patah dan rusak, tenaga kerja yang digunakan banyak, memerlukan waktu yang lama dan biaya tinggi. Besarnya kehilangan hasil dengan cara perontokkan tradisional dapat mencapai 8 %. Tingkat produktivitas tenaga kerja sekitar 10 kg biji bersih per jam per orang. Dengan demikian, pada tingkat hasil kedelai 1 ton per hektar dibutuhkan tenaga kerja perontok sebanyak 20 orang. Dengan cara tradisional, biji utuh yang diperoleh dari hasil perontokkan adalah 69,99%.Perontokan Kedelai Dengan Pedal ThreserPerontok kedelai dengan pedal dapat dilakukan dengan pedal injak atau dengan pedal kontinyu. Dengan pedal memberikan hasil lebih baik jika dibandingkan secara tradisional, baik ditinjau dari kapasitas kerja maupun mutu fisik biji. Kapasitas kerja perontok pedal injak adalah 11,6 kg per jam per orang dan perontok pedal kontinyu adalah 11 kg per jam per orang. Dengan menggunakan perontok pedal injak kehilangan hasil mencapai 16,32% dan biji utuh 80,9 %. Sedangkan menggunakan pedal kontinyu kehilangan hasil mencapai 17,14 % dan biji utuh 81,9 %. SRIYANTO. SPt. (PP MUDA)Hartanto Ts.SPt.MM (Admin Kab.Bima)