Masalah yang banyak dihadapi dalam peningkatan produksi padi karena masih tingginya susut hasil dan rendahnya mutu gabah/ beras. Oleh karena itu perlu penanganan yang baik setelah panen, salah satunya kegiatan perontokan padi. Proses perontokan padi memberikan kontribusi pada susut hasil padi secara keseluruhan. Susut perontokan mencapai 0,83 %. Kinerja alat dan mesin perontok akan menentukan tingkat susut hasil. Kecepatan putaran silender perontok menentukan hasil perontokan, susut hasil dan gabah yang tidak terontok karena masih menempel pada malai padi. Penyebab utama susut hasil pada perontokan padi yaitu : 1) perilaku petani yang bekerja kurang hati-hati; 2) cara penggebotan (pembantingan) dan frekuensi pembalikan padi; 3) kecepatan silinder perontok dan 4) ukuran luas alas plastik yang digunakan pada saat merontok. Selain itu yang perlu diperhatikan dalam perontokan padi adalah penundaan perontokan , alat dan mesin perontok yang digunakan.Penundaan perontokan akan berpengaruh terhadap susut hasil dan mutu yaitu : Peningkatan susut hasil gabah 0 – 1,88 %; penurunan rendeman beras 63,92 – 56,25%, peningkatan susut beras 0 -7,67%; penurunan butir kepala 50,29 -17,46%; peningkatan butir patah 29,98 – 40,98 %; peningkatan butir menir 18,73 -39,95%; peningkatan butir rusak 1 – 22,61%. Perontokan padi merupakan tahapan pascapanen padi setelah pemanenan dan pengumpulan padi. Kegiatan perontokan bertujuan untuk melepaskan dan memisahkan butir gabah dari malainya. dengan cara memberikan tekanan, gesekan atau pukulan terhadap malai tersebut. Perontokan padi dapat dilakukan dengan cara digebot atau dengan menggunakan alat dan mesin perontok. Alat dan mesin perontok yang digunakan pedal thresher dan power thresher. 1. Perontokan padi dengan cara digebot/bantingGebotan merupakan alat perontok padi tradisional yang masih banyak digunakan petani. Bagian komponen alat gebotan terdiri dari 1) rak perontok yang terbuat dari bambu/ kayu dengan 4 kaki berdiri diatas tanah, dapat di pindah-pindah; 2) meja rak perontok terbuat dari belahan bambu/kayu membujur atau melintang dengan jarak renggang 1 -2 cm; 3) dibagian belakang, samping kanan dan kiri diberi dinding penutup dari tikar bambu, plastik lembaran atau terpal, sedangkan bagian depan terbuka. Cara perontokan padi dengn alat gebotan dilakukan sebagai berikut : 1) Malai padi diambil secukupnya kemudian dipukulkan/ digebot pada meja rak gebot sebanyak 6 – 8 kali dan hasil rontokannya akan jatuh diterpal yang ada dibawa meja rak perontok. Selama pemukulan dilakukan pengembalikan supaya padi dapat terontok secara merata; 2) dilakukan proses pembersihan dengan memisahkan gabah dari kotoran; 3) Gabah dimasukkan ke dalam karung atau wadah; 2. Perontokan padi dengan pedal thresher Pedal thresher merupakan alat perontok dengan konstruksi sederhana yang digerakkan dengan tenaga manusia. Kelebihannya dibandingkan dengan alat gebot , mampu menghemat tenaga dan waktu, mudah dioperasikan dan mengurangi kehilangan hasi sekitar 2,5 %. Kapasitas kerja 75 – 100 kg per jam dan cukup dioperasikan oleh 1 orang. Komponen pedal thresher terdiri dari : kerangka utama terbuat dari kayu kasso atau pipa besi,; 2) silender perontok. 3) Gigi perontok ; 4) rantai dan 5) tutup penahan gabah. Cara perontokan : 1) Disiapkan alas perontok dari terpal yang dilengkapi dengan tirai; 2) disiapkan alat perontok dan diletakkan di atas alas/terpal dengan posisi arah operator searah dengan arah angin; 3) Pedal perontok diinjak dengan kaki naik turun , yang akan memutar silender perontok.putaran silender perontok digunakan untuk merontokkan butir padi; 5) Tangkai jerami dipegang dan ditekankan bagian ujung padi yang ada butirannya pada gigi silender perontok; 6) Gabah dibersihkan lalu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung. 3. Perontokan padi dengan power thresherMerupakan mesin perontok dengan menggunakan sumber tenaga motor penggerak. Kelebihannya kapasitas kerja lebih besar dan efisiensi kerja lebih tinggi serta dapat menekan kehilangan hasil padi sekitar 3 %. Cara penggunaan 1) siapkan alat dengan cek mur baut, bahan bakar , oli pelumas dan gigi-gigi perontok; 2) siapkan alas perontok; 3) siapkan potongan padi yang telah dipanen dengan sistem panen potong atas atau potong pendek di sebelah kanan dan kiri mesin perontok; 4) Hidupkan mesin dan atur putaran silender perontok pada kecepatan putar sekitar 600 – 800 rpm (putaran per menit) ; 5) Setelah putaran silinder perontok stabil, umpankan batang padi ke dalam ruang silinder perontok. Lakukan pembalikan agar tidak ada butir gabah yang tertinggal; 6) kumpulkan gabah hasil perontokan dan bersihkan dari kotoran – kotorannya dengan blower 4. Pemanenan dan Perontokan Padi dengan Combine Harvester Perontokan padi dilaksanakan bersamaan dengan pemanenan padi dengan menggunakan mesin Combine Harvester , sebagai berikut : 1) Keringkan/surutkan air di sawah; 2) pastikan bahwa sawah/lahan yang akan dipanen mampu menahan beban alat ini; 3) siapkan operator dan dua orang asisten ; 4) Hidupkan mesin dan jalankan untuk proses pemanenan.Gabah akan terpanen dan akan terpisah dengan jeraminya dan siap ditampung dalam karung. Penyunting : Asia ( Penyuluh BPPSDMP)Sumber Informasi : Penanganan Pasca Panen Padi yang baik dan benar. 2014.Direktorat jenderal Tanaman Pangan .