PersemaianAgar tanaman kelapa dapat berproduksi optimal, benih yang digunakan harus memenuhi syarat mutu. Benih dideder dalam bedeng persemaian hingga tumbuh tunas sepanjang 3-5 cm. Selanjutnya benih dipindahkan ke bedeng pembibitan atau polybag. Lokasi persemaian dan pembibitan harus dekat sumber air, topografi datar dan dekat dengan lokasi penanaman di lapang. Cara membuat persemaian: 1) Tanah dicangkul/dibajak sedalam 30 cm, dan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman; 2) Buat bedengan persemaian dengan lebar 125-200 cm, tinggi 25 cm dan panjang sesuai kebutuhan. Jarak antara bedengan 30-40 cm; 3) Lakukan penyayatan sabut yang terletak di atas mata pada tonjolan sabut yang berhadapan dengan sisi terlebar sepanjang 7-10 cm agar memudahkan penyerapan air ke dalam sabut sehingga lingkungan sekitar lembaga selalu lembab; 4) Setelah disayat, 2/3 bagian benih dibenamkan dalam tanah dengan posisi mendatar(horizontal) dan bagian yang disayat menghadap ke timur. Jarak tanam benih bisa bersinggungan atau dijarangkan sepanjang 10 cm. Jarak antar barisan 15-25 cm; 5) Lakukan pemeliharaan benih seperti penyiraman, penyiangan, pemagaran, dan pencegahan hama dan penyakit selama 12-14 minggu. Penyiraman perlu dilakukan apabila bagian sayatan jika ditekan dengan ibu jari tidak keluar air.Pembibitan Pembibitan pada Polybag Persiapan polybag: a) gunakan polybag yang terbuat dari polyethylene berwarna hitam ukuran panjang 40 cm, tinggi 50 cm dan tebal 0,18-0,20 mm (17-18 lembar polybag/kg; b) pada bagian bawah polybag dibuat lobang berdiameter 5 mm secara teratur menggunakan alat pembuat lobang yang disebut drift. Pada polybag dibuat tiga baris lobang dengan jarak antar baris 7 cm dan jarak antar lobang dalam baris 5 cm. Saat ini polybag yang dijual di pasaran sudah dibuat lobangnya; c) Sebelum diisi tanah, polybag dibalik, sehingga polybag dapat berdiri tegak.Pengisian tanah: 1) Tanah yang digunakan yaitu tanah yang subur, atau tanah bagian atas yang telah dipisahkan dari gumpalan tanah dan akar-akar gulma; 2) Polybag diisi tanah sampai hampir penuh, dan diletakkan didekat areal pertanaman; 3) Polybag diatur dengan jarak 60 cm x 60 cm x 60 cm (sistem segitiga) atau ± 20.000,- kitri/ha.Pemindahan benih ke dalam polybag: 1) Benih yang terseleksi dipindah ke polybag dari bedeng persemaian dengan cara menggunakan besi pengungkit; 2) Akar utama dipotong hingga tersisa 5 cm; 3) Tanah yang ada di dalam polybag dikeluarkan 1/3 bagian dan diletakkan disampingnya; 4) Benih diletakkan di bagian tengah polybag dengan posisi tegak; 5) Tutup benih dengan tanah yang sebelumnya dikeluarkan dari polybag hingga benih hampir tertutup, dan selanjutnya tanah di sekitar benih dipadatkan; 6) Benih diairi untuk menjaga kelembaban. Pembibitan tanpa polybag.Lokasi pembibitan harus datar, dekat sumber air, dekat lokasi persemaian, mudah dijangkau dan diawasi.Tahapan kegiatan: 1) Lokasi pembibitan dibersihkan dari pohon, rumput, sisa-sisa akar gulma dan lain-lain, selanjutnya diolah dengan ternak atau traktor dengan kedalaman 30-40 cm. Selanjutnya tanah digaru hingga gembur; 2) Buat bedengan setinggi 25 cm, ukuran lebar dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan (panjang maksimal 25m); 3) Antar bedengan dibuat parit drainase selebar 60 cm untuk tanah yang ringan dan 80 cm untuk tanah berat. Parit ini juga berfungsi sebagai jalan kontrol; 4) Benih yang terseleksi ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak tanam 60 cm x 60 cm x 60 cm (jarak tanam segitiga); 5) Benih ditanam sedemikian rupa sehingga tunas berada ± 2 cm di atas permukaan tanah. Tunas mengarah ke sebelah Timur. (Sri Wijiastuti, Pusluhtan).Sumber:1. Anonimous. Pedoman Budidaya Kelapa (Cocos nucifera) yang Baik.2. http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/001-saawiti.jpg