PERSEMAIAN KERING PADI MENGGUNAKAN NAMPAN Produksi padi yang selama ini belum sesuai harapan di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain fluktusi iklim yang ekstrim,gangguan OPT,keseimbangan kondisi tanah yang terambil dan yang diberikan masih pada posisi yang tidak seimbang(pengembalian unsur hara terutama bahan organic masih kurang sehingga terjadi korelasi yang tidak seimbang),masih banyak petani yang tanam bibit tua sehingga kesempatan membuat anakan produktif sangat pendek yang berakibat pada produktivitas, disamping itu juga dikarenakan penggunaan pupuk yang belum berimbang.Alasan petani masih banyak yang enggan menanam bibit muda dikarenaka , kesulitan dalam pencabutan bibit dan belum terbiasa .Sehingga untuk alasan kesulitan dalam hal pencabutan sebenarnya ada alternatif menggunakan persemaian kering dengan nampan.Dengan menggunakan persemaian pakai nampan tidak akan kesulitan dalam hal pencabutan bibit. `Alat dan bahan yang perlu disiapkan: 1. Tanah 2. Bahan Organik 3. Benih padi yang siap tebar (Sdh ada perlakuan benih,sdh direndam dan diperam) 4. Nampan 5. Gembor 6. Jerami 7. Sak 8. Air Langkah kerja: NoTahapanUraian kegiatanGambar 1.Mengisi Media Tanam 1. Sediakan Tanah gembur dan Pupuk Organik dengan perbandingan 1:1 2. Campur kedua bahan tersebut 3. Ambil nampan yang sudah dilubangi 4. Isi nampan dengan media tanam kira - kira setebal 3 cm 5. Tata pada tempat yang telah disediakan 2. Penaburan Benih Padi 1. Siram nampan yang sudah terisi media tanam 2. Ambil benih padi satu genggam,taburkan pada nampan tersebut.1 kg benih padi butuh +- 10 - 12 nampan. 3. Tutup dengan jerami 4. Siram lagi menggunakan gembor sampai basah. 5. Tutup menggunakan sak.siram tiap hari atau jaga kelembabanS 6. Setelah 3 – 4 hss atau daunnya sudah kelihatan hijau , penutupnya dibuka.siram tiap hari/jaga kelembaban. 7.Umur 7-10 hss bibit bisa dipindah tanamkan ke lahan. I. INFORMASI POKOK Persiapan Semai Persemaian merupakan tahapan penting guna menjamin diperolehnya bibit yang kuat dan sehat,dan juga merupakan tempat untuk menumbuhkan benih padi menjadi bibit tanaman sebelum dipindah ke lapangan (sawah).Dalam salah satu tahapan persemaian ada yang disebut sebar.Sebar dalam bahasa jawa disebut juga menabur,dalam pertanian disebut menabur benih.Menabur benih adalah sebuah kunci sukses menuju tahap penanaman berikutnya.Khususnya padi yang harus melalui beberapa fase seperti tancep,nglilir,manak,meteng dan seterusnya.Pada satu fase akan menentukan fase berikutnya begitu terus menerus. Sebar dalam bahasa jawa bisa diartikan sebagai “Senthong Barang Aji kebak ing Rubedha”. · Senthong merupakan tempat penyimpanan makanan ,biasanya ditaruh diruang dibelakang guna menyimpan gabah.Dalam sudut pandang benih ,ujud dari benih adalah gabah yang ditaruh disalah satu tempat sudut sawah yang disebut “pinihan”(lokasi menabur benih).Artinya tempat pembenihan dapat disebut “sentong”. · “Barang kang aji” adalah pusaka atau sesuatu yang penting/berharga atau bisa dibilang menentukan.Benih dalam hal ini adalah pusaka karena memang sangat menentukan sehingga harus mendapat perlakuan khusus .Untuk itulah benih dikatakan sebagai Barang Aji. · “Kebak ing rubedha” dimaknai sebagai penuh dengan marabahaya.Kalau dilakukan pengamatan pada benih ,maka hal yang didapat adalah benih sangat rawan terhadap perkembangan OPT padi.Rata-rata OPT padi berkembang biak dalam persemaian, seperti wereng,sundep,blast,kresek,dan lain-lain.Semua berkamuflase dalam persemaian yang padat dan tebal. Sebutan jawa “sebar” ini mengingatkan para petani bahwa didalam” pinihan“harus dilakukan upaya ekstra demi menjaga pertumbuhan padi kedepan.Upaya ini dilakukan agar petumbuhan padi pada fase yang akan datang akan lebih baik,terbebas dari OPT pengganggu dan dapat memudahkan dan menjadi pijakan awal untuk tercipta produktifitas pertanian yang tinggi. Lalu bagaimana dapat membuat sebuah persemaian yang baik?