Loading...

Persemaian Padi

Persemaian Padi
Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) mencanangkan peningkatan produksi beras sebesar 5 %. Hal ini bisa ditempuh dengan berbagai cara yakni dengan perluasan areal penanaman padi (LTT) dan dengan intensifikasi. Intensifikasi bisa ditempuh dengan penerapan PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) yang diawali dengan pemilihan benih, cara persemaian dan cara tanam yang baru karena mengubah kebiasaan petani, dengan komponen PTT yaitu menggunakan varietas unggul baru/varietas hibrida( benih berkualitas) dan umur bibit muda, bagan warna daun, pengendailan HPT secara terpadu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian menjadi pelaksana langsung di lapangan untuk membantu memperkenalkan beberapa varietas unggul baru dan mendampingi petani dalam menerapkan PTT. Adapun tujuan penerapan PTT untuk meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan teknologi yang cocok untuk kondisi setempat yang dapat meningkatkan hasil gabah dan mutu beras serta menjaga kelestarian lingkungan. Mengetahui dan memahami pemilihan benih, penyiapan persemaian, pengolahan tanah,, cara semai, cara tanam padi sawah akan mendapatkan tanaman yang sehat, produktivitas yang tinggi dengan masukan biaya yang rendah. Tanaman yang sehat merupakan persyaratan utama yang harus dipenuhi agar produktivitas tinggi. Untuk itu maka sejak awal, tanaman padi harus di perlakukan sebaik mungkin agar air, hara dalam tanah yang tersedia dapat di manfaatkan semaksimal mungkin. Benih Bermutu/Varietas unggul Benih bermutu merupakan salah satu komponen teknologi yang penting untuk meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani padi. Saat ini dapat diperoleh berbagai varietas unggul yang memiliki karakteristik sesuai dengan kondisi wilayah dan keinginan pasar. Varietas unggul mempunyai keunggulan sepeti potensi hasil tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, toleran terhadap cekaman lingkungan. Dengan menggunakan benih bermutu/varietas unggul akan diperoleh bibit sehat, tegar (vigor tinggi) dengan perakaran banyak, bibit lebih cepat tumbuh dan bibit tumbuh seragam. Cara memilih benih yang baik dimana benih direndam dalam larutan ZA 20 gr/liter air, kemudian benih yang mengambang/mengapung dibuang. Atau juga bisa engan menggunakan garam atau larutan air garam benih yang mengambang/mengapung juga dibuang. Persiapan Persemaian Buat bedengan dengan lebar 1,0 -1,2 m dan panjang disesuaikan dengan keperluan. Luas persemaian untuk 1 hektar lahan adalah 400m2 (4 % dari luas tanam), teori lain dan bisa dengan penterapan teknologi legowo yaitu kebutuhan luas persememaian adalah 5% dari total luas pertanaman dan drainase harus baik. Kami anjurkan untuk penggunaan persemaian adalah 5% dari luas tanam karena pertumbuhan persemaian akan menjadi lebih baik dan tidak terlalu rapat. Tambahkan 2 kg bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, dan sekam yang sudah melapuk/abu) lebih banyak tentunya akan berdampak lebih baik dengan catatan semua kompos atau pupuk organic sudah matang. Persemaian dilakukan 25 hari sebelum masa tanam, persemaian dilakukan pada lahan yang sama atau berdekatan dengan petakan sawah yang akan ditanami, hal ini dilakukan agar bibit yang sudah siap dipindah, waktu dicabut dan akan ditanam mudah diangkut dan tetap segar. Bila lokasi jauh maka bibit yang diangkut dapat stress bahkan jika terlalu lama menunggu akan mati. Benih yang dibutuhkan untuk ditanam pada lahan seluas 1 ha sebanyak 25 Kg. Benih yang hendak disemai sebelumnya harus diseleksi terlebih dahulu dan direndam secara sempurna sekitar 1 x 24 jam, dalam ember atau wadah lainnya. Hal ini dilakukan agar benih dapat mengisap air yang dibutuhkan untuk perkecambahannya. Lahan untuk persemaian ini sebelumnya harus diolah terlebih dahulu, pengolahan lahan untuk persemaian ini dilakukan dengan cara pencangkulan hingga tanah menjadi lumpur dan tidak lagi terdapat bongkahan tanah. Lahan yang sudah halus lumpurnya ini kemudian dipetak-petak dan antara petak-petak tersebut dibuat parit untuk mempernudah pengaturan air. Benih yang sudah direndam selama 1 x 24 jam dan sudah berkecambah ditebar dipersemaian secara hati-hati dan merata, hal ini didimaksudkan agar benih yang tumbuh tidak saling bertumpukan. Selain itu benih juga tidak harus terbenam kedalam tanah karena dapat menyebabkan kecambah terinfeksi pathogen (penyebab penyakit tanaman) yang dapat menyebabkan busuknya kecambah. Pemupukan lahan persemaian dilakukan kira-kira pada umur satu minggu benih setelah ditanam (tabur). Kebutuhan pupuk yang digunakan yaitu 2,5 Kg Urea, 2,5 Kg SP36 dan 1 Kg KCL.