PERSEMAIAN PADI MENGGUNAKAN ALAS PLASTIK Penyemaian padi merupakan upaya yang dilakukan dengan menyebar benih padi pada luasan tertentu sebelum dilakukan penanaman pada lahan tanam. Teknik penyemaian yang benar akan menunjang pertumbuhan tanaman padi, apabila tidak dilakukan sesuai prosedur penyemaian yang baik maka pertumbuhan padi juga akan menjadi tidak baik.Pada dasarnya persemaian padi secara konvensional ada 2 macam yaitu persemaian kering dan persemaian basah. Pada persemaian kering kita membuat persemaian tidak bersamaan dengan air, tetapi pengairan dilakukan setelah proses sebar benih selesai, cara ini dilakukan biasanya pada akhir musim kemaraukarena ketersediaan air terbatas. Sedangkan persemaian padi system basah adalah membuat persemaian padi langsung bercampur dengan air, ini dilakukan karena tanah sudah basah dan berair. Teknik persemaian dengan menggunakan alas plastik pada dasarnya sama dengan persemaian pada umumnya. Namun, penyemaian dengan alas plastik memberikan keuntungan lebih pada kegiatan usaha budidaya padi.Keuntungan persemaian dengan menggunakan alas plastik antara lain :1. Pertumbuhan seragam2. Perlindungan dari serangan berbagai hama dan penyakit3. Pemindahan bibit lebih mudah4. Mengurangi ongkos angkut pemindahan bibit5. Mengurangi resiko putus akar pada saat pemindahan bibitUntuk sahabat tani kami yang senantiasa bersemangat mengembangkan pertanian, kami akan memaparkan tentang persemaian padi dengan menggunakan alas plastik yang telah kami lakukan di Balai Penyuluhan Kecamatan Pasrepan di desa Jogorepuh, dan tentu saja kami laksanakan bersama kelompok binaan kami.Alat dan bahan1. Plastic sebagai alas2. Cangkul3. Benih padi 4. Tanah5. Pupuk organic dan abu sekamCara pembuatan1. Perlakuan benihPerlakuan benih dilakukan untuk mendapatkan keseragaman dalam pertumbuhan. Mulai dari seleksi benih bermutu dengan menggunakan air garam, benih yg bernas akan tenggelam sedangkan benih yang kurang baik akan mengambang. Kita pilih benih yang tenggelam untuk disemaikan. Setelah benih diseleksi kemudian dicuci bersih dan direndam selama sehari semalam (24 jam). Setelah itu di peram selama sehari sampai dua hari. Benih yang siap sebar ditandai dengan munculnya bakal tumbuh pada benih padi.2. Persiapan media persemaian Untuk persiapan media persemaian, persiapkan bedengan sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Ukuran disesuaikan dengan lebar plastic dan panjang sesuai kebutuhan. Letakkan plastic diatas bedengan yang sudah diperisapkan. Plastic yang digunakan hendaknya tidak cacat dan tidak tembus air sehingga dalam pemeliharaan tidak mengalami kendala. Persiapkan tanah untuk persemaian, tanah dicampur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan cangkul sehingga menjadi lumpur. Sebarkan tanah secara merata diatas plastic dengan ketebalan sekitar 2 cm. Tanah yang digunakan akan lebih baik bila dicampur dengan pupuk organic dan ditambah juga dengan abu sekam.3. Sebar benih Siapkan benih padi yang sudah diperam selama sehari atau dua hari tadi. Sebarkan pada tempat persemaian dengan kepadatan 0,5 - 0,7 Kg per m2. Selanjutnya selama benih tumbuh kurang dari 2 cm, lakukan pengairan dan pemeliharaan sesuai dengan kebutuhan. Bibit siap ditanam pada umur 9 hari atau maksimal sampai pada umur 16 hari. 4. Pengambilan bibitSalah satu keuntungan dari persemaian menggunakan alas plastic adalah pada saat pengambilan /pencabutan bibit (daut dalam bahasa jawa). Bibit yang siap tanam dapat diambil dengan cara menggulung plastic dan langsung dibawa ke lahan. Hal ini dapat memangkas biaya untuk cabut benih.Keuntungan lainnya adalah pada resiko putus akar pada saat cabut benih dapat diminimalisir. Pemakaian pupuk organic dan arang sekam digunakan juga untuk mengantisipasi hal tersebut.5. Penanaman di lahanUntuk penanaman di lahan cukup buka gulungan bibit tadi, bagi sesuai ukuran yang diperlukan. Letakkan pada tempat yang mudah dijangkau oleh tukang tanam.