Benih palem yang akan diusahakan sebaiknya berasal dari varietas yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian sehingga jelas asal usulnya, mendapatkan produksi dan mutu hasil sesuai standar serta ramah lingkungan. Dalam persiapan pelaksanaan pembibitan tanaman palem yang dilakukan dengan cara diperbanyak pembiakan anakan untuk mencukupi kebutuhan benih adalah sebagai berkut; 1. Penyiapan Benih Palem dengan Anakan Dari beberapa jenis palem yang dapat menghasilkan pembenihan melalui anakan adalah jenis palem merah. Pemisahan anakan palem merah tergolong sulit dan memerlukan waktu sekitar satu bulan. Anakan palem merah tidak bisa dipisahkan secara mendadak dari pohon induknya adapun cara memisahkan anakan pada tanaman palem merah adalah sebagai berikut; Alat dan bahan Alat terdiri dari pisau tajam dan steril, garfu, cangkul, plastik polybag ukurannya disesuaikan dengan benih tanaman yang akan disemaikan dan lainnya. Bahan rumpun tanaman palem merah dan media tanam. a) Membuat benih anakan dengan cara irisan bertahap - Pilih rumpun palem merah yang akan dijadikan benih anakan - Usahakan tanaman palem dalam keadaan subur, sehat dan tidak terkena serangan hama dan penyakit. - Satu bulan sebelumnya tanah/media tanam yang ada pada sekeliling tanaman sebaiknya digemburkan terlebih dahulu - Lakukan penyiraman terlebih dahulu 1-2 jam sebelum dilakukan pengirisan pada anakan tanaman palem. - Lakukan secara bertahap dalam melakukan irisan yaitu dengan cara diiris ¼ bagian rimpang anakan dan biarkan 10 hari. - Lanjutkan irisan terdahulu sampai setengah bagian rimpang dan biarkan selama 10 hari. - Iris kembali sampai ¾ bagian dan biarkan kembali 10 hari. Setelah itu anakan dapat dilepas dari pohon induk. b) Cara irisan langsung - Iris rimpang anakan sampai putus tetapi jangan diambil dari rumpun. - Biarkan irisan rimpang hidup selama beberapa bulan. - Gali tanah di sekitar anakan itu dan angkat dengan cara putaran dan bila cara melakukan pengirisan tidak benar maka akan memiliki resiko kegagalan. 2. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan pembibitan hasil irisan anakan dapat dilakukan sebagai berikut; · Bibit irisan anakan yang sudah terlihat hidup dan benar sehat kemudian cabut/congkel bibit dengan hati-hati, menggunakan tangan dan alat harus bersih. · Bibit yang telah diambil ditanam di polybag, pot atau wadah lainnya. · Selanjutnya menyiapkan media campuran untuk pembibitan dengan bahan sekam padi, tanah dan pupuk kandang (1:1:1) dan masukkan ke dalam wadah sebanyak 1/3 bagian dai polybag untuk pesemaian. · Celupkan/oleskan akar ke dalam fungisida Dithane M-45 2cc/liter. · Tanamkan 1 bibit di dalam tiap pot/ polybag secara hati-hati dan isikan media tanah untuk memadatkan benih hingga benih berdiri tegak dan tempatkan di tempat yang teduh selama kuang lebih 1 – 2 minggu. · Setiap 1,5 bulan tambahkan pupuk NPK atau pupuk kandang dengan dosis tergantung besar tanaman dan jumlah media (ukuran polybag). Untuk polybag 15-20 cm cukup diberi 1 gram/tanaman (1/2 sendok teh). · Siram tiap hari dan sesuai keadaan cuaca. · Pelihara sampai 6-8 bulan. Selama itu keteduhan tempat dikurangi sehingga tanaman dapat beradaptasi dengan sinar matahari terik. 3. Pemindahan Bibit Bila benih palem sudah tumbuh dan sudah berkembang dengan baik dan belum akan dipindahkan ke lapang atau Pot, maka tanaman tersebut perlu dilakukan pemindahan atau penambahan media, adapun tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan unsur hara yang yang ada pada media semai dan pada akhirnya tanaman tetap hidup subur. Media tanam terdiri atas sekam padi, pasir, pupuk kandang (1:1:1). Selanjutnya untuk menjaga agar tanaman tidak terseran hama dan enakit tambahkan furadan atau Dithane M-45 sesuai dosis anjuran. Sebelum menambahkan media tanam sebaiknya periksa polybag semai terdahulu, bila polybag sudah rusak maka perlu dilakukan pengantian. Selanjutnya masukkan media ke dalam pot, polybag atau ember sebanyak 90 % dari wadah yang tersedia, padatkan media tersebut sehingga tanaman benar-benar berkondisi tegak kuat. Lakukan pemeliharaan selanjutnya dengan baik. Ditulis oleh Dalmadi Sumber dan Gambar: Ditjen Horti, budidaya palem BPPT.