Persiapan lahan yang sesuai tanaman jagung manis,meliputi kegiatan persiapan/pengolahan lahan,pemupukan dasar atau pembuatan lubang tanam/tugal. Pemilihan lahan sebaiknya lahan yang sebelumnya tidak ditanami tanaman dari family yang sama minimal 1 musim,harus bebas dari tanaman sejenis varietas lain (isolasi) untuk menjamin kemurnian benih yang akan dihasilkan nantinya. Pengolahan tanah dengan menggemburkan tanah dengan cara mencangkul sampai kedalaman 25-30 cm,kemudian lakukan perataan tanah siap tanam. Pembuatan guludan mengikuti arah utara selatan dengan lebar 1,0-1,25 meter dengan tinggi 30 cm dengan jarak antar bedengan 50 cm dan panjang disesuaikan kodisi lahan.Isolasi ada dua cara yaitu isolasi waktu yang berhubungan dengan saat tanam dengan tanam jagung manis varietas lain yaitu sekitar 30 hari, serta isilasi jarak minimal dengan lokasi tanaman jagung manis varietas lain sekitar 400 meter. Pemberian kapur pertanian/dolomit berfungsi meningkatkan pH pada tanah masam hingga mendekati pH normal ( berikan1 bulan sebelum tanam ), dosis pemberian sebanyak 1,5 ton/ha yang diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah bila kemasaman (pH) rendah minimal 3-4 tahun sekali. Penyediaan benih jagung manis merupakan rangkaian kegiatan menyediaakan benih jagung manis bermutu dari varietas yang dianjurkan dalam jumlah yang cukup dan pada waktu yang tepat. Benih yang bermutu jagung manis memiliki tingkat kemurnian dan daya tumbuh lebih besar 95 % serta bebas dari serangan hama dan penyakit. Pemupukan dasar dalam bentuk pupuk organic yang sudah matang sekitar 2 minggu sebelum tanam, pupuk anorganik biasanya dalam bentuk NPK diberikan 7-10 hari sebelum tanam dengan cara ditebar dan diaduk-aduk agar masuk kedalam tanah. Pupuk organic digunakan untuk memperbaiki tekstur dan struktur tanah. Pupuk Anorganik digunakan sebagai unsure tambahan hara /nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam bentuk pupuk tunggal maupun majemuk. Sedangkan pupuk pelengkap cair digunakan untuk mengatasi kekurangan jumlah unsure hara mikro yang diperlukan. Jumlah dan jenis pupuk disesuaikan dengan rekomendasi spesifik lokasi. Biasanya penggunaan pupuk dilakukan pada sebelum/awal penanaman dan pemupukan kedua dilakukan pada saat awal keluarnya bunga betina. Perkiraan penggunaan pupuk baik takaran maupun waktu pemberian perlu disesuaikan dengan umur dan fase pertumbuhan tanaman. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno, MS Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jl. Tentara Pelajar No.10 Bogor, 16114 Email : ksoehardi@yahoo.com Sumber : Bercocok tanam Jagung Manis,2010 Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung,2012