Tanaman kedelai yang akan ditanam harus varietas yang unggul baruagar didapatkan produksi yang tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit utama atau toleran terhadap lingkungan setempat dan dapat juga memiliki sifat khusus tertentu. Varietas Unggul Baru ( VUB ) kedelai antara lain Argomulyo,Grobogan,Detam 1, Wilis, Tenggamus, Kaba dan Anjasmoro. Pemilihan varietas perlu disesuaikan dengan agroekosistem setempat dan permintaan pengguna, misalnya ukuran biji ( sedang/besar), umur ( genjah/sedang) dan kegunaan akhir misalnya untuk bahan baku tahu,tempe,kecap dan tauco. Selain itu setiap varietas memiliki daya adaptasi berbeda antara agroekosistem yang satu dengan lainnya seperti lahan sawah/tegalan, lahan masam dan lahan pasang surut. Benih bermutu dan berlabel sangat diharuskan dalam berusahatani kedelai agar diharapkan mendapatkan produksi yang sangat tinggi,benih harus mempunyai tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi ( > 85 %) serta sudah lulus proses sertifikasi oleh instansi yang berwenang.Pengolahan tanah yang minimal (minimum tillage ) bagi tanaman kedelai guna penghematan biaya pengolahan tanah atau dengan pengolahan tanah yang sempurna dengan pembuatan saluran drainase untuk pembuangan sisa air hujan yang tinggi sehingga air tidak menggenangi tanaman kedelai. Karena pada lahan yang ditanamani kedelai apabila tanaman tergenang air akan mengganggu pertumbuhan untuk berproduksi secara maksimal. Pembuatan saluran drainase harus sejajar dengan garis kontour agar tidak terjadi penggerusan/erosi lahan oleh air hujan, baru dipojok lahan dibuat saluran buangan yang dilengkapi dengan batuan dibagian terjenun agar tanah tidak terbawa air. Pada lahan kering masam diperlukan penggunaan amelioran dimana ditetapkan berdasarkan tingkat kejenuhan aluminium (Al) tanah dan kandungan bahan organik tanah, kejenuhan Al memiliki hubungan yang sangat kuat dengan tingkat kemasaman tanah (pH) tanah. Lahan kering masam perlu diberikan bahan amelioran ( kapur pertanian /Kaptan/dolomit atau kalsit) atau bahan organik,apabila menggunakan kapur pertanian (kaptan) dosisi yang dianjurkan sebagai berikut ; -pH tanah 4,5 – 5,3 diberikan 2,0 ton kaptan/Ha. -pH tanah 5,3 - 5,5 diberikan 1,0 ton kaptan/Ha. -pH tanah 5,5 - 6,0 diberikan 0,5 ton kaptan/Ha.Sedangkan jika menggunakan bahan organik maka dosis yang digunakan disesuaikan dengan jumlah bahan organik yang tersedia,bahan organik yang dapat dijadikan sebagai bahan amelioran antara lain sisa-sisa tanaman/mulsa/seresah tanaman sebelumnya atau brangkasan tanaman kedelai. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MSBalai Besar Pengakajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor, 16114E-mail : ksoehardi@yahoo.comSumber : Teknologi Budidaya kedelai,Badan Litbang Pertanian,2012