Loading...

PERSIAPAN PENANAMAN TANAMAN TEH

PERSIAPAN PENANAMAN TANAMAN TEH
Persiapan penanaman tanaman teh meliputi persiapan lahan untuk penanaman baru dan penanaman ulang yaitu sebagai berikut : Persiapan untuk penanaman baru1. Survei dan pemetaan tanah• Jalan kebun, kontrol dan transportasi• Lokasi empasmen buat pabrik, perumah- an, dll• Peta kebun dan peta kemampuan lahan• Pembuatan fasilitas yang mendukung pengembangan kebun2. Pembongkaran pohon dan tunggul• Pohon dan tunggul di bongkar langsung• Pohon dimatikan dulu dengan cara pengulitan, baru di bongkar• Pohon dimatikan dengan menggunakan larutan kimia yang dioleskan pada batang yang dikuliti3. Babad dan nyasap• Pembabatan pohon dan tunggul dilakukan setelah pembongkaran pohon dan tunggul selesai. Setelah pembabatan tanah di sasap dengan cangkul sedalam 5-10 cm untuk membersihkan gulma. Pekerjaan ini dilakukan musim kemarau.4. Pengolahan tanah• Pencangkulan pertama dilakukan sampai sedalam 60 cm untuk menggemburkan tanah. Selanjutnya pencangkulan kedua sedalam 30-40 cm setelah 2-3 minggu setelah pencangkulan pertama sambil meratakan tanah.5. Pembuatan jalan dan saluran drainase• Selesai membuat petakan tanah berukuran 20 x 20 m, perlu segera di buat jalan kebun untuk memudahkan pekerjaan pemeliharaan tanaman. Lebar jalan kebun cukup 1 m dengan panjang tergantung keadaan. Jangan terlalu banyak membuat jalan sehingga banyak lahan terbuang atau terlalu sedikit sehingga menyulitkan pelaksanaan pekerjaan. Selesai pembuatan jalan, di buat saluran drainase untuk mencegah erosi. Pembuatan saluran drainase agar mempertimbangkan kemiringan serta letak jalan kebun. Persiapan untuk penanaman ulangPenanaman ulang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas yang sebelumnya rendah karena teh tua yang jumlahnya sudah cukup besar dari 50 % dan pohon-pohon pelindungnya sudah tua. Teknik pelaksanaan persiapan lahan untuk penanaman ulang adalah sebagai berikut :1. Pembongkaran pohon pelindung yang tidak dikehendaki agar sumber hama/penyakit , persaingan hara, air, dan lain-lain dapat dihindari.2. Pembongkaran perdu teh tua harus mempertimbangkan kemiringan lahan, agar erosi tidak terlalu besar. Untuk lahan datar dan landai, pembongkaran perdu teh dapat dilakukan dengan pencabutan, sedang daerah kemiringan 30 % perdu-perdu teh tidak perlu di bongkar tetapi dimatikan dengan bahan kimia. Pembongkaran dapat menggunakan takel.3. Sanitasi lahan untuk persiapan lahan yang berasal dari kebun yang telah terserang penyakit cendawan akar sebagai berikut : (a) Penanaman rumput Guatemala selama dua tahun, setelah itu baru ditanami teh, (b) Lahan siap tanam difumigasi terlebih dahulu dengan methyl bromida. Caranya dengan mengalirkan methyl bromida ke dalam lembaran plastik yang menutupi tanah selama dua minggu. Setelah itu sungkup di buka selama dua minggu baru dapat ditanami teh lagi, (c) Lahan difumigasi dengan Vapam menggunakan alat suntik tanah sebanyak 8 ml/lubang, jarak antar lubang 30 x 30 cm. Penyuntikan pada saat tanah lembab/basah, atau setelah di suntik Vapam kemudian di siram air. Setelah satu bulan tanah dapat ditanami teh kembali.4. Pengolahan tanah setelah teh di cabut dilakukan dengan cara di cangkul seperti pada pengolahan tanah untuk penanaman baru. Sedangkan untuk lahan yang perdunya dimatikan dengan bahan kimia, pengolahan tidak perlu dilakukan, cukup dengan penataan tanah dan pembuatan lubang tanam. Bila masih terdapat rumput liar, maka perlu di semprot dengan herbisida. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Sumber Bacaan :1. Dedi Soleh E, dkk. 2010. Budidaya dan Pascapanen Teh. Eska Media Bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Kementerian Pertanian. Bogor.2. Gambar berasal dari Google tentang tanaman teh.