Kebutuhan konsumen yang sangat tinggi akan kedelai maka permintaan pasar akan kedelai juga sangat tinggi. Hal ini menjdikan kedelai salah satu komoditas petanian yang selalu mendapat harga yang baik di Indonesia.Para petani di dunia tentu memanfaatkan peluang ini untuk membudidayakan kedelai dengan sebaik mungkin agar mendapatkan keuntungan maksimal.Agar keuntungan maksimal, maka sebelum membudidayakan kedelai maka kita harus mengetahui terlebih dahulu teknik dan cara menanam kedelai yang baik. Untuk anda yang berniat ingin menanam kedelai, maka adapun cara menanam kedelai yang baik dan benar.Langkah-langkah adalah Pemilihan lahan tanaman kedelai, tanaman kedelai tergolong tanaman yang bisa hidup di dataran rendah hingga tinggi. Hanya saja ada beberapa kriteria tanah yang baik untuk menanam kedelai agar hasilnya nanti juga optimal.Berikut kriteria tanah yang baik untuk menanam kedelai antara lain: terpapar sinar matahari minimal 8 jam/hari, tanahnya gembur, dekat dengan sumber air guna pengairan, memiliki pH tanah 5,5-7,5 , Ketinggian tanah 2-900mdpl, agak jauh dari tepi pantai untuk menghindari aerosol air asin.Penggemburan tanah, tanaman akan hidup dengan baik jika ditanam di tanah yang gembur. Namun jika kontur tanahnya didominasi tanah liat, maka harus digemburkan terlebih dahulu dengan menggunakan cangkul atau mesin traktor.Khusus untuk lahan yang didominasi tanah liat, maka sebaiknya menggunakan mesin traktor agar penggemburan maksimal. Dan untuk area persawahan, maka untuk menamam kedelai sebaiknya menunggu musim kemarau dengan membuat bedengan.Pembentukan bedengan, bertujuan untuk memudahkan dalam perawatan tanaman kedelai nantinya, terutama saat pengairan. Pada jenis tanah kering dan gembur, maka tak perlu dibuat terlalu tinggi, lebar bedengan yang ideal adalah sekitar 1,5 m dengan tinggi sekitar 5cm di lahan kering dan bisa mencapai 30cm di lahan basah. Bedengan tidak perlu di tutp plastik mulsa karena jarak tanam kedelai ini cukup dekat.Pemupukan dasar dilakukan setelah membuat bedengan. Bedengan yang sudah dibentuk tadi lalu dilubangi berau di permukaannya, bisa membuat 2-3 alur memanjang pada tiap bedengan guna diisi pupuk dasar. Bahan utama pupuk dasarnya ialah pupuk organik, pupuk buatan, insektisida tabur, fungisida dan kapur dolomit. Caranya, pupuk organik ditaburkan disepanjang alur lubang pupuk pada bedengan, setelah itu disusul pemberian pupuk kimia TSP + ZA dengan perbandingan 2;1, lanjutkan dengan taburan kapur dolomit dan insekisida serta fungisida. Kemudian campur semua pupuk dasar menggunakan cangkul, tutup pupuk dasar dengan tanah lalu airi bedengan agar pupuk cepat terurai, diamkan dahulu sekitar 2 minggu. Setelah 2 minggu maka lahan siap untuk ditanami kedelai.Selanjuntnya penanaman benih kedelai, bedengan di tajug (ditusuk) dengan kayu sebesar lengan guna membuat lubang tanam. Lubang tanam ini diatur jaraknya agar rapi seperti menanam bawang merah atau cara menanam jagung.Jarak tanamnya adalah 25x40cm. Cara menamam kedelai, masukan biji kedelai pada lubang yang sudah dibuat. Bisa 2-3 biji per lubang, tutup kembali lubang dengan tanah. Airi bedengan setelah selesai penanaman agar biji cepat tumbuh. Oleh : Kurniawati ( BPP Karangmoncol )