Loading...

PERSIAPAN TANAM PADI GOGO

PERSIAPAN TANAM PADI GOGO
Dalam rangka persiapan menanam padi gogo, kita harus melakukan pemilihan varietas terlebih dahulu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan varietas padi gogo antara lain:1. Kesesuaian varietas tersebut terhadap lingkungan tumbuh tanaman (ketinggian tempat, iklim);2. Umur tanaman yang erat kaitannya dengan curah hujan yang ada dan pola tanam;3. Ketahanan terhadap hama dan penyakit;4. Produktivitas. Sebab varietas juga merupakan faktor yang sangat menentukan terhadap peningkatan produktivitas tanaman padi gogo. Benih direndam dengan air menggunakan ember atau baskom, sambil memisahkan gabah yang hampa. Perendaman benih dilakukan satu hari sebelum tanam, kemudian benih dikeringanginkan selama satu malam dan benih siap untuk ditanam. Untuk persyaratan benih yang baik, yaitu benih tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah dan hama gudang. Warna gabah sesuai aslinya dan cerah. Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya dan daya perkecambahan lebih dari 80%. Pengolahan tanah untuk pertanaman padi gogo dimulai sebelum atau menjelang musim penghujan. Pengolahan tanah dilakukan sesuai kondisi lahan. Pada prinsipnya pengolahan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan tanaman, yaitu menciptakan keseimbangan antara padatan, aerasi dan kelembaban tanah. Ada lahan yang perlu pengolahan tanah sedikit (minimum tillage) atau bahkan tidak perlu pengolahan tanah (zerro tillage) seperti tanah podzolik merah Kuning di Sumatra yang memiliki tingkat kemiringan > 10%. Karena jika dilakukan pengolahan tanah justru akan merugikan disamping menambah biaya juga menyebabkan tanah lebih peka terhadap erosi sehingga kesuburannya menurun. Demikian pula hasil padi yang diperoleh antara sistem olah tanah sempurna dengan oleh tanah minimum tidak berbeda nyata, sehingga sistem olah tanah minimum lebih ekonomis. Cara pengolahan tanah sebelum dilakukannya penanaman sebagai berikut:1. Lahan dibersihkan dari tanaman penggangu dan rumput sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase.2. Tanah dibajak dua kali pada kedalaman 25-30 cm, tanah dibalik.3. Pemupukan organik diberikan pada waktu pembajakan yang kedua sebanyak 20 ton/ha.4. Untuk menghaluskan tanah, tanah digaru lalu diratakan.5. Tanah dibiarkan sampai hujan turun. Dalam budidaya tanpa olah tanah untuk mengendalikan gulma digunakan herbisida. Sebelum aplikasi herbisida dilakukan, gulma (terutama alang -alang) direbahkan atau dibakar terlebih dahulu, setelah tumbuh sekitar 60 cm (tidak sedang berbunga) baru diadakan penyemprotan. Takaran herbisida jenis Roundup antara 5-6 l/ha dengan pelarut air antara 200-800 l/ha. Penaman yang baik dilakukan setelah terdapat 1 sampai dengan 2 kali hujan, yaitu diawal musim penghujan (Oktober sampai dengan Nopember). Namun ada juga petani yang telah menebar benih pagi gogo sebelum hujan turun atau yang lebih dikenal dengan sistem Sawur tinggal. Sistem tanam sawur tinggal dapat dianjurkan pada daerah-daerah yang memiliki curah hujan sedikit (bulan basah antara 3 – 4 bulan) per tahun dan sulit mendapatkan tenaga kerja. Sumber : Berbagai sumberPenulis : Mirza Halim