TanahPada dasarnya, tanaman markisa dapat hidup subur pada semua tipe tanah, tetapi yang paling sesuai adalah tanah yang mengandung bahan organik tinggi. Tipe tanah andosol (vulkanik) paling baik untuk tanaman markisa ungu (siuh). Tipe tanah seperti ini umumnya di dataran tinggi antara 1.000 - 2.000 m di atas permukaan air laut (dpl), yang suhunya di bawah 20o C. Pada suhu di bawah 15o C, tepung sarinya kurang berfungsi, namun buah markisa tahan terhadap kondisi lingkungan yang berkabut. Berdasarkan kondisi ini, jenis markisa ungu enggan berbunga bila ditanam di dataran rendah di bawah 1.000 m dpl yang suhunya lebih dari 30o C. Markisa kuning (konyal) lebih sesuai untuk dikembangkan di dataran tinggi antara 100 - 800 m dpl dengan suhu antara 30 - 32o C. Walaupun demikian, jenis markisa kuning ini toleran terhadap suhu rendah (dataran tinggi). PH tanah yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman adalah antara 5,5 – 6,5, namun tanaman toleran terhadap tanah masam. Kondisi IklimFaktor iklim yang dibutuhkan adalah kondisi lingkungan yang lembab, curah hujan, suhu udara, dan sinar matahari serta angin.Tanaman markisa lebih senang terhadap kondisi lingkungan yang lembab. Curah hujan berkisar antara 2.000-3.000 mm per tahun dan merata sepanjang tahun. Walaupun demikian, apabila kondisinya terlalu basah, tanaman mudah terserang penyakit cendawan. Markisa ungu (siuh) tahan pada daerah yang agak kering (musim kemarau kurang dari 4 bulan) dengan curah hujan kurang dari 900 mm per tahun. Tanaman markisa lebih baik dikembangkan pada daerah yang suhunya antara 15-30o C.dengan suhu optimum antara 20-25o C. Hal ini berarti tanaman markisa lebih dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang panas sampai sejuk (dingin). Namun jenis siuh lebih senang pada suhu dingin dan jenis konyal lebih senang pada suhu panas. Sebenarnya, tanaman markisa lebih senang terhadap hembusan angin yang kencang yang dapat menimbulkan banyak bunga yang gugur pada saat tanaman berbunga. Sedangkan pada saat berbuah dapat merusak buah (mutunya kurang baik) akibat buah saling benturan hingga terjadi cacat/luka akibat gesekan. Angin yang besar menyebabkan penguapan tanaman menjadi tinggi. Apabila penguapan melebihi daya serap air dari dalam tanah, akan membahayakan terhadap pengembangan mutu buahnya. Pemilihan LahanSetelah mengetahui persyaratan tumbuh tanaman markisa, perlu dilakukan pemilihan lahan yang memenuhi syarat. Dalam pemilihan lahan, tanaman markisa membutuhkan kondisi lingkungan sejuk, tanah harus banyak mengandung bahan organik (tanah vulkanik atau andosol lebih disenangi). Tanaman markisa tidak tahan terhadap kondisi air yang menggenang, tanah tidak memiliki lapisan cadas yang keras di bawah lapisan atas (top soil) yang dangkal. Ketinggian tempat dan curah hujan (agro-ekologi) perlu mendapat perhatian utama dalam menetapkan lahan karena faktor alam tidak dapat dirubah sesuai dengan kehendak pelaku usahatani. Sedangkan faktor lain seperti pH tanah dan kesuburan tanah dapat dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan. Pengolahan Lahan dan Pembuatan TerasSetelah lahan dipilih, kemudian segera dimulai membuka lahan, yakni membersihkan lahan dari semak belukar atau pohon-pohon tidak berguna yang ada di kebun itu. Bagi lahan yang sudah terbuka (tidak ada semaknya), tanah diolah dengan cangkul atau traktor sampai siap tanam. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/akhir musim hujan. Dalam pengolahan lahan ini, juga termasuk kegiatan membuat teras (terasering) dan saluran drainase serta pembuatan lubang tanam. Bagi lahan yang miring, dengan kemiringan yang tajam (curam) pembuatan teras (gulud) sangat penting karena dapat mencegah terjadinya erosi permukaan lahan. Pembuatan teras yang biasanya berbentuk teras bangku sangat mahal, lebih baik dibuat teras kredit dengan jalan langsung menanami bibir teras dengan jenis tanaman penguat teras menurut garis konturnya. Jarak antara jalur punggung teras disesuaikan dengan derajat kemiringan lahan, artinya makin curam maka jarak jalur punggung makin kecil. Namun demikian, diusahakan tiap plot (bagian antara dua jalur teras) memuat dua baris tanaman markisa (jarak tanam 1,5 x 3 m) untuk memudahkan perambatannya Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian